
Seperti yang dikatakan dokter, hari ini Hito pulang. Dan seperti biasa kalo hari weekend jalanan pasti rame, macet. Untung saja sopir Hito datang menjemput, jadi kami gak harus membuang waktu menunggu taksi. Setelah menyelesaikan semua administrasi Hito pun diperbolehkan pulang. Karena sopir Hito sudah datang daritadi, aku dan Hito langsung menuju parkiran.
"Langsung kerumah ya pak" ucap hito pada sang sopir
"Siap den" jawab sang sopir
Didalam mobil Hito duduk didepan dan aku dibelakang. Karena merasa suntuk mendengarkan mereka berdua berbincang, aku pun mengeluarkan handphone dan earphone dari dalam tas. Dan memainkan Salah satu playlist yang bernama " Kesukaan Miku " itu. Lagu yang pertama diputar berjudul "Jakarta ramai" - Maudy Ayunda. Menyenangkan rasanya mendengar musik kesukaan di tengah kemacetan. Saking menyenangkan nya akupun tertidur dengan earphone yang masih menempel ditelingaku. Berbalut jaket hitam besar dan rok sekolah dengan sepatu converse usang, Akupun tertidur dengan pulasnya.
Aku berjalan berdua dengan Hito disuatu kota, entah dimana. Yang jelas disana ramai. Aku tertawa dan berjalan menggandeng tangan Hito, kami sangat bahagia kala itu.
"Hito lihat cake" ucapku pada Hito
"Mau Coba?" Tanya Hito
Tanpa berpikir panjang aku langsung memasuki toko itu dengan Hito berjalan dibelakangku. Kami mencoba kue coklat berbentuk pohon.
"Coba deh enak banget" ucapku pada Hito sambil mengulurkan tangan berisi kue coklat
"Emhh enak banget" ucap Hito tersenyum
Kamipun membeli beberapa kue coklat itu, dan kembali berjalan. Tiba-tiba saja sebuah peluru mengenai dada Hito, entah darimana asalnya.
"Duarrrrrrr"
Hito pun terhuyung-huyung sambil memegang dada nya, Aku menahan badan Hito yang sudah bersimbah darah.
"Hi Hito Hito sadar Hito" teriakku diiringi tangis
"Miku Miku Miku "
"Hito Hito sadar Hito" teriakku
"Miku" bentak Hito
Akupun membuka mata, dan syukurlah Hito masih ada didepan ku dalam keadaan sehat.
"Hah hah hah Hito kamu gak papa?" Ucap ku terengah-engah
"Kamu mimpi buruk? Kamu tidur sambil ngigau "Hito Hito Hito" pake nangis lagi Kan aku jadi takut" ucap Hito kesal
"Enggak aku gak papa" ucapku datar
"Ehh Kita udah sampe rumah? Dari tadi aku tidur?" Tanya ku heran
"Iya jadi aku yang gendong kamu kesini, berat tau punggung aku sakit nih" ucap Hito
"Sorry"
"Kamu tadi mimpiin Aku?" Tanya Hito serius
Aku hanya terdiam menatap Hito.
"Miku Miku?" Tanya Hito sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan mataku
"Emh kenapa?" Jawabku lurus
"Kok ngelamun sih? Tadi kamu mimpiin aku ya?" Tanya Hito lagi
"Hmm iya tadi aku mimpiin kamu, kamu tertembak tepat didepan mata aku" tuturku
"Hah? Kok bisa siapa yang nembaknya?" Tanya Hito serius
"Gak tahu gak kelihatan, lagi pula itukan cuma mimpi cuma alam bawah tidur" ucapku menatap Hito
"Iya sih, tapi kok aku jadi khawatir" jelas Hito
"Gak papa itu bukan apa-apa percaya deh" ucap ku sambil memegang punggung Hito
Hito pun hanya terdiam lalu pergi keluar kamar. Melihat kekhawatiran Hito akupun langsung menyusulnya dari belakang.
"Hito kamu udah makan belum? Laper gak?" Tanya ku
"Belum, kenapa mau ngajakin masak?" Tanya Hito
"Iya itu tahu" jawabku sambil tersenyum
"Tapi kamu kan gak bisa masak" jelas Hito
"Hehe aku kan cuma bantuin, yang gerak Kan kamu" ucapku tersenyum kecil
"Yaudah mau makan apa?" Tanya Hito
"Apa Aja deh yang penting enak" jawabku
"Nanti jangan protes ya kalo makanannya gak sesuai ekspektasi kamu" jelas Hito
"Ok siap 86" jawabku sambil menghormat kearahnya
Kamipun melangkah kedapur, lucu rasanya melihat kami teman satu kelas yang baru kali ini dekat meski sudah 2 tahun satu kelas memasak bersama. Aku memperhatikan dia yang sedang mencari bahan-bahan masakan. Dia Mengeluarkan ayam, Tempe , telur dari dalam kulkas. Dan Aku hanya duduk melihatnya memasak.
Dia mulai memotong bawang merah, bawang putih dan bahan-bahan lainnya dengan cepat.
"Wuuuuu hebat" ucapku berdecak kagum
Lalu dia memasukan ayam kedalam air yang sudah ia didihkan dari tadi.
"Ada yang bisa dibantu gak Hito?" Tanyaku
"Ada, sini" jawab Hito
Akupun langsung mengikat rambutku dan turun dari kursi.
"Cantik" ucap Hito menatapku
"Hmm kenapa? Tanyaku tak mengerti maksud Hito
"A-itu kamu potong Tempe aja" ucap Hito terbata-bata
Merasa aneh dengan sikap Hito akupun langsung mengambil pisau dan mulai memotong tempe. Setelah beberapa menit menghabiskan waktu didapur akhirnya jadi juga masakan alakadarnya.
"Akhirnya jadi juga" ucap ku tersenyum
"Yu makan" ajak Hito
Kamipun makan dengan hidangan yang seadanya, meskipun begitu rasanya gak seadanya. Masakan yang dibuat Hito memang enak. Sebagai wanita yang tidak bisa masak aku bangga pada Hito.
"Masakan kamu enak Hito" ucap ku mengacungkan jempol kearahnya
"Biasa Aja kali" ucap Hito tertawa kecil
"Tapi kok kamu bisa masak sih, aku aja cewek gak bisa tahu" tanyaku penasaran
"Itu mah Karena kamu manja jadi gak bisa" ledek Hito
"Enggak ihh beneran Aku udah sering coba-coba masak tapi hasilnya gak enak. Pas tahu kamu bisa masak aku sedikit kaget tahu kok bisa seorang laki-laki bisa masak" jelasku
"Emh mungkin karena dulu kan aku sering ditinggal orangtuaku. Dan hanya ada bibi dirumah jadi aku sering menghabiskan waktu dengan bibi, salah satunya memasak jadi berkat ajaran bibi aku sekarang bisa masak" jelas Hito
"Ohhh gitu, sekarang kamu kangen gak sama bibi kamu?" Tanyaku
"Kangen pasti lah, Karena aku sendiri lebih sering menghabiskan waktu dengan bibi daripada dengan orangtua" jawab Hito
"Tapi sekarang kamu gak kesepian Kan?" Tanyaku lagi
"Enggak Karena ada lo yang berisik" jelas Hito
"Habis kamu kepo sih orangnya" jelas Hito
"Hahaha emang aku kepo ya?"
Kamipun berbincang dan tak sadar matahari sudah tenggelam. Apa yang kami lakukan hari ini benar-benar berkesan karena secara tidak sengaja kami menunjukan jati diri kami yang sebenarnya. Tanpa rasa malu atau apa kami menceritakan tentang diri kami yang tak kami ceritakan pada yang lain. Seperti saat ini kami menceritakan kemampuan kami yang tidak diketahui orang lain.
Hito ternyata bisa bermain gitar, sedangkan bagiku gitar adalah alat musik yang sangat untuk dimainkan.
"Ohh jadi kamu bisa main gitar?" Tanyaku
"Hmm iya itu satu-satunya alat musik yang bisa aku mainkan" jelas Hito
"Wahh padahal itu alat musik yang paling susah dimainkan menurut ku, kalo disuruh milih antara piano atau gitar aku pasti akan pilih piano." Ucapku
"Kapan-kapan aku mau melihat kamu main piano" goda Hito
" Boleh tapi sebelum itu aku harus melihat kamu main gitar dulu, karena disini cuma ada gitar gak ada piano" ucapku
"Okk" ucap Hito tersenyum
Dia pun pergi ke kamarnya dan mengambil gitar akustik berwarna coklat.
"Mau nyanyi lagu apa?" Tanyaku penasaran
"Emm rahasia cukup dengerin aja" goda Hito
Dia mulai menggerakan jarinya pada senar, dan terdengar alunan lembut dia pun mulai bernyanyi.
On my pillow
Can’t get me tired
Sharing my fragile truth
That I still hope the door is open
Cuz the window
Opened one time with you and me
Now my forever’s falling down
Wondering if you’d want me now
How could I know
One day I’d wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night night
We were ships in the night
Night night
I’m wondering
Bahkan suaranya pun bagus, seperti permainan gitarnya. Aku duduk sambil memegang lulut dan memandangi Hito yang sedang bernyanyi. Sesekali Hito juga melihat ku sambil tersenyum, membuatku salah tingkah.
Are you my best friend
Feel’s like a river’s rushing
through my mind
I wanna ask you
If this is all just in my head
My heart is pounding tonight
I wonder
If you
Are too good to be true
And would it be alright if I
Pulled you closer
How could I know
One day I’d wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night night
We were ships in the night
Night night
"Prok prok prok, bagus banget bagus" teriakku bersemangat.
"Biasa aja kali" ledek Hito
"Lagunya bagus lagu siapa?" Tanyaku penasaran
"Penyanyinya kalo gak salah V apa gituh pokoknya orang Korea deh, waktu itu aku denger di radio sih" jelas Hito
"Ohhh lagunya enak" jawabku.
"Nanti giliran aku lihat kamu main piano" balas Hito
"Syiappp" ucapku tersenyum
"Ehhh sekarang hari sabtu yaa?" Tanya Hito
"Iya, emang kenapa?" Tanyaku
"Malam minggu, Di tv pasti banyak film mau nonton film gak?" Ajak Hito
"Boleh sih, besokkan masih Hari minggu juga" ucapku
"Ok ntar aku cari channel nya dulu" balas Hito
"Aku ambil camilan dulu deh" akupun bergegas kedapur
"Miku Harry Potter cepet sini udah mulai" ajak Hito semangat
"Masa? Ok bentar" akupun langsung berlari menuju Hito
Begitulah aku dan Hito menghabiskan hari sabtu. Dengan obrolan dan tawa yang sederhana, tapi menyenangkan.
Terimakasih readers sudah membaca💜