
setelah Naura turun kebawah dan tiba tiba dia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya...
yapss Naura melihat Kenzo dan Nesya sedang memasak berdua di dapur dengan kondisi Kenzo memeluk Nesya dari belakang yang sedang memotong motong bawang karena itulah Naura sangat sakit hati melihat mereka begitu dekat apa mereka pacaran?itulah yang ada dipikiran Naura.
dengan cepat Naura menghapus air matanya supaya tidak ketahuan kalau dia menangis.
akhirnya Naura pengen pergi ke kamarnya tapi langkahnya langsung terhenti ketika melihat tante Monic di belakang Naura.
"ehemm..." deheman tante Monic yang berhasil menyadarkan Kenzo dan Nesya.
"eh tante" jawab Kenzo yang langsung melepas pelukannya dari Nesya.
"pagi pagi sudah mesra mesraan aja ya,,daripada disini mending jalan jalan sana ke mall lumayan buat refreshing supaya tidak jenuh,,nanti biar tante yang melanjutkan masaknya" balas tante Monic.
"hmm iya tante ada bener nya juga,,tapi maaf tante sudah merepotkan" balas Kenzo.
"tidak apa apa Kenzo tante sama sekali tidak merasa direpotkan" balas Tante Monic
"nah yasudah kalian siap siap dulu sana oh iya jangan lupa sebelum pergi jangan lupa sarapan roti dulu,, dann Naura kamu juga ikut ya sama Kenzo dan Nesya pasti kamu bosen juga kan dirumah" sambung tante monic yang melihat ke arah Naura.
"ah..ta..tapi tan" sebelum menyelesaikan perkataannya Naura,, Kenzo terlebih dahulu menjawab.
"sudah my lady tidak apa apa kamu ikut aku saja ya" jawab Kenzo.
"*tapi tuan aku tidak mau mengganggumu"
"tidak my lady kau tidak manggangguku"
"ta...tapi.."
"sudah my lady tidak ada tapi tapian"
ah baiklah*" dan akhirnya Naura mengalah dengan Kenzo.
"ishh kenapa sih pakai ajak Naura segala lagi,,kan kalau kaya gini aku tidak bisa berduaan dengan Kenzo" batin Nesya kesal.
"yasudah kalian bersiap siap lah" ucap tante Monic.
"iya tante" jawab mereka kompak.
**sesampainya di mall**.
"*huhh akhirnya aku bisa ke mall juga setelah sekian lama*" jawab Nesya senang.
"*Kenzo kesana yu aku mau beli beberapa baju*" ajak Nesya.
"ta..tapi my lady"
"udah ayo" potong Nesya yang langsung menarik tangannya Kenzo.
"*hufttt..aku ditinggal sendirian lagi,,yasudah lah tidak apa apa mending aku jalan jalan saja dulu disini sambil menunggu mereka*" ucap Naura.
tidak lama kemudian Naura melihat orang yang tidak asing baginya yang berada di mall kaya sedang mencari sesuatu.
"*hah..iii..itu bukan nya paman Roy kok bisa dia ada disini,,aku harus gimana,,yasudah lebih baik aku pergi dulu dari sini paman tidak boleh melihatku ada disini*" jawab Naura ketakutan dan langsung berlari menuju jalan keluar yang ada di mall.
tapi nihil pamannya berhasil melihat Naura dan langsung mengejar Naura.
"*akhirnya paman bisa menemukanmu Naura*" sambung paman Roy yang sudah berhasil memegang pergelangan tangannya Naura dengan erat supaya Naura tidak bisa melepaskan diri darinya.
"*paman le...lepas kan Naura, aku mohon paman..tangan Naura sakit paman karena paman memegang terlalu erat*" ucap Naura yang meringis kesakitan karena paman.
"*tidak Naura kau harus ikut paman pulang*" jawab paman Roy
"*Naura tidak mau paman hiksss...hiks. biarkan Naura hidup tenang disini paman,, tolonglah paman pergi dari sini,,aku tidak mau terus terusan hikss...hikss disiksa oleh paman*" balas Naura sambil menangis.
"*pokoknya kau harus pulang Naura*!!" tegas paman Roy.
"tidak...aku tidak mau pulang dengan paman..aku tidak mau paman aku mohon lepaskan aku paman hiks...hikss.
"NAURA KAMU HARUS IKUT DENGAN PAMAN,, APA KAMU LUPA APA YANG PAMAN LAKUKAN UNTUKMU SELAMA INI? PAMAN YANG SUDAH MERAWATMU DARI KECIL KETIKA ORANGTUA MU MENINGGAL..JADI INI BALASAN KAMU BUAT PAMAN IYA!?? \*" bentak paman Roy yang membuat Naura ketakutan dan seluruh badannya gemetar hebat.
"*iya aku tau paman,,bahwa kau yang sudah membesarkanku dan merawatku selama ini tapi kau tidak sepenuhnya merawatku melainkan menyiksaku setiap hari,,apakah kau pantas kusebut paman*?!!!" teriak Naura yang tangisannya pecah,, dan membuat semua orang yang berlalu lalang menyaksikan pertengkaran hebat diantara paman dan keponakan itu.
PLAKK
satu tamparan mendarat mulus dipipi Naura.
"*kau tidak pantas berteriak kepadaku Naura,,lebih baik kau ikut aku pulang*!!!" ucap paman Roy dengan marah.
"*tidak paman aku tidak mau*" balas Naura yang masih berusaha melepaskan diri dari pamannya namun nihil tenaga pamannya lebih kuat daripada Naura.
**Ditempat Lain** ~~~~~
*hai hai para readerss
pada kangen gak nih sama aku hehe😂🙌
\#maaf ya baru next ceritanya soal nya kemarin² aku tidak ada kuota wkwk,, tapi sekarang aku mau crazy up nih buat kalian..
\#tunggu kelanjutannya ya*\*:\)
***JANGAN LUPA KLIK FAVORIT,,LIKE AND KOMENT***
\**supaya Author semangat buat ceritanya :v😉
\#terima kasih😗😊🤗
\#happyreading all❤️*