My Love Journey

My Love Journey
Chapter 4



Di sebuah rumah minimalis yang berlokasi di sebuah kawasan pinggiran ibukota yang bertemakan nuansa eropa dengan halaman yang cukup luas dan dihiasi beberapa pepohonan di dalamnya tersebut terlihat mobil toyota alpard memasuki pekarangan dan berhenti di depan rumah .


Lalu turun lah 1 orang pria berumur 45 tahun dan disusul seorang wanita terpaut 5 tahun lebih muda darinya selanjut nya mereka langsung masuk kedalam rumah yang mewah tersebut .


" Selamat sore, Wah tuan dan nyonya sudah pulang!! "


" engga kok bi kami hanya mampir sebentar mengambil dokumen " ucap pria tersebut


" Leva mana bi ? " tanya wanita di sebelah nya


" Ada kok di kamarnya nyonya "


Sedangkan di dalam rumah tersebut tepatnya di sebuah kamar yang ukurannya cukup luas seorang gadis cantik sedang menaruh pot kecil berisi air di dalam nya dan menaruh 2 tangkai mawar kedalam pot tersebut


" akan aku jaga Rez bunga yang lu kasih " ucapnya dengan perasaan gembira


*suara pintu di ketuk


tok..tokk..tokk


" Permisi non " suara di balik pintu


" masuk bi "


" ada apa bi ? "


" tuan dan nyonya sudah pulang non "


" serius bii ? "


" iya non tuh ada di ruang keluarga "


Sontak Leva berlari kecil menuju ruang keluarga dengan cepat


" Papihh mamihh " sambil memeluk kedua orang tuanya


" ihh manja banget anak mamih nih " ucap mamih Leva


" aku kangen kalian " sambil memeluk mamih nya


" Gimana kuliah kamu va ?" Tanya papih Leva


" kuliah terus kok pihhh "


" pihhh mihh kita jalan jalan yuk Leva kangen pengen jalan jalan sama papih mamaih "


" lain kali aja yah 3 bulan kedepan papih dan mamih kamu tuh lagi banyak urusan pekerjaan yang tak bisa di tinggal "


" iya Leva bener kata papih kamu kalo gak kamu aja jalan jalan ajak temen kamu kemana aja sesuka hati kamu ke singapore jepang korea atau ke Amrik " timpal mamih Leva


" tapi Leva ingin sama kalian setidaknya Leva ingin kalian sehari aja tinggal di rumah ini temen Leva "


" sudahlah va jangan kaya anak kecil deh kamu manja kolokan kamu kan sudah besar !" ucap papih Leva dengan meninggikan nada bicaranya


" Kalian memang tak pernah mengerti perasaan Levaaaa!!!! " sambil menangis dan berlari kecil menuju kamarnya lalu mengambil kunci mobil dan smartphone nya kemudian turun kembali dan berjalan menuju keluar rumah.


" Leva mau kemana kamu ? " ucap mamih Leva


" Apa pedulinya kalian sama Leva " bentak Leva


Lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas meninggalkan rumahnya


“Hikkkkssss....hiksssssssssssssss..hikssssssss jahat kalian jahat !!!!! " teriak Leva sambil menangis sejadi jadinya di dalam mobil


##


Terlihat mobil yang Leva kendari terparkir di pinggir taman yang bertempat persis di belakang kampus tempat Leva dan Reza berkuliah lalu tampak Leva sedang duduk termenung di sebuah bangku taman .


" kalau pun aku mati pun mereka tak akan peduli " gerutu Leva sambil menyeka air matanya


Kemudian Leva mengeluarkan smartphone dari saku celananya dan menekan no telfon seseorang yang sangat dekat dengannya


" zaaaa heeeeeee hikssssss hikssss " ucap Leva dan langsung menangis


" ehhh vaa lu kenapa vaa hallo va " ucap Reza di ujung telfon dengan nada panik


" zaaa pokok nya lu dateng ke sini "


" hallo lu gak apa apa kan luu lu di mana emang nya ?"


" gua di taman belakang kampus "


" oke gua kesanah sekarang " jawab Reza dengan nada tergesa gesa


##


Terlihat wajah kebingungan dan khawatir terpancar dari raut mukanya saat ini saat setelah Leva menelfon belum lama tadi


" Duh si Leva kenapa yak malah motor masih rusak lagi gimana caranya nihh " ucap reza kebingungan


Kemudian Reza berjalan kearah luar rumah untuk mencari ide supaya bisa menuju tempat Leva saat ini , saat Reza menengokkan pandangan ke kiri dan terlihat sepeda BMX tetangga Reza bernama ibu Eci terparkir di depan rumahnya sontak Reza memiliki ide untuk meminjam sepeda itu agar sampai ke taman belakang kampus


" Assalamualaikum bu Ecii " ucap salam Reza


" Walaikumsalam de Eza ada apa yah "


" ginih bu saya mau minta izin meminjam sepeda anak bu Ecii untuk ke kampus soalnya ada keperluan mendadak, soalnya motor saya lagi rusak "


" oh yaudah gak papa pakai saja tapi kalo udah minjamnya taro lagi seperti semula yah "


" baik bu terima kasih "


" iya zaa "


Lalu Reza mengambil sepeda dan langsung segera bergegas mengayuh sepeda nya ke tempat Leva berada , jarak rumah Reza dan taman tersebut lumayan jauh butuh perjuangan yang keras untuk Reza pergi ke sana menggunakan sepeda .


###


" akhir nya sampai juga hufttttt eh tuh mobil nya tapi mana orang nya yah " ucap Reza sambil melihat lihat ke sekeliling taman


" eh tuh dia " sambil mengarah ke Leva


Sontak mendengar teriakan Reza, Leva langsung membalikkan badan dan berlari ke arah Reza


" zaaaaaaaaaa" sambil berlari


Saat bertemu dengan Reza, Leva langsung memeluk tubuh Reza dan menangis sejadi jadinya di dalam pelukan rezaaa


" heiii heiii lu kenapa vaa heii "


Akan tetapi Leva masih menangis sejadi jadinya kemudian Reza menegakan wajah Leva ke arah wajah Reza kemudian Reza menghapus air mata yang keluar


" udah jangan nangis cerita sama gua va lu kenapa bisa gini va " sambil membelai rambut Leva yang panjang terurai


Lalu Leva menceritakan perasaan kekecewaannya terhadap orang tuanya yang selama ini tak terlalu memperhatikan Leva dan Leva menceritakan pengalamannya dari kecil tak pernah mendapat waktu berkumpul bersama orang tuanya karna mereka lebih mementingkan urusan pekerjaan dari pada anak mereka sendiri .


" gua benci mereka zaa benciii !!! " teriak Leva sambil menangis


" hei heiii va sabar diem diem liat mata aku liat" sambil wajah mereka berhadapan


" Kamu gak boleh bicara gitu ke orang tua kamu sejelek bagaimana pun mereka mereka tetap orang tua kamu yang melahirkan dan membesarkanmu vaa , gak ada va orang tua yang benci anaknya mungkin mereka sering bekerja yaa ada tujuan nya va ya itu satu agar kamu bahagia agar kamu hidup layak berkecukupan agar kamu tak merasakan susah nya hidup " ucap Reza yang sedang menasehati Leva


" karna vaa hikss... hiksss. Ada orang yang inggin bertemu orang tua nya sama seperti mu va tapi tak bisa dan kamu enak sebagaimana pun kamu masih bisa melihat wajah mereka secara nyata " tak terasa air mata Reza menetes keluar membasahi pipinya


Melihat Reza menangis sontak Leva terdiam


" udah pokok nya lu harus sabar va dan harus selalu berbakti sama orang tua lu and orang tua memiliki cara nya masing masing agar membuat anak nya bahagia " ucap Reza sambil menyeka air mata nya dan tersenyum ke arah Leva


" makasih Rezz lu memang beda dari cowo mana pun " sambil membalas senyum Reza


Lalu saling menatap lah mereka satu sama lain tampak lama ke lamaan wajah mereka saling mendekat dan Leva mulai menutup mata nya kemudian mendekatkan bibir nya ke bibir Reza mendapat perlakuan tersebut sontak Reza hanya diam pasif, terasa detak kencang jantung Reza saat bibir Leva menyentuh bibir Reza dan di tambah Reza merasa ada sebuah benda padat yang kenyal menempel di dada nya tersebut membuat Reza tak bisa berkutik seakan akan seperti patung yang hanya diam tak bergerak ,Cukup lama mereka berciuman di taman tersebut akan tetapi Reza hanya terdiam kaku tak membalas ciuman yang Leva berikan.


Tak berselang lama Leva menarik bibir nya dari bibir Reza kemudian menunduk malu dan terlihat pipinya yang merah merona


" ini first kiss gua zaa gua kasih ke lu anggap saja ini ungkapkan kebagian gua bertemu cowo kaya lu "


Terlihat keringat membasahi wajah dan tubuh Reza setelah kejadian tadi dan Reza hanya bisa tersenyum pucat tak menyangka dengan kejadian yang barusan dia alami .


" makasih lu mau sempet sempetin nyamperin gua di ke tempat ini "


" iya sama sama " ucap Reza dengan nada bicara nya masih seakan grogi


" Ya udah balik yuk gua ater lu yah zaa " ajak Leva


" iya " ucap Reza sambil tersenyum


Saat mereka akan menaiki mobil Leva melihat sebuah sepeda tergeletak di jalanan samping mobil Leva


" lu ke sinih naik apa zaa? " tanya Leva


" Tuhhhhh " sambil menunjuk ke arah sepeda


Sontak Leva langsung memeluk Reza kembali dengan erat sambil menagis


" kenapa lagi vaa kok nangis udah cuup jangan nangis jelek tau dan peluk peluk mulu emang nya teletabis apa berpelukan hihi " ejek Reza


" ihhh Rezaaaa mahhhh " sambil mencubit pipi Reza


" yaudah katanya ngajakin balik "


" iya " sambil bergelayut manja di leher Reza


Lalu Reza masukan sepeda yang tadi iya bawa ke dalam bagasi mobil belakang Leva kemudian mereka pergi menjauhi taman


###


" gua turun di sini aja vaa " ucap Reza


" kenapa gak sampe rumah aja si za dari kemaren turunnya di sinih mulu " protes Leva


" udah gak papa gua kan bawa sepeda udah lain waktu aja deh "


" huftttt yaudah deh za dan makasih untuk segalanya "


" hehe iya semua for you va " kata Reza sambil tersenyum


" oke zaa byeee "


" byeeee "


Akhir nya mereka berpisah di daerah tersebut .


###


Pada malam harinya Leva di dalam kamar sedang berbaring memandang keatas langit lagit rumahnya sambil membekap sebuah bingkai foto , di dalam bingkai tersebut terdapat foto selfy berdua dirinya dan Reza sesekali dia tersenyum tak jelas seakan sedang mengkhayalkan sesuatu


*Trettttttt suara pintu di buka


Sontak Leva langsung menutupi foto tersebut di balik selimut yang berada di sampingnya


" Mamih papih " ucap terkejut Leva melihat mamih papih nya datang dengan baju santai berjalan mendekat kearah Leva


" Vaaa " ucap mamih papi Leva bersamaan


Lalu mereka bertiga berpelukan erat di atas tempat tidur Leva sambil menangis


" vaa maaf fin mamih va mamih papih sadar memang semua ini salah kami yang terlalu tak perduli sama kamu " ucap mamih Leva sambil menagis


" maaf fin papih juga vaa papih belum bisa membahagian Leva secara kasih sayang dan perhatian " timpal papih Leva


" pih mih sudah gak usah kalian bersedih disini Leva yang salah Leva yang durhaka kepada kalian tak mengerti maksud dan tujuan mamih dan papih bekerja keras untuk Leva "


Ucap Leva sambil ikut menangis


" gak sayang ini salah mamih papih dan mamih dan papi akan berjanji sayang akan berubah untukmu dan akan selalu ada waktu untukmu"


"Leva juga akan berubah pih mah menjadi anak yang lebih berbakti kepada orang tua "


Terlihat moment yang sangat mengharukan tersaji saat mereka bertiga berpelukan Leva sangat bahagia mendapatkan perhatian dan kasih sayang kedua orang tuanya yang lama iya tak dapat kan...


---ooo---