
~skip Rumah Kenzo
setelah sampai dirumah Nesya dan Kenzo pun turun, seperti biasa pelayan rumah mereka menyambut mereka dengan hangat dengan sedikit membungkuk.
"selamat datang tuan Kenzo dan nona Nesya" ucap para pelayan kompak.
"iya" jawab Kenzo dan Nesya kompak.
"oh iya apakah kalian ada yang melihat Naura" tanya Kenzo pada para pelayan nya rumah Kenzo.
"ish ngapain sih Kenzo pake nyariin sih jalang itu" batin Nesya kesal.
hening
diam
hening
"loh kok pada diam sih saya sekali lagi tanya kemana Naura" sentak Kenzo.
"ah paling itu tuan Naura kencan sama pacarnya" ucap salah satu pelayan tersebut yang bernama mira, mira ini memang tidak suka dengan keberadaan Naura.
"emm itu tu..tuan sebenarnya non Naura.." jawab bi marnih terpotong ketika ada yang mengucapkan salam, yaps dia Naura yang berdiri didepan pintu dengan pakaian yang basah kuyup sampai sampai memperlihatkan pakaian dalam Naura.
"assalamualaikum" ucap Naura yang langsung menghampiri Kenzo.
"tuh kan tuan benar apa kata saya sih Naura pasti habis kencan sama pacarnya" sinis mira.
"apa benar itu Naura" tanya Kenzo.
"ti..tidak sa..saya.."
PLAKKK..
Kenzo pun menampar Naura sampai Naura meringis kesakitan sambil memegang pipinya yang sedikit membengkak dan merah.
"Naura kau berani ya keluar tanpa seijinku, dan kau beraninya kencan sama cowo lain, dasar JALANG" marah Kenzo dengan penuh penekan di kata jalang nya yang membuat Naura semakin merasakan sesak di dada nya seketika kata jalang keluar dari mulut Kenzo sendiri, akhirnya air mata Naura pun sudah tidak bisa ditahan lagi.
"hahha tontonan yang menarik nih, rasain kau jalang" batin Nesya dan mira bersamaan sambil tersenyum sinis.
"tu..tuan kau menamparku" tanya Naura tidak percaya karena Kenzo yang selama ini lembut kepadanya ternyata itu hanyalah topeng dan sifat aslinya Kenzo adalah seperti ini.
"dan asal kau tau aku bukan seperti apa yang kau pikirkan ah baiklah tuan lebih baik aku tidak akan tinggal dirumahmu lagi, lebih baik aku pergi dari sini daripada aku terus menambah masalah buatmu lagi, terima kasih atas kebaikanmu selama ini" lanjut Naura yang sudah menangis.
dan Naura pun menaiki tangga untuk memasukkan baju kedalam kopernya.
"hmm maa..maaf tuan sebenarnya tadi saya sedang panik karena handphone tuan tertinggal dirumah soalnya daritadi ada yang menelfon terus karena saya pikir itu penting makannya saya pengen mengantarkan handphone nya ketuan tapi gara gara ada pekerjaan didapur yang belum selesai akhirnya Naura yang mengantarkan handphone nya ke tuan jadi jangan salahkan non Naura tuan dia tidak tau apa apa saya lah yang sebenarnya bersalah tuan" jelas Bi Marnih untuk meluruskan kesalahpahaman antara Kenzo dan Naura.
"arghhh kenapa tidak bilang daritadi sih bi" teriak Kenzo frustasi karena merasa bersalah sama Naura.
"ma...maaf tuan tadinya saya mau bilang tapi saya liat tuan sudah terlanjur marah dengan non Naura" balas bi Marnih yang pandangannya tetap menunduk karena merasa bersalah.
"ishh ngeselin banget sih si bi Marnih ngapain coba pake bilang yang sebenarnya sama Kenzo" batin Nesya namun Mira juga tidak kalah kesalnya dengan Nesya.
"yasudah bi terima kasih saya mau ke kanar Naura" ucap Kenzo yang langsung berlari menuju kamar Naura.
Ceklek
suara pintu kamar Naura dibuka oleh Kenzo dan...
~~~~~
***hai hai haii maaf ya baru up soalnya aku lagi sibuk banget jadi jarang up..
jangan lupa Klik favorit like and koment ya
biar aku nya tambah semangat..:v
♥️HappyReading🖤***