My Love Journey

My Love Journey
Chapter 10



Pukul sepuluh malam niken terlihat sedang melintasi lorong hotel menuju ruangan spa dan sauna yang terdapat di lantai 1 bagian belakang hotel Niken berjalan dengan santainya sambil sesekali memainkan smartphone yang digengamnya , saat Niken melintasi area kolam renang yang dihiasi banyak beraneka pepohonan Niken sedikit menoleh ke arah tempat tersebut Niken tampak menghentikan langkahnya dan memperhatikan ke sebuah Gazebo yang berada tak jauh dari kolam renang niken terlihat bingung ketika melihat Leva sedang duduk sendiri dan bersandar di dinding sambil menatap kearah langit yang di turni rintik rintik salju .


Melihat hal itu timbullah ide iseng Niken untuk membuat Leva terkejut selanjutnya Niken berjalan mengendap ngedap ke arah Leva


" DORRRRR !! "


" Haaaaaa " teriak Leva sambil berdiri


" Hahahahaha " Niken tertawa melihat Leva yang terkejut


" Ihhhh jail banget nih kakak kagetin aku aja" protes Leva


" Hahahahaha lagian ngapain malem malem gini di luar sendirian di samperin setan bule lohh haha emang suami lu kemana ? "


"suami lagi yee tapi amin dah haha Reza kan dari sore tadi pergi tau ke mana sama kak Doni "


" wakwak ngarep juga nih anak haha tapi iya juga sihh tuh anak kemana yak sama Doni gak bilang bilang lagi "


" mana ku tauu "


" ya udah dari pada di sini lu sendiri an kaya patung mending ikut gua yuk yuk kita spa night and sauna " ajak Niken sambil mengedipkan sebelah mata nya


" bolehh tuhh "


" yaudah yuk jalan "


Lalu Niken dan Leva berjalan berdua menuju tempat spa dan sauna yang disediakan oleh pihak hotel


###


*Suara soun DJ DUMMM PARADUMMMM DUMMM DUMMMMMMMM


Di sebuah pusat hiburan malam atau yang sering di sebut diskotik yang berlokasi tak terlau jauh dari Renaissance London Heathrow Hotel terlihat Doni dan Reza sedang duduk di sebuah bar dan sedang memperhatikan ke arah ke sebuah kerumunan bule bule yang sedang berjoget dengan enerjik nya , lain dengan Doni yang amat sangat menikmati suasana di diskotik tersebut Reza sungguh terlihat tak nyaman dengan lingkungan sekitarnya dengan suara musik dj dan bola lampu disko yang berkedap kedip .


" Wooooooo seruuu zaaa diemm aja nih di minumm dong " sambil menyodor kan segelas minuman beralkohol yang cukup tinggi


" gaa ahh donn " tolak Reza sambil menahan tangan Doni


" alah cupuu banget nihh ayoo minumm minummm "


Terlihat Doni sedang agak mabuk menegukkan paksa minuman yang dipegangnya ke Reza akhir nya Reza meneguk habis segelas minuman beralkohol yang di pegang Doni lalu Reza terbatuk batuk karna tersedak


" Hahahaha zaa zaa bagus baguss nihh tambahh lagii "


Doni kembali mencekoki Reza dengan minuman beralkohol kali ini dengan porsi full gelas Reza yang tadi sudah meneguk segelas minuman tampak memegangi kepalanya kembali sehabis meminum minuman yang di tegukan paksa oleh .


Kepala Reza saat ini sangat terasa berat pandangannya mulai kabur matanya terlihat mulai memerah Reza hanya bisa terdiam dan bersender di bangku bar diskotik


###


" Duhhhh seger nya abis di spaaa " ucap Niken


" iyaaaa " jawab singkat Leva


" tingal sauna yuk "


" oke "


Lalu mereka berdua melangkahkan kaki mereka ke ruangan sauna yang tak jauh dari tempat spa , sesampainya di ruangan sauna Niken dan Leva duduk di sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu


" arhhhhh hangat nyaa " ucap Leva ketika duduk dan menikmati sensasi hangat di ruangan itu


Terlihat Niken yang sedang duduk di sebelah Leva sedang bersandar di dinding ruangan sambil memejamkan mata nya , Leva dan Niken di ruangan ini hanya mengunakan handuk putih yang dililitkan ke badan merka dari pangkal paha hingga bagian atas payudara mereka jadi terlihat lah tubuh putih dan mulus kedua wanita ini .


Leva yang memiliki ukuran payudara lebih besar dari Niken membuat lilitan handuknya tampak membalut payudara Leva agak sesak melihat hal itu Niken diam dan memperhatikan dari samping , menyadari Niken sedang memperhatikan payudaranya Leva langsung menyilangkan kedua tangannya ke payudara


" Ngapain di tutupin Leva kan kita sama sama cewe haha " ucap Niken


" Lagian kakak ngeliatinnya sampe segitunya "


" hihi lagian kalo diliat liat kamu gede banget loh vaa kalah nih aku " sambung Niken sambil megang payudaranya sendiri


" sering di keremes keremes sama Reza yahh haha " ucap Niken persis di sebelah telinga Leva


" ahhh apa an sihh kakak mahh " bantah Leva


" vaa ? "


" kenapa lagi " jawab Leva dengan ketus


" kamu masih perawan vaa? "


Mendengar pertanyaan Niken tersebut Leva langsung mengalihkan pandangan ke arah Niken lalu menatap serius wajah Niken yang terlihat sayu


" ihhhhh ada ada aja dehh pertanyaan nya kak "


" seriuss vaa lu pasih pw gak ?"


Mendengar desakan pertanyaan tersebut membuat Leva menjadi agak kesal dan menjawabnya dengan nada ketus


" Masih lah kak gua gak pernah kasih ke siapapun sebelumnya !"


" erghhh yakinntuh "


" yakinlah "


" mana coba buktinya "


" ehh " Leva bingung mendengar perkataan Niken


Terlihat Niken saat ini sedang duduk menyamping ke arah Leva dan tampak sedang meraba payudarahnya sendiri dengan satu tangannya dan mencoba merangkul tubuh Leva dari samping wajah Niken terlihat seperti wanita yang sedang naik Libido nya dan menatap sayu ke arah Leva


Melihat Niken yang tiba tiba berubah sikap seperti itu Leva sedikit agak panik dan berusaha menjauhi Niken


" woyyy kaaa kamu ngapa kak "


" aku gak apa apa ko " dengan nada suara halus dan megigit bibir bawah nya


Niken berusaha mendekati Leva yang sedang ketakutan melihat perubahan sikap Niken selanjut nya didekaplah tubuh Leva oleh Niken dari arah depan lalu tangan Niken terlihat sedang mengelus ngelus bagian leher Leva , Leva yang sedang dalam posisi terdesak hanya bisa diam tidak bisa berkutik dan sedikit bergeliat tubuh nya ketika Niken mengelus leher Leva


" ahhhh kak mau ngapain " ucap Keva dengan nada mendesah


" mau ngajarin yang enak eanak sama kamu cantik " jawab Niken


Lalu Niken mendekap mulut Leva dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan Niken yang sebelah kanan turun ke area payudara leva dan di remas remas pelanlah payudara Leva yang masih terbalut oleh lilitan handuk.


Mendapat rangsangan remasan di area payudaranya Leva merasa ada sesuatu sensasi lain yang tak pernah iya rasakan sebelumnya ia hanya bisa bergeliat dan berkicau tak jelas karna mulut nya di dekap oleh tangan Niken


" gimana enak kan vaa di remes remes " ucap Niken


Leva hanya bisa berbicara tak jelas karna mulut nya di dekap


" aku buka yah vaa "


Terlihat Niken sedang membuka paksa lilitan handuk yang membukus kedua payudaranya Leva dari arah atas dan setelah Niken berhasil menurunkan handuk terpampang jelas lah 2 buah payudara yang berukuran cukup besar dengan kedua ** berwarna kecoklatan menempel di tengah tengah payudarah Leva,


Melihat payudara Leva yang sangat montok Niken tersenyum lalu mengecup payudara Leva.


" Vaaa punya kamu gede bulet kenyel dan montok banget kok bisa sih punya aku gak gini rahasianya apa yahh arghhh aku isep yah "


Niken langsung menghisap payudarah Leva yang tergantung bebas dihadapannya dengan rakus di gigit gigt dan di sedot sedot lah kedua ** payudarah leva secara bergantian , di perlakukan seperti itu Leva hanya bisa meronta ronta dan berkicau desah


" oohhhh kaa jangann kaa ohhh kaaaaa udahh udahh arghhhh jangan di gituin kaa ahhh ah " rancau Leva dengan nada tersengal sengal


" udah cantik nikmatin aja kali ini akan lebih enak vaa " bisik Niken di telinga Leva


Lalu direbahkan paksa tubuh Leva oleh Niken di kursi ruangan sauna Leva lagi lagi hanya terdiam di perlakukan seperti itu oleh Niken, setelah tubuh Leva di dibaringkan di kursi panjang oleh Niken, Niken kali ini berusaha menarik CD yang masih melekat pada badan Leva yang menutupi ** nya .


" Ahhh kaa jangann " Leva berusa menahan tangan Niken agar Niken tidak membuka cd nya


" udahh jangan nolak gua tau vaa lu ngerti soal gini ginian udah nikmatin aja dan gua juga tau lu merasa enak va atas sentuhan sentuhan gua tadi " ucap Niken


skip😂


" enak vaa ? " ucap Niken dengan nada genit


Leva hanya terdiam dan masih berusaha mengatur nafas nya yang tersengal sengal


" ihh kenapa nangis di bikin enak kok nangis sihh hehe "


" kakak mah gituu "


" haha ini baru pelajaran pertama vaaa lain kali kita ginian lagi yuk tapi gantian kamu juga harus wajib bikin ***** aku kaya kamu tadi sampe nyemprot nyemprot haha "


" ngomong apa sih lu kak " jawab Leva ketus


" haha yeee nanti awas aja kamu minta main adu gunung sama aku vaa "


" tau ah gelap "


" hihi yaudah keluar yukk udahh gerah banget nih hawa nya " ajak Niken


Leva tak menjawab ajakan Niken dan langsung pergi keluar ruangan dan mengganti pakaian nya seperti semula .


###


Di tengah keramaian dan kemerian suasana di dalam diskotik yang Doni dan Reza datangi terlihat Reza yang sudah dalam ke adaan mabuk sedang menyenderkan tubuh nya di tembok samping sebelah bar minuman, Doni yang ikut mabuk juga tapi masih bisa mengontrol kesadarannya sedang berjalan aga sempoyongan mendekati Reza yang sudah terkapar .


" eeeerhhh zaaa bangun kita cawww " ucap Doni dengan nada suara berat sambil menepuk nepuk pipi Reza


Reza yang sudah dalam keadaan tidak sadar tidak merespon pangilan yang Doni ucapkan


Akhirnya Doni menggendong Reza yang sudah terkapar Doni berjalan dengan sempoyongan sambil menggendong Reza balik ke hotel tempat mereka menginap .


###


" Cantikk kok diem sihh " ucap Niken kepada Leva sambil berjalan menuju ke kamar mereka


" bodo kak aku lagi bete sama kakak " jawab Leva dengan mada ketus


" haha bete bete apaan sih abis enak enak juga bete lagi haha " lalu Niken memeluk Leva dari arah belakang sambil meraba payudara Leva


" ahhh lepasin kaaak " sambil meronta


" hahaha "


Saat Leva dan Niken berjalan melintasi loby hotel langkah Leva terhenti ketika melihat ke arah pintu masuk terlihat Doni yang sedang menggendong Reza dari arah belakang punggungnya, melihat hal itu sontak Leva langsung berlari kecil menghampiri Doni di susul Niken .


" kaaaak, Rezaaa kenapa ? " tanya Leva panik


" ehhh elu va eee nih cowo lu " ucap Doni dengan nada suara agak berat


" yanggggg mabokk lagiii luhh yahhh " ucap Niken lalu memapah Doni langsung membawa Doni kembali kamar mereka


" vaaa bawa Rezaa ke kamar luu " ucap Niken singkat


Leva langsung berjongkok di depan Reza dan berusaha membangunkan Reza


" Zaaaaa lu kok mabok sihhh zaaa bangun zaaaa lu orang nya gak kaya ginihhh " sambil mengguncang guncang tubuh Reza


Terlihat Reza mulai tersadar dan sedikit membuka matanya tampak mata Reza sangat merah dan sayu , kemudian Leva mencoba membangunkan Reza dan dipapah berjalan sambil di rangkulan pundak Leva, Reza yang dalam keadaan setengah sadar berjalan sangat sempoyongan dituntun Leva .


###


Sesampainya di kamar Reza langsung direbahkan ke kasur oleh Leva setelah itu Leva langsung menutup pintu kamar kembali dan membuka sepatu lalu jaket yang di kenakan Reza.


" zaaaa lu kenapa bisa mabok sihh zaa lu bukan tipee cowo ginih zaa " ucap Leva sambil duduk di samping Reza


" ehhhh arhhhh vaaaa " tiba tiba Reza bersuara


" ehhh zaa "


" luuu tuhh nafsuin bangett vaa aahhhh aasr " ucap Reza dalam ke adaan setengah sadar


Mendengar omongan Reza, Leva hanya bisa terdiam terkejut kemudian tiba tiba Reza bangun dan menatap Leva dengan tatapan kusut


" gua tuhhh mulai cinta vaa sama luu ersshh dan gua juga sebenernya nahan nafsu sama luuuu " Reza memegang kedua pundak Leva dengan cengkraman yang cukup kuat


" Zaaaaa sadarrr zaaa sadarr " berusaha memberontak dari cengkeraman tangan Reza


" gua tuh terpesona banget tau vaaaaaa ee sama kecantikan wajah lu dan ke molekan badan lu apa lagii pas gua liat lu telanjang "


" ahhhhhhhhh zaaa lepasss zaaaaaa " teriak Leva ketika Reza tiba tiba menerkam nya lalu **** tubuh Leva


" zaaaaaaa sadar rrrr zaaaaaaa ahhh azaaaaa " teriak panik Leva saat Reza mulai menciumi leher nya sambil memegeng kedua tangan Leva


" ahhhh ahhh zaaa ahhh jangan za ahhh "


Terlihat Reza sedang meciumi kedua payudara Leva yang masih terbungkus baju yang di kenakannya Leva hanya bisa meronta ronta akan tetapi usaha nya sia sia Reza mendekap tubuh nya sangat kencang.


skip lagi😂


Melihat hal itu Leva langsung menutupi tubuhnya dengan selimut dan menyender di ujung bagian tempat tidur lalu menangis.


" lu jahat sama gua zaa " ucap Leva dalam hati sambil melihat ke arah Reza lalu menutup muka nya dengan tangan dan Leva menangis


###


Reza mulai terjaga dari alam tidur nya ketika mendengar sayup sayup seperti seorang wanita yang sedang menangis , di buka lah mata Reza secara perlahan tampak cahaya mentari sudah memasuki ruangan kamar saat mata Reza sudah terbuka sedikit terasa kepalanya seperti memutar keleyengan dan Reza memegangi kepalanya .


Akan tetapi Reza penasaran lalu mencoba membuka paksa mata nya Reza bingung ketika sadar Reza sudah berada di kamar dan tanpa menggunakan busana dan celananya agak melorot , lalu Reza melihat ke arah samping tempat tidur sontak Reza kaget melihat Leva yang sedang berjongkok di sisi tempat tidur sambil melipat kedua tangan nya di iringi suara tangisan .


Akhirnya Reza terdiam dan berpikir mengingat mengingat kembali kejadian kejadian tadi semalam setelah Reza muali ingat kejadian yang ia lakukan dari mulai di diskotik hingga di kamar ini Reza langsung turun dan melangkah ke arah Leva .


" vaaa " ucap Reza dengan nada bimbang sambil berjongkok di depan Leva


Menyadari kehadiran Reza didepannya Leva mengangkat wajahnya dan menatap wajah Reza


" hikss lu jahatt zaa " ucap Leva dengan nada lemah terlihat wajah Leva terlihat kusut dan mata nya merah karena menangis


" vaaa maaff vaa gua ga bermaksud vaa gua ga sadar saat semalem " jawab Reza


" lu tegaa zaaa tegaaaaa lu ambil perawan guaaa heeeeeheee " hardik Leva sambil memukul mukul ke arah dada Reza lalu menagis


" heii heii vaa tenang vaa gua akui vaa gua salah semalam tapi untuk kejadian itu gua bener bener gak sadar va "


" lu kenapa mabuk mabukan zaa kenapa jadi nya lu ginihhh gua kecewa sama lu zaa kecewa "


" gua jelasin yah vaa gua semalam di ajak sama doni katanya mau jalan liat liat pameran ehh tau tau nya gua di ajak ke tempat gitu "


" lu senang kan zaa udah ambil perawan gua walaupun secara gak sadar teruss abis ini lu pergi buang gua gitu aja " ucap Leva kembali sambil menangis


" vaaa heiii kok lu ngomong nya gitu sihhh , sinih" lalu Reza memeluk Leva yang masih segukan karena tangisnya


" vaa denger gua gak sadar va malam itu tapi gua akui gua salah dan gua gak akan melakukan hal yang lu bilang tadi gua gak kan ningalin lu gitu aja gua bukan cowo yang lu bilang gua akan bertanggungjawab atas apa yang gua lakuin gua akan jaga lu vaa "


" kan kita sudah tau perasaan masing masing di antara kita vaa gua cinta sama lu va gua gak akan ninggalin lu "


" Gua cuman takut zaa takutt apa lagi sekarang kehormatan gua sebagai cewe udah ilang "


" Gak akan vaa gak akan "


" janji yah zaa hanya gua cewe yang satu satunya yang ada dihidup lu dan gak akan ningalin gua zaa lu udah ambil perawan gua"


Terlihat Reza menjulur kan jari kelingkingnya dan tiba tiba di gigit jari kelingkingnya sendiri hinga berdarah menetes membasahi jari kelingking Reza.


" saya Reza Genta Veno berjanji akan sumpah setia hanya mencintai satu wanita yaitu Leva Cahaya Aprilia hanya dia lah satu satunya wanita yang mengisi hati dan hidup saya, saya tidak akan pernah mencampakkan atau meninggalkan wanita yang saya cintai ini " iklar Reza berjanji di hadapan Leva


" gua pegang janji lu zaaa " lalu Leva menyilangkan jari kelingkingnya ke jari keliling reza setelah itu mereka bangkit dan berdiri mengarah ke depan jendela kamar yang sudah terbuka


" zaaa apakah kita saat ini udah setatus berpacaran ? " tanya Leva


" yaa bisa di bilang gitu va "


Lalu terlihat mereka berdua saling berpelukan di depan jendela kamar


" lu harus tempat tin janji lu yah zaa " ucap Leva disela sela pelukan mereka


" iya sayang gua janji " ucap Reza sambil mengelus ngelus punggung Leva


Yaa di pagi hari yang cerah ini mereka resmi menjadi sepasang kekasih walau pun dengan cara sedikit yang tidak di kehendaki , sprei kasur yang terdapat darah keperawanan Leva menjadi tanda dan saksi bisu awal kisah cinta mereka di mulai.


--- ooo ---​