
"hiks..hikss paman aku mohonn jangan pukul aku lagi,,, ahhh sakit paman hiks..hikss" ucap gadis itu sambil menangis kesakitan karena terus di sambet dengan gesper.
~yaaa dia adalah gadis yang malangg,, yang selalu disiksa oleh paman Roy hampir setiap hari.
Perempuan itu ternyata bernama "Naura Sherlyna Cahaya". gadis yang usianya 18 tahun,, semenjak ortu nya meninggal dia sudah berhenti sekolah sejak lama karena pamannya gk mengijinkan Naura buat sekolah lagi.
"Sini kamu Naura ikut paman ke kamar" kata paman Roy yang langsung menarik Naura ke kamarnya.
"Paman mau apa hiksss...hiksss ja..jangan paman aku mohon,,jangan lakukan itu hiks..hikss" jawab Naura sambil nangis dan seluruh badannya gemeteran.
"hehee Naura naura ternyata kamu cantik jugaa ya,, sayang kalau cuma di pukulinn doang" jawab paman Roy sambil mendekatkan wajahnya ke Naura.
Sebelum paman Roy hendak mencium Naura dan melakukan pelecehan,,Naura sudah terlebih dahulu menendang bagian bawah pamannya sehingga pamannya menjerit kesakitan.
Setelah ada kesempatan Naura langsung berlari keluar rumah tanpa membawa apa apa dan badannya yang kini mulus malah banyak luka luka memar yang dilakukan oleh pamannya.
"Aku harus pergi kemana hiks..hikss" ucap Naura sambil menangis dan berlari sekencang mungkin supaya pamannya tidak menemukannya.
"apa aku harus kerumah tasya ya" sambung Naura lagi*.
~Tasya itu sahabat nya naura dari kecil.
*Sesampainya dirumah Tasya.
Tok..Tok..Tok (suara ketukan pintu )
krietttt..
pintu rumah Tasya pun terbuka.
"Astagfirullah Naura kamu kenapa? kok banyak luka luka memar gini sih,,yawdh yu masuk dulu" ucap Tasya yang kaget melihat kondisi sahabat nya sekarang.
Dan Naura pun menceritakan semua nya tentang apa yang terjadi dari mulai dia di pukul sampai kabur dari rumahnya,,
Namun Tasya yang mendengarnya kaget karena kasian terhadap Naura yang hidupnya menderita.
"yaampun Naura sekarang rencana kamu mau kemana? kalau kamu tinggal disini khawatirnya paman kamu bakal cepet nemuin kmu disinii,, bagaimana kalau kamu ke jakarta aja siapa tau disana lebih aman" usul Tasya ke Naura.
Namun Naura langsung mengangguk tanda ia setuju dengan usul yg diberikan Tasya.
"ywdh yuu aku anterin ke jakarta". sambung Tasya
Sesampainya di Jakarta
"ra kamu gpp kan,,muka kamu pucet banget loh" ucap Tasya panik.
"gpp kok Sya" ucap Naura.
yang emang daritadi Naura merasakan kepalanya yang sangat pusing namun dia tahan supaya gak membuat sahabatnya khawatir.
Tapi gak lama kemudian tiba tiba Naura pinsan yang membuat Tasya khawatir dan berteriak meminta tolong.
"Ra kamu kenapa bangun dong,, yaallah ini gimanaa,TOLONGG..TOLONGG" ucap Tasya khawatir sambil menangis.
Gak lama kemudian sebuah mobil mewah dateng menghampiri mereka.
Dan laki laki itu turun dari mobilnya.
"sebenernya ini apa yang terjadi,,kenapa temen kamu pinsan dan banyak luka² memar di tubuhnya?" tanya laki laki itu.
Dan akhirnya Tasya menceritakan semua nya tentang apa yg terjadi pada sahabatnya itu.
lalu setelah mendengarkan ceritanya tasya,, laki laki itu juga merasa kasihan dengan apa yang dialami Naura.
"Hmm gadis yang malang" batin Kenzo
"oiyah kita belum kenalan pa,, perkenalkan nama saya Tasya" ucap Tasya sambil memperkenalkan dirinya tanpa mengulurkan tangannya karena laki laki itu sedang menyetir.
"saya Kenzo Julian" jawab laki² tersebut
" Hah Kenzo Julian,,kaya pernah denger namanya,,ohiyaaa aku baru inget,,
jadi kamu CEO Terkenal itu kan? jawab Tasya kaget.
langsung di bales anggukan oleh Kenzo.
Sesampainya dirumah Kenzo*
*Kenzo langsung turun dan menggendong Naura yang masih pinsan,, Tasya pun langsung ikut turun dan menyusul Kenzo dibelakang.
Setelah sampai dikamar yang ada di lantai 2.
Kenzo langsung menurunkan Naura pelan pelan.
"hmm maaf pa saya mau pamit pulang dulu kerumah saya soalnya takut dicariin sama ibu saya,, tapi saya boleh nitip sahabat saya gk pa sementara buat tinggal disini?" tanya Tasya Ragu ragu,, takut tidak diperbolehkan oleh Kenzo.
"Tentu boleh" jawab Kenzo senyum.
"makasih banyak ya paa saya pamit pulang dulu" pamit Tasya ke Kenzo.
"iya hati hati" jawab Kenzo.
Setelah Tasya pulang Kenzo langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk mengambil kompresan air hangat dan kotak P3K.
Sesampainya di kamar Naura.
Kenzo langsung mengobati luka luka Naura setelah selesai Kenzo langsung menatap ke arah Naura dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan dia pun berkata..
"hmm gadis cantik yang malang,,
aku janji bakal terus ngelindungin kamu dan gak akan ada siapapun yang berani nyakitin kamu" Ucap Kenzo dengan senyumannya dan menggenggam tangan mungil nya Naura*.
#**Mau tau kelanjutan ceritanya?ikutin terus novelku yaa gaess😊
#maaf kalo novelnya jelek dan gak menarikk,,ini cerita asli inisiatif aku sendiri kok... tapi Author bakal usahain membuat ceritanya makin menarik ya gaess..
#sorry klo ada kata² yg salah
#Next Episode 2
#HAPPY READING GAESS **:)