
*BRUMMMM BRUMM BRUMMM
" ihhh Donn berisik tauuu "
" haha mau tes suara mobil nya aja "
" yee jangan disamain dong di Indo sama di sini kalo di tegur warga Paris gimana hayo "
" gak bakalan yaudah turun kita udah sampee"
Terlihat mobil yang Doni kendari terparkir di sisi jalan Quai des Tuileries yang persis di sebelah kirinya adalah sungai Seine, Leva Reza Niken dan Doni yang baru turun dari mobil sedang berdiri ditepi jalan sambil melihat lihat ke sekeliling tepi sungai Seine .
" Ihhhh sayangg sungai nya bersih banget yah udaranya sejuk lingkungan nya juga bersih deh" ucap Niken
" iya kaak ketambah moment suasana di sinih enak buat pasangan kekasih jalan jalan soal nya romantisme suasananya terasa banget" timpal Leva
" ehemmmm kode tuhh zaaa gebet lah wakwakwak " ledek Doni
" haha iya tuh zaaa bener " timpal Niken
" ehhh ehh apaan " celetuk Reza
" salah ngomong nih aku " ucap Leva
" hahahaa " tawa Niken dan Doni
" kalian berdua masih pada malu malu aja yakk hahaha zaaa zaa vaa vaa "
" tau nihh pancaran pacaran aja kaya anak smp aja pada malu malu lu berdua "
" ihhh kakak kakak mahh " gerutu Leva
" ya udah kita kililing keliling dulu yuk " ajak Doni
" ayuuuk dehh yuk va zaa" ucap Niken sambil menggandeng erat tangan Doni
Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Perancis bagian barat laut , Sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris. Sungai ini membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Perancis disebut dengan istilah iarive droite tepi kanan dan la rive gauche tepi kiri Yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Paris Utara lebih makmur dari pada Paris Selatan.
Terlihat Leva Reza Niken dan Doni sedang asik berjalan santai di pinggiran sungai Seine sambil melihat ke arah sungai banyak nya kapal kapal kecil melintas di hadapan mereka, Doni dan Niken terlihat sedang berjalan sambil berpegangan tangan sedangkan Leva dan Reza yang berada dibelakang Niken dan Doni hanya berjalan santai sambil saling berpandangan dan saling melempar senyum.
" Zaaaa "
" iya va "
" kamu sebelum ini udah pernah pacaran?"
" kenapa emang tumben nanya nya gitu "
" eee gak apa apa cuma nanya aja "
" jujur va aku pacaran baru pertama kali ini kamu cewe yang pertama yang masuk ke hati aku yaa walau pun awal nya aku gak yakin tapi berjalan nya waktu semua perasaan ini ada dengan sendirinya seiring kebersamaan kita " Ucap Reza .
" masa ?"
" iya Leva sayang "
" iya deh aku percaya "
" eee vaa ?"
" iya sayang "
" aku juga mau nanya ke kamu dengan pertanyaan yang sama , kamu udah pacaran beberapa kali sebelumnya ? " tanya Reza
Mendapat pertanyaan balik dari Reza membuat Leva sedikit berubah ekspresi wajah nya agak lebih murung .
" ehh gak jadi dehh sorry jangan di jawab kalo kamu merasa gak nyaman "
" engga zaa gak apa apa jadi gini dulu jauh sebelum aku kenal kamu zaa tepatnya awal aku kelas 1 smp aku kenal seorang cowo anaknya rekanbisnis papah aku kami dipertemukan oleh kedua orang tua aku dan dia pada pesta yang di adakan kantor ayah aku , semenjak itu kami jalan bareng kemana pun dan akhirnya dulu aku dan dia pacaran awalnya hubungan berjalan baik baik aja sampai suatu ketika pas aku zaman kelas 2 sma tepat nya di hari ulang tahun cowo brengsek itu aku mempergoki dia sama sahabat kecil aku sedang sekamar dan...... " Leva tak mampu lagi melanjutkan ceritanya dan hanya bisa menunduk murung.
" udah vaa jangan di lanjut " lalu Reza memeluk tubuh Leva
" vaa mantan kamu itu adalah pria terburuk yang tuhan ciptakan ke dunia ini karna telah tega menghianati bidadari paling cantik seperti kamu tapi tuhan sudah menujukan bahwa pria tersebut tak layak buat kamu vaa , apa pun yang akan terjadi kedepannya va aku akan selalu berusaha yang terbaik buat kamu hatiku hanya untuk mu va " ucap Reza sambil memeluk erat tubuh Leva di pinggiran sungai Siene .
" aku hanya berharap kepada tuhan za kamu yang terakhir buat aku dan kamu tidak seperti mantan aku sebelum nya " balas peluk Leva
" Owww owww owww So sweet sekali kalian" Ucap Doni melihat Leva dan Reza sedang berpelukan
" ihh iyaa bikin iri yah yangg hehe"timpal Niken
Sontak Leva dan Reza saling melepaskan pelukan meraka dan saling berdiri mematung dan membuang muka menahan malu .
" haha pantesan yang mereka ketinggalan jalannya sama kita wong orang lagi pada asik peluk pelukan haha " ledek Doni
" hahaha ehh vaa zaa ngaku deh sama kita lu berdua itu udah pacaran kan ? " tanya Niken dengan nada tegas
" ehhhhhh " jawab Leva kebingungan di tanya seperti itu .
" ayo jawab vaa zaaa jangan bikin penasaran deh " timpal Doni
" ehh iya kita udah pacaran " jawab Leva dengan nada malu malu
" hahhhh serius nih , kapan jadiannya?"
" barusan " ucap Leva berbohong
" wahhh tadi pada peluk pelukan ternyata karna abis jadian toh ohh oh selamat selamat deh buat kalian " lalu Doni menepuk kedua pundak Leva dan Reza
" semoga langgeng yah kalian zaa jaga tuh yah Leva jangan di sia sia in jangan jadi cowo yang nyebelin kaya nihh nih " sambil menyengol badan Doni.
" hahaha enak aja dan vaa jadi cewe yang paham sama cowo yah jangan telat ngasih jatah jangan kaya nihh nihh " menunjuk ke arah Niken
" pada ngaco kalian kak " ucap Leva
" tau nih hahaha " timpal Reza
" hahaha " tawa Doni dan Niken berbarengan.
" yaudah karna Leva dan Reza udah jadian nih gua akan bawa kalian ke tempat yang bakal mengikat cinta kalian satu sama lain"ucap Doni
" hahh kemana emang yang ? " tanya Niken
" udah yuk jalan nanti juga tau sendiri gak jauh dari sini kok "
Lalu mereka kembali berjalan di tepian jalan sungai Seine menuju tempat yang Doni ucapkan .
Pont des Arts adalah sebuah jembatan sungai La Seine yang berada di tengah-tengah kota Paris dan menghubungkan Institut de France dengan central square Palais du Louvre. Pont des Arts adalah jembatan yang terbuat dari besi yang pertama kali dibangun di Paris pada tahun 1802. Jembatan ini sempat rusak karena perang dunia, tetapi kemudian dibangun kembali pada tahun 1981.
" ini diaaa Pont des Arts alias jembatan gembok cinta" ucap Doni dengan suara kencang sambil berdiri di depan jembatan yang penuh dengan gembok gembok berwarna warni yang menempel di sisi pagar jembatan.
Terlihat di jembatan Pont des Arts terdapat beberapa pasangan kekasih sedang menempel kan gembok ke sisi pagar jembatan dan ada juga yang berpelukan mesra .
" Ohh my god so sweet banget nih tempat " Ucap Niken
Leva dan Reza hanya bisa terdiam melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka sambil bergandengan tangan.
" jadi gini jembatan Pont des Arts ini mitos nya kalo sepasang kekasih menempelkan gembok di sisi jembatan dengan menulis kata kata harapan dan nama mereka di gembok terus kuncinya di buang ke sungai sine cinta mereka akan langgeng , yaa inti nya itu cuma mitos loh yah tergantung kepercayaan masing masing orang sih " ucap Doni
" va zaa nih gembok sama kunci kalian tadi aku sama Doni udah beliin " Niken menyerahkan sebuah gembok berbentuk love berwarna pink di hiasi kartu ucapan dan sebuah pita
Lalu Leva mengambil gembok tersebut dari tangan Niken lalu menoleh ke arah Reza .
" jujur zaa aku gak terlalu percaya sama hal hal seperti ini yaah tapi hanya sebagai simbolis hubungan kita aja yah "
" iya va aku setuju sama kamu "
" nih kamu tulis sedikit harapan kamu di kartu ini dan aku akan tulis di sisi sebelah nya "
" oke " lalu Reza mengambil gembok tersebut dan menulis kan kata kata kata di selembar kartu ucapan .
Setelah selesai Reza menyerah kan kembali gembok tersebut ke Leva dan Leva mulai menulis kan kata kata di sisi lain kartu ucapan tersebut .
" woyy za va udah belom aku sama Doni udah nih " teriak Niken yang sudah berada di tengah jembatan
" ehh iya udah nih kaak "
Lalu Leva dan Reza menghampiri Niken dan Doni yang sedang berjongkok disisi jembatan sambil menempelkan gembok milik mereka .
" ehh nih tempel di samping gembok kita " ucap Doni
" nih zaa kamu aja yang nempel " sambil menyerahkan gembok dan kunci ke Reza
Lalu Reza langusng mengambil gembok itu dan berjongkok kemudian menempelkan gembok mereka di sebelah gembok Niken dan Doni .
" Udahh dehh... nihh gua sama Reza pegang kunci kita masing masing , zaa va ken sebelum kunci ini gua sama Reza lempar kita semua berdoa dalam hati ucapin harapan kalian untuk kedepannya untuk hubungan cinta kita masing masing . "
Lalu Doni Niken Leva dan Reza berdiri persis di tepi jembatan dengan berpasang pasangan lalu mereka berempat memejamkan mata mereka dan saling berdoa dan berharap di dalam hati untuk hubungan cinta mereka kedepannya.
" Yaaa tuhan jadikan lah Reza sebagai satu satu nya pria yang akan selalu menghiasi hati dan hari hari ku kedepan nya esok lusa dan selama nya , jadi kan lah dia kesatria yang bisa selalu menjaga diri dan hati ku jangan kau pisahkan kami kecuali maut yang hanya bisa memisahkan kami . " doa Leva dalam hati
" wahai tuhan yang memiliki semua kesempurnaan yang ada di dunia ini terimakasih engkau telah menghadirkan Leva dalam hidup ku yang sepi ini Leva adalah rahmat terindah yang Engkau beri pada ku, maaf jika aku sudah merusak kesucian bidadari yang Engkau berikan kepadaku atas kekhilafan dan kebodohan itu aku minta maaf aku berjanji kepada Mu akan selalu mencintai dan menyangi Leva dengan tulus sepenuh hati ku , jadi kan lah iya ibu dari anak anak ku kelak berilah aku kesepatan melihat dia duduk bersanding bersama ku di saat kulit nya mulai mengendur dan rambut nya memutih lalu kami duduk bersama di hari tua Amin. " Ucap Reza dalam hati dan tak teras air mata menetes membasahi wajah Reza
" oke selesai , zaa gua hitung dari 1-3 lempar yah kunci nya oke " ucap Doni
Saatuu!!!!
….
....
Tiigaaaaaaaa!!!!!....
Lalu Doni dan Reza melemparkan kunci gembok yang tadi mereka pegang masing masing sejauh mungkin ke arah sungai Sseine dan kunci itu masuk ke dalam sungai .
" Rezaa sayangg kok kamu nangis " tanya Leva melihat air mata Reza menetes membasahi pipinya lalu Leva langsung mengusapnya dan memeluk Reza .
" gak apa apa aku va cuma bahagia aja atas semua ini " jawab Reza membalas erat pelukan Leva
Melihat hal itu Niken ikut menangis haru atas kebahagiaan yang mereka rasakan.
" hikss hikss ahhh sayangg aku baper ngeliat mereka " ucap Niken dengan nada sedih sambil memeluk erat tangan Doni
" iyahhh sama berasa liat film romantis rell dari lokasi syuting , semoga merka langgeng
Deh "
" iya amin "
" yaudah va za kita balik yuk ke hotel udah mau malem nih " ajak Doni
Lalu Leva dan Reza melepaskan pelukan mereka dan pergi mengikuti Doni dan Niken dari arah belakang kembali menuju mobil , tak berselang lama mobil pun bergerak menyusuri jalan di kota Paris .
###
*BRUMMMMM ….
Mobil yang Doni kendarai telah sampai di depan loby hotel dan berhenti persis di depan pintu masuk .
" Vaaa zaa kalian balik duluan aja yah gua sama Niken mau balikin nih mobil dulu oke " ucap Doni
" kenapa tadi gak barengan aja balikinnya ?" tanya Leva
" biar kalian langsung istirahatkan cape udah dari menara Eiffel terus ke sungai Seine soalnya kita besok lebih lama lagi jalan jalan nya " ucap jelas Doni
" ehh iya deh " jawab Reza
" Oh iya nih satu lagi suplemen kesehatan buat kalian supaya gak sakit selama kita jalan jalan " Doni menyerahkan dua pil bewarna pink berbetuk lonjong ke tangan Reza .
" ehh bener nih suplemen kesehatan ?" Selidik Reza
" tau nihh jangan jangan narkoba yak ?" Ucap Leva
" wakwakwak ngapain gua ngasih kalian narkoba ett serius udah minum , yaudah gua mau balikkin mobil dulu byeee "
Lalu mobil yang Doni kendarai melesat keluar hotel dan mulai pergi menjauh .
" Gimana nih va ?" Tanya Reza
" yaudah kita masuk aja dulu " ajak Leva
Kemudian Leva dan Reza berjalan menyusuri loby hotel dan naik lift untuk kembali ke kamar mereka .
###
" Ehhh yangg serius itu pil suplemen kesehatan ? Kok aku baru liat sih mana gak ada mereknya" tanya Niken yang duduk di kursi mobil di samping Doni
" hahahaha mau tau gak itu sebenernya apa ?"
" apa emang ? "
" Itu obat perangsang hahahaha " tawa Doni terbahak bahak sambil menyetir mobil.
" haaaa serius ?"
" iya Niken sayang "
" gila kamu don yah anak orang di kasih begituan "
" Gak apa apa biar pada kikuk kikuk wakwak "
" ihhh iseng kamu yak !"
" biarin sekali sekali mereka harus digituin biar tambah lengket haha, emang kamu mau aku kasih obat gitu juga nihhh "
" heii awas aja kamu isengin aku kaya gitu " sambil mengepalkan tangan nya ke arah Doni
" yaa kalo aku gak di kasih jatah yaa paling kamu nya aku kasih obat hehe " ucap Doni sambil meraba payudara Niken
" ihhh nyebelinnn "
" hahahahahaha " tawa Doni
###
" Haduhhhh cape jugaa " ucap Leva sambil menghempaskan diri nya ke kasur .
" itu sepatu nya lepas dulu dong sayang ".
" iyah entar "
" yeee kamu mah , ehhh va ngomong ngomong nih suplemen kita minum ?? " tanya Reza
" iya minum aja deh supaya badan kita fit selama di sinih zaa "
" tapi kamu yakin nih bukan narkoba va?"
" engga kali sayang masa iya kak Doni tega melakukan itu "
" iya juga sih "
" yaudah sini aku minum duluan , tuangin air segelas zaa " perintah Leva
Lalu Reza menuangkan air yang terdapat di teko beling lalu menyerahkan segelas air dan sebutir pil yang Doni kasih ke Leva , Leva langsung menelan pil tersebut setelah itu kembali duduk di atas kasur .
" minum za buruan jangan diliatin gitu mending liatin aku aja hehe "
" iya nih " lalu Reza meminum pil yang ia pegang .
" udah nihh , yaudah aku mau mandi dulu abis aku mandi kamu gantian mandi va " Reza melangkah ke arah ke kamar mandi sambil membawa handuk di tangannya .
" kenapa gak barengan aja sih " ucap Leva dengan senyum nakal sambil memeluk Reza dari arah belakang .
" udah ah va jangan gini dong , aku mau mandi ahhh " Reza melepaskan pelukan Leva kemudian melangkah ke dalam kamar mandi
" ihh Rezaa " rengek manja Leva lalu duduk di sofa depan tv
Tak berselang lama efek obat pun mulai bereaksi.....
" Duhh gerah amat nih tumbenan " Leva sambil mengibas ngibas kan baju nya
" ehhhhh kok mendadak gatel benget nih meek gua deh "
Crittttttt.....Critttttttttt...........critttttttttttttt.....critttttttt
" aaaaaaarrrrgghhhhhhhhhh ahhhhh " tubuh Leva berguncang hebat ketika ia mendapat organisme pertamanya cukup banyak cairan squirt menyemprot dari ** membasahi sofa dan lantai .
Huuhhh hahhhhh huhahhhh ... nafas Leva tersengal sengal lalu Leva melucuti seluruh pakaian luar dan dalam yang melekat pada dirinya kemudian duduk kembali di sofa dengan posisi mengangkang dan melebarkan kedua paha nya .
" arrrggghhhhh makin gatell aahhh tapi enak banget aaahhhh " Leva kembali megesek gesekan jarinya ke bagian vaginanya ekspresi Leva sangat tampak seperti wanita yang sangat sangat ***** kedua mata nya merem melek dan Leva mengigit gigit bibir bawahnya sendiri.
###
" duhh kenapa badan gua yak jadi gelisah gini" ucap Reza sambil mengering kan badan nya dengan handuk
Tiba tiba Reza teringat kembali moment moment disaat dia melihat lekukan tubuh Leva di saat dirinya merasakan kehangatan tubuh Leva dan saat dirinya setengah sadar memperawani Leva dengan paksa , mengingat kejadian itu terlihat ***** Reza langsung bangkit mengacung menjulang keatas .
" AHH lu kenapa zaa jadi mikir tubuh bohay Levaaa " sambil menampar pelan ke pipinya
" Duhhh kok gerah amat nih badan , mana nih titid gatel amat yak duhh " Reza meraba bagian penisnya secara perlahan dan tak sadar mulai mengocok pelan penisnya.
" ehh ini kenapa yaah ahrghhh tapi kok enak"
" Reza kendaliin diri lu ahhh "
Lalu Reza cepat cepat melilitkan handuknya ke bagian pinggang dan melangkahkan keluar kamar mandi sambil membawa pakaian kotor yang habis Reza pakai .
Saat Reza keluar kamar mandi Reza sangat terkejut melihat Leva yang sedang duduk mengangkang tampa busana sedikit pun sambil megesek gesekan jari nya ke ** yang sudah becek dengan cairan kenikmatan.
Leva belum menyadari Reza sedang memperhatikan dirinya dari depan kamar mandi melihat pemandangan yang tersuguh di hadapan nya Reza hanya bisa terdiam menelan ludah, ada dorongan dari dalam hati nya ingin menjamah tubuh Leva meraba dan menikmati kemolekan tubuh Leva akan tapi Reza masih berusaha menahan itu semua .
Saat Leva mulai membuka mata nya sedikit Leva mulai menyadari Reza sedang memperhatikan aktivitas kegiatan yang iya lakukan Leva langsung berhenti dan berdiri dan mulai melangkah pelan mendekat ke arah reza, Dengan tatapan sayu dan sangat bergairah Leva mulai memeluk hangat tubuh Reza .
" Reza " bisik Leva di telinga Reza dengan nada mendesah
Reza hanya bisa terdiam berdiri mematung menahan nafsu yang bergejolak di dada nya terihat ***** Reza sudah mengacung keras di balik handuk yang ia kenakan membuat sedikit tonjolan di handuk yang ia kenakan .
" Zaaa lakuin lagi zaa apa yang pernah kamu lakuin ke aku zaa " ucap Leva sambil memeluk Reza .
Di malam ini pertarungan yang mereka lakukan cukup panas mereka berdua sama sama sudah merasakan kepuasan birahi yang membuat Leva dan Reza tak sadarkan diri, kedua nya tidur dengan pulas karna kelelahan dan Doni berhasil membuat Leva dan Reza melakukan kegiatan seks yang sebenarnya di malam ini lah awal pertempuran seks Leva dan Reza kedepannya .
--- ooo ---