MY MARRIAGE

MY MARRIAGE
Masa ujian



Masa-masa menyenangkan telah berakhir. Kini saatnya aku fokus untuk masa depan Ku. Dalam beberapa hari kedepan berbagai macam ujian akan berdatangan. Siap tidak siap harus siap. Masa-masa ini adalah masa paling berat bagi setiap pelajar kelas 3. Karena selain tugas yang menumpuk banyak tes yang harus dilakukan.


Selain itu, Aku juga bingung harus kuliah jurusan apa. Sedangkan aku juga gak tahu passion aku apa. Mungkin udah jadi suatu kewajiban bagi anak kelas 3 untuk memikirkan itu semua.


Disisi lain aku benci belajar, tapi disisi lain aku juga ingin merasakan duduk dibangku kuliah. Tapi, entahlah aku hanya ingin ini semua segera usai.


Melelahkan sekali rasanya melewati ini semua, rasanya 2x lebih berat dari masa smp.


"Ahhhh gue Capek ulangan tiap hari"


Saat seperti ini aku memilih untuk lari kekantin, karena perasaan buruk akan lebih baik ketika makan. Mumpung ujian Hari ini udah selesai. Tentang hari esok, entahlah yang penting hari ini berakhir dengan mood ku yang bagus.


Akupun berjalan menuju kantin, berburu makanan yang sejak tadi aku idamkan. Sesampainya dikantin aku langsung memesan.


"Bu mau pempek sama es teh Manis satu"


"Dua bu"


Suara ini sangat tidak asing ditelingaku, ah ini pasti Hito.


"Ngapain kamu ikutan pesen kayak aku?"


"Kenapa, gak boleh?"


"Gak"


"Ngambek ya, yaudah aku gak jadi pesen pempek deh"


"Telat, udah dibawa tuh pempek nya sama si ibu"


"Yah gimana dong?"


"Makan aja udah, jangan ajak aku ngomong lagi!"


"Lo kenapa sih?"


Gara-gara mikirin ulangan aku jadi lupa bahwa sekarang aku juga punya sesuatu yang harus aku urus, selain diriku. Pernikahan itu juga suatu ujian buatku. Karena bagaimanapun juga gak mudah buatku untuk berbagi rumah dengan orang asing, terlebih lagi orang itu seorang pria. Meskipun sekarang ia berstatus suami, tapi tetap saja aku dan Hito masih belum mengenal satu sama lain. Meskipun sudah sering menghabiskan waktu bersama, tetap saja dia asing bagiku.


Rasanya hidupku benar-benar hancur. Yang aku inginkan saat ini seperti kehancuran bumi atau bencana yang dahsyat supaya aku bisa lenyap dari planet ini. Disaat seperti ini memang tepat untuk hal seperti itu.


Hidup memang enggak selalu berjalan sesuai keinginan yaa.


Tapi meskipun begitu, hidup ini akan terus berlanjut. Meski didalam hidup ini banyak hal yang berantakan tetap saja semuanya nanti akan terlupakan.


Seketika aku terpikirkan sesuatu.


Aku berlari meninggalkan pempek yang aku pesan tadi. Yang terpikirkan olehku saat ini adalah atap sekolah.


Akupun berlari menaiki tangga, dan sesampainya diatap...


"Woi semesta, lo boleh ancurin hidup gue lo boleh acak-acak alur hidup gue. Tapi satu hal Yang harus lo tahu, gue gak peduli Karena ini hidup gue karena waktu akan menghapus semua kekacauan yang lo buat. Jadi gue gak peduli. Gue bakal hidup sesuai keinginan gue, sesuai Miku Amanda Yang gue mau. Lo denger itu kan semesta. gue gak bakalan nyerah buat merjuangin nasib gue. Karena setahu gue nasib masih bisa berubah, selagi kita punya keinginan untuk mengubahnya. Gue Miku Amanda akan hidup sesuai keinginan gue meskipun itu harus membuat gue kehilangan banyak hal, gakpapa karena sang waktu akan membuat semua itu berlalu"


"Wahh ini lebih melegakan" ucapku sambil melihat sekitar


*Disisi lain*


Ternyata Hito dari tadi ada diatap, dan mendengar semua perkataan miku sambil senyum-senyum.


"Lucu banget sih Miku, haha" kata Hito


"woi semesta lo denger kan? dia gak bakalan nyerah. jadi gue juga gak bakalan nyerah untuk bisa buat dia bahagia"


***


Thanks readers


Sudah membaca 💜