
Part 1
Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 wib suasana jalan pun mulai lengang dan toko toko sudah banyak yang tutup dan akan tutup sperti sebuah restoran yang yang berada di sisi jalan besar sudah tampak sepi dari pengunjung bangku bangku sudah di naikan ke atas meja dan ada beberapa karyawan sedang mengelap meja dan mengepel lantai restoran, terlihat Reza sedang membereskan barang barangnya ke tas kecil yang ia bawa. Reza sudah selesai melaksanakan tugasnya dan akan pulang setelah berpamitan kepada beberapa rekannya akhirnya reza melangkah keluar restoran dengan masih memakai seragam pelayannya .
Dengan langkah pelan Reza berjalan menyusuri trotoar jalan yang sepi dan melawan dinginnya udara malam sambil membawa bungkusan plastik di tangannya .
" duit cuma ada 10 rb lagi huffttt terpaksa jalan kaki lagi deh setengah jalan baru naik angkot biar ngirit lagi buat besok " ucapnya sendiri sambil berjalan pelan
Reza sudah terbiasa melakukan hal itu di kala simpanan uangnya mulai menipis Reza akan jalan kaki saat berangkat atau pulang kerja jika sudah setengah jalan atau sudah dekat tempat kerja atau rumahnya baru ia naik kendaraan umum.
Saat Reza berhenti di sebuah halte dan akan menunggu bus atau orang jakarta sering di sebut kopaja Reza melihat seorang wanita sedang jongkok di depan toko sambil menangis dan terlihat wanita tersebut membawa koper yang berukuran lumayan besar dan sambil membawa tas ransel di punggungnya wajah wanita tersebut tak kelihatan dikarenakan wanita itu menundukkan wajahnya sambil kepalanya di tutupi kupluk membuat Reza tak dapat melihat jelas wanita tersebut karena kerasa iba dan penasaran Reza mendekat wanita tersebut .
" hai kamu kenapa malam malam begini nangis ?"
Tidak ada jawaban dari wanita tersebut hanya terdengar tangisan yang masih terdengar .
" sudah larut malam loh bahaya wanita malam malam gini di luar sendirian , kalo boleh saya tau kenapa kamu bisa seperti ini kamu abis kerampokan atau kecopetan? "
Di jawab gelengan kepala dari wanita tersebut.
" atau kamu nyasar dan kehabisan ongkos ? "
Lagi lagi wanita tersebut hanya menjawab dengan gelengkan kepala .
Lalu Reza jongkok di depan wanita tersebut.
" Heii denger yah saya memang gak kenal kamu siapa dan masalah apa yang sedang kamu hadapi tapi jangan jongkok di tempat seperti ini kamu ini wanita bahaya rentan dengan terkena tindakan kriminal atau pelecehan kalo boleh saya akan antar anda pulang atau akan saya temani anda kemana pun "
Cukup lama wanita tersebut diam tak menjawab perkataan Reza membuat Reza kebingungan antara membiarkan saja lalu pergi atau tetap menemani wanita tersebut mengikuti insting kebaikan hatinya , saat Reza di terpa kebimbangan tiba tiba wanita tersebut bersuara dan sedikit berbicara kepada Reza.
" Thanks udah peduli sama gua " ucap wanita tersebut
Mendengar wanita tersebut bersuara Reza sedikit terkejut karena Reza merasa sangat mengenali suara wanita yang ada di hadapan nya ini .
" terkadang gua bingung sama dunia ini kita terlahir ke dunia ini memiliki pribadi masing masing yang berada memiliki mimpi dan kemauan yang berbeda beda akan tetapi kenapa manusia lain seolah menganggap diri nya seperti Tuhan yang mampu dan harus mengatur segala apapun yang ada di dunia ini kalo tuhan berhak untuk itu tapi manusia ?? Is not affair" ucap wanita tersebut dengan nada suara sedih dan mulai bangkit dan berdiri di hadapan Reza .
Wajah Wanita tersebut masih tak terlihat jelas oleh pandangan mata Reza karena masih dalam posisi menunduk , Reza saat ini bingung dan hatinya berkecamuk di karenakan amat sangat kenal suara wanita ini tak asing lagi di telinga Reza dengan rasa penasaran yang penuh di hati Reza menjawab perkataan wanita tersebut .
"Sabarlah saya yakin kamu akan mendapatkan jalan atas masalahmu itu akan tetapi jika di izinkan boleh ka saya melihat wajah anda " tanya Reza ke wanita tersebut
Lalu wanita tersebut menghapus air mata nya dengan jari tangan dan mulai menaikan pandangan kepada nya kedepan untuk menghadap ke Reza dan saat wanita itu sudah menegakkan kepalanya dan tampaklah jelas wajah wanita itu di hadapan Reza yang sontak membuat Reza terkejut di buatnya .
" Lllleeevaa " ucap nya terkejut sambil terbata bata saat melihat jelas wanita tersebut yang ternyata adalah Leva kekasihnya sendiri .
Leva pun ikut terkejut melihat wajah pria yang sudah mengisi relung hatinya ini berdiri di hadapannya dan tanpa berfikir panjang Leva pun langsung memeluk Reza dengan erat sambil menangis sejadi jadi nya di pelukan Reza .
Reza hanya bisa menyambut pelukan Leva dengan hangat dan mendekap erat tubuh Leva yang lumayan sekel bin montok ini Reza masih bingung kenapa Leva bisa berada di tempat ini sambil jongkok dan menangis untuk menjawab seluruh rasa penasaran di hati nya Reza mulai berbicara ke Leva yang masih menangis tersedu sedan di pelukannya .
" sayangg kamu kenapa kamu kenapa bisa seperti ini heii vaa kamu kenapa ? " tanya Reza dengan penuh rasa penasaran dan amat sangat khawatir .
" Rezaaaa merkaa gaak adill sama aku zaa gak adill hikksssss hiiikkss " ucap nya sambil menangis
" Gak adil gimana sayangg heii tenang dulu jelasin ke aku kamu ada masalah apa sayang " sambil menatap wajah Leva dan di hapus lah airmata yang keluar bercucuran membasahi pipi nya .
Raut wajah Leva saat ini cukup tak karuan karena rasa sedih kecewa dll bercampur aduk di dalam dirinya bola mata dan kelopak mata Leva memerah dan bengkak karena teralu lama dan banyak menangis , melihat Leva saat ini amat sangat terpuruk membuat Reza berinisiatif untuk segera mengamankan Leva ke rumahnya .
" Udah jangan sedih lagi sayang jangan sedih aku di sini va aku di sini " ucap Reza berusaha menenangkan Leva terlebih dahulu lalu membelai dan mencium rambut Leva .
Reza berfikir tak mungkin membawa Leva dengan keadaan seperti ini jalan kaki ke rumah nya dan Reza berfikir juga duit yang ada di saku nya saat ini hanya terdapat uang 10 rb rupiah dan uang tersebut tak akan cukup untuk naik kendaraan berdua, dengan menarik nafas dalam dalam reza berinisiatif untuk memanggil taksi yang melintas di hadapannya .
" Taksiiii " teriak nya sambil melambaikan tangannya ke arah taksi tersebut dan taksi tersebut mengarah lalu mendekat ke Reza dan Leva .
" Bodo lah modal nekat dulu " ucap nya dalam hati
Lalu taksi pun berhenti di samping Leva dan Reza .
" Va kamu ke rumah aku dulu oke " ucapnya ke Leva di jawab anggukan kecil oleh Leva .
Lalu dengan sigap Reza menuntun leva masuk kedalam taksi dan menaruh koper yang Leva bawa kedalam bagasi mobil taksi
" ini orang ada masalah apa yah pake acara bawa bawa koper segala hemm " ucap nya sendiri lalu menutup bagasi mobil dan langsung masuk kedalam taksi
" Kedaerah XXXXX jl.XXXXX yah pak tau kan "
" Oh tau mass oke "
Lalu mobil taksi yang mereka tumpangi mulai bergerak berjalan menuju rumah Reza dan selama perjalanan Reza hanya memeluk Leva lalu di belai ciumi wajah dan rambut Leva .
Pukul 00.30 wib taksi yang mereka tumpangi sampai dan berhenti di depan gang yang mengarah ke rumah Reza lalu Reza dengan sigap turun mengeluarkan koper yang Leva bawa kemudian kembali lagi memapah Leva yang mulai kelelahan .
" Paa tinggu bentar yahh saya mau bawa temen saya masuk dulu kesian dia tuhh rumah saya gak jauh kok yah " ucap Reza ke sopir taksi tersebut
" oke jangan kabur dan lama lama yah saya harus narik lagi nih " jawab supir taksi tersebut
" iya pa saya gak bohong dan gak lama lama kok " sambung Reza
Lalu Reza memapah tubuh Leva dan menyeret koper di tangan sebelahnya dengan pelan menuju je dalam rumah nya , setelah membuka kunci rumah sebentar lalu Reza langsung masuk dan mendudukkan Leva di lursi ruang tamu miliknya .
" kamu istirahat aja sebentar dulu yah vaa aku mau bayar taksi dulu "
Di jawab anggukan kecil oleh Leva terduduk lemas sambil menyeder di kursi Reza
Lalu Reza langsung beranjak keluar rumah dan berfikir sejenak bagaimana caranya membayar bill argo taksi tersebut .
" Arrrrggghh gimana nih hemm " ucap nya kebingungan sambil mengaruk garuk kepala nya .
" Hemm bu Dian coba aja dehh minjem sama bu Dian hemm tapi udah malem gini ganggu gak yahh hemmm bodo lah mendesak ini bilang aja " lalu Reza memberanikan diri berjalan menuju rumah bu Dian
Saat Reza akan ke rumah bu Dian terlihat suami bu Dian pa Joko salah satu teman ngobrol ayah Reza semasa hidup sedang main catur bersama pak rt di depan rumah nya lalu Reza mencoba memberanikan diri untuk meminta bantuan kepadanya .
" permisi pak Joko dan pa rt "
" ehh Rezaaa iya nak kenapa baru pulang kerja kamu ?" Tanya pak Joko
" eee iya pa baru pulang kerja eee gini paa, Reza boleh minta tolong gak sama pa Joko "
" apa za ?"
" pa Joko ada uang 100 rb ga saya minjam dulu tadi saya pulang kehabisan ongkos saya mau bayar taksi nanti gajian saya ganti pa " ucapnya memohon kepada pa Joko sambil memasang muka berharap .
" udah gak usah di ganti kaya kenal baru aja kamu toh dan kalo kamu laper mau makan gih sana ke rumah bapak "
" terimakasih pa gpp pak saya gak mau merepotkan bapak dan pasti saya ganti pa"
" haha Reza Reza kamu seperti almarhum bapa kamu saja za "
Reza hanya menjawabnya dengan senyuman dan langsung berbalik badan dan segera membayar taksi yang tadi ia dan Leva naiki .
" Nihh paa saya gak bohong kan " ucap nya sambil menyerahkan uang
" hehe oke oke terima kasih mass "
Lalu taksi itu berjalan meninggalkan Reza sendiri sesudah itu Reza langsung kembali menuju rumahnya , saat sampai di ruang tamu Reza melihat Leva sudah tertidur sambil bersandar di kursi sofa ruang tamunya .
" Sayang bangun jangan tidur di sinih tidur di kasur aku aja yah " ucap Reza di depan mula Leva sambil mengelus lebut rambut Leva
Leva sepeti nya sangat kelelahan hingga tak menanggapi perkataan Reza, Leva masih terpenjam diiringi hebusan nafas kecil dari hidungnya .
Lalu Reza duduk di samping Leva dan mendekap tubuh Leva dari arah samping .
" Kamu kepa va ada apa dengan diri kamu masalah apa yang sedang kamu hadapi sayang " ucap Reza
Karena tak mau membiarkan kekasih yang ia sayangi ini tidur di sofa akhirnya Reza memapah tubuh Leva dan menggendongnya menuju kamar Reza lalu sesampai di kamar Reza langsung membaringkan Leva di atas tempat tidur miliknya ini .
Setelah itu Reza langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri nya setelah itu memakai pakaian biasa dan beranjak ke atas tempat tidur lalu berbaring di samping Leva,
Di tataplah wajah Leva yang sedang tertidur tampak tergambar jelas di wajah Leva bahwa banyak beban kesedihan kekecewaan yang ia rasakan saat ini melihat hal itu Reza tak kuat hati dan seolah Reza merasakan juga apa yang saat ini Leva rasakan .
" kuat lah sayang apa pun yang sedang kamu hadapi aku akan selalu ada di samping mu menjagamu hingga kau terlupa akan masalah yang kai hadapi " ucap nya lalu Reza mengecup bibir Leva dan tak lama Reza pun tertidur di samping Leva .
###
Di kediaman rumah Leva terlihat mamah Ningsih dan papa Davit sedang duduk di ruang tamu yang mewah mereka sangat mengkhawatirkan Leva yang pergi meninggalkan rumah karena kejadian yang mereka lalui tadi.
" Pahhh hiiikssss Leva kemana paahhh " ucap mamah Ningsih ibu Leva sambil menangis.
"Papa juga ga tau mah " ucap nya dengan nada kebingunan
" Papahh sihhh kenapa pake nampar Leva segalaaaa hiksss hikss "
" anak itu mah yang bikin papah emosi dan gak nurut sama papah "
" aturan papah harus lebih kontrol emosi papah tau sendiri karakter anak kita seperti apa pahh , apa kita salah yah pah terlalu mengatur hidup Leva pah"
" Gak ada yang ngatur hidup Leva mah papa cuma mau mengarahkan dia agar lebih bahagaia kehidupan kedepan nya "
Lalu om Davit langsung duduk di kursi panjang lalu mengeluarkan smartphone milik nya dan om Davit terlihat sedang menelfon seseorang.
(+) " Haloo Gaaa gimana kamu udah dapat informasi leva kemana? "
(-) " iya om sudah, tapi sedang aku selidiki lebih jauh om aprilia bersama seorang pria "
(+) " Haaa priaaa ?? Seriusss terus di bawa kemana dia " ucap om davit dengan nada khawatir .
(-) " untuk kemana nya aku kurang tau om tapi seperti nya aku kenal sama pria ini aku pernah bertamu pria ini sebelumnya , tapi om tak usah hawatir menurut ku pria itu bisa mengamankan leva om tapi aku akan usahakan memulangkan leva secepat nya "
(+) " Terus intai leva di mana pun dan selidiki data pria yang kamu maksud itu dan kasih tau om "
(-) " baik om "
#lalu telfon di tutup
" siapa pun kamu aku tak akan membiarkan anak ku berlama lama bersama mu " ucap papi Leva sambil berdiri
+Pukul 05.30 WIB
Krrrrringgggggg......kkkkrrrringgg....kringggggggggg
Jam weker yang berada di atas meja kecil samping tempat tidur Reza berbunyi suara yang di hasilkan nya cukup terdengar kencang membuat Leva terbangun dari tidurnya yang lelap dan langsung menekan tombol yang berada di sisi tengah jam weker itu untuk mematikan alarm , setelah alarm itu mati Leva masih terduduk di atas tempat tidur Reza dan Reza masih terlelap dalam tidurnya yang nyenyak lalu Leva menoleh ke arah samping dan memandang wajah Reza yang masih tertidur .
" Aku sangat beruntung za memiliki kekasih seperti mu tak salah aku jatuh cinta kepadamu aku ikhlas dulu kau mengambil mahkota kewanitaan ku kau pantas za pantas " sambil mengelus pipi Reza
Merasa ada yang mengelus mengelus pipi nya dengan pelan Reza mulai kembali dari alam tidur nya dan membuka matanya dengan perlahan .
" Sudah jauh lebih baik va?" Tanya Reza sambil bangun dari posisi tidur dan duduk di samping Leva .
" Yess my love " lalu mengecup bibir Reza
" va aku pengen ngomong serius sama kamu yah , va jujur sama aku kamu ada masalah apa ada hal apa hingga kamu sampai seperti ini Kamu pergi dari rumah? Sampai kamu jongkok di emperan toko tolong cerita dan jawab yang jujur kamu harus terbuka sama aku kalo kamu masih ngangap aku kekasih mu" tanya Reza dengan tatapan serius ke Leva
Sebelum menjawab pertanyaan Reza Leva terlihat memejamkan mata nya dan menghirup napas dalam dalam dalam dan mengembuskan nya .
" Aku lagi ada masalah sama orang tua aku za"
Lalu leva menceritakan seluruh masalah yang ia alami saat ini mulai dari Gaga yang berusaha kembali kedalam kehidupan Leva dan pertengkaran Leva dengan papahnya yang amat sangat ingin menjodohkannya dengan Gaga karna untuk kepentingan pribadi papah nya hingga papah nya memukul Leva yang berujung Leva meninggalkan rumah .
" hiksss aku bingung zaa aku bingung harus bagai mana sama mereka mereka terlalu mengatur hidup ku za di kala aku masih kecil dulu mereka tak ada di sisi ku za di saat aku butuh kasih sayang mereka za mereka gak ada za malah bibi yang selalu memberikan aku kasih sayang dan mengurus aku hingga besar ini dan di saat aku sudah dewasa aku ingin memilih jalan hidup ku sendiri tiba tiba mereka seolah datang dan memaksakan kehendak pribadi mereka zaa mereka gak tau Gaga itu seperti apa ke aku zaa gak tau hiksss "
" sini aku peluk " ucap Reza lalu di peluklah Leva erat erat oleh nya dan Leva menangis sejadi jadi nya di pelukan Reza
" aku tau va perasaan kamu seperti apa aku bisa rasa in tapi va untuk soal orang tua kamu terlalu sibuk waktu kamu kecil yaa kita ambil sisi positifnya va gak baik jika kita berburuk sangka kepada ayah ibu kita seperti yang pernah aku bilang va orang tua kamu ingin membahagiakan anak nya supaya anak nya tak merasakan susahnya hidup perihnya hidup va ya walaupun aku mengakui kasih sayang itu gak bisa di ukur dengan uang kebersamaan dengan orang tua gak bisa di tukar dengan selebar uang yaa kamu harus bijak va menyikapi mereka, dan soal kehendak mereka itu yang membuat ku bingung gundah dan lemah va setara aku bukan siapa siapa va aku gak seperti si Gaga itu yaa mungkin jika papa mamah kamu ngeliat aku yaa aku gak tau harus bagaimana di depan mereka " ucap Reza lalu menundukkan pandangannya
" Aku cuma mau sama kamu zaa hanya sama kamuuu hiksss "
" jika nanti aku bertemu papah mu aku akan berusaha meyakin kan papah mu va bahwa aku pantas untuk mu bukan Si Gaga va bukan "
" Janji zaa kamu akan berusaha seperti itu "
" janji va akan ku coba "
" ku pegang janji mu sayang aku hanya mau kamu dalam hidup ku " ucap Leva sambil memeluk erat Reza
" Semoga va semoga dalam hati kecil tak yakin tapi semoga tuhan memberi jalan untuk ku "
Ucap Reza dalam hati
###