
~Keesokan Harinya
"hoamm" Naura yang baru bangun tidur pun terkejut dengan adanya Kenzo disebelah tempat tidur Naura dengan menggenggam tangannya Naura.
"apa benar yang dikatakan Nesya semalam ya, yatuhan bagaimana ini aku harus apa" batin Naura.
"my lady kau sudah bangun" tanya Kenzo yang baru bangun tidur karena Naura kaget otomatis dia melepas genggaman tangan Kenzo
"hmm" jawab Naura datar.
"my lady kamu kenapa coba cerita sini sama aku kalau kamu ada masalah bilang saja ke aku my lady, aku tidak suka di diamkan kaya gini sama kamu" ucap Kenzo sedih.
"emm apa aku harus tanya ke Kenzo ya tentang yang semalam" batin Naura.
"ah itu sebenernya aku mau tanya sama kau Kenzo" jawab Naura.
"*mau tanya apa hm"
"ap..apa be..benar kalau kau seorang playboy yang suka memainkan perempuan*" tanya Naura gugup sambil menunduk karena tidak berani menatap mata Kenzo.
"heyy kenapa kau bilang kaya gitu, aku sama sekali tidak pernah memainkan perempuan melainkan aku tidak pernah berdekatan dengan siapapun kecuali dengan kau my lady" jawab Kenzo sambil memegang dagunya Naura dan akhirnya mereka saling bertatapan cukup lama, Naura yang sadar dengan posisi itu akhirnya Naura memalingkan wajahnya yang sudah mulai memanas.
"lagian kau kata siapa sih aku ini playboy hm" lanjut Kenzo.
"ka..kata Nesya, terus katanya kau juga pernah memperkosa Nesya saat dia sedang mabuk dan tidak sadar kan diri" jawab Naura gugup.
"APA.. apa benar Nesya yang bilang itu semua?" tanya Kenzo yang mulai memerah mukanya karena marah dicampur kesal.
"i..iya" jawab Naura gemetaran pasalnya baru kali ini Naura liat Kenzo semarah itu.
"hufttt..my lady dengar ya aku sama sekali tidak melakukan hal yang sehina itu, aku hanya mencintaimu my lady, walaupun kau lupa denganku tapi percayalah suatu saat nanti ingatanmu akan kembali lagi, baiklah my lady aku akan hubungi tante Monic biar nanti tante Monic saja yang menjagamu soalnya aku mau keluar sebentar" ucap Kenzo sambil memegang tangannya Naura yang sesekali menciumnya.
"baiklah.."
"oh, ternyata aku salah paham sama Kenzo, dan kenapa juga Nesya bohong kaya gitu ya ke aku, ah ntahlah" batin Naura bingung serta banyak pertanyaan yang ada diotaknya itu.
"dan jangan lupa kau makan dan minum obatmu biar cepat sembuh" perintah Kenzo.
"iya Kenzo bawel banget dah" jawab Naura kesal.
"kan bawel sama istri sendiri ya tidak apa apa lah" goda Kenzo.
"*ya kau lah memang siapa lagi, kan bentar lagi kau akan menjadi nyonya Kenzo"
"huh dalam mimpimu"
"hahha yasudah aku pergi ya tadi aku sudah bilang tante Monic lewat Wa tadi*" jawab Kenzo sambil mengusap pipinya Naura dan mengecup bibirnya Naura sekilas yang membuat mukanya Naura memerah, Kenzo yang melihat Naura mematung pun langsung berlalu pergi begitu saja
"IHHH KENZO" teriak Naura dan Kenzo yang berada dibalik pintu rawat kamarnya Naura pun langsung terkekeh.
~disisi lain
Dikantor Polisi
"halo pak polisi saya Kenzo Julians saya ingin melapor pada bapak bahwa ada seseorang yang mau mencelakai calon istri saya, saya harap bapak ikut saya untuk menangkap orang itu" ucap Kenzo dengan datar dan dingin.
"ba..baiklah tuan" jawab polisi ketakutan dengan tatapan membunuh yang keluar dari tatapannya,, kenapa polisi itu takut dengan Kenzo? ya karena Kenzo adalah orang yang paling berpengaruh di negara nya apalagi perusahaannya jadi tidak ada yang berani sedikitpun orang yang menentang Kenzo.
"*mari ikut saya ke alamat orang yang mau berusaha membunuh calon istri saya"
"iya silahkan tuan saya akan membawa beberapa anggota polisi yang lainnya*" jawab polisi tersebut dan Kenzo pun mengangguk.
~Skippp
....
~~~~~
hyy para readearss maaf ya baru bisa up sekarang hehe...
dan trima kasih juga yang sudah mau setia menunggu kelanjutan novelku yang ini..
walaupun jarang up tapi aku akan usahain buat up kok:v jadi jngn lupa di klik favorit, like and coment
Thank you very much, see you again with author ya😅♥️
☺️☺️HappyReading😊😊
semoga kalian suka ya sama alur ceritanya karena aku juga sudah bingung mau gimana lagi ceritanya hehe makannya itu semangatin aku biar semangat ngetiknya wkwk