
"Daffin sudah malam, sudah waktunya kita pulang. kan kita sudah makan malam bersama tante Key sesuai permintaan Daffin" ucap Gavin membujuk putranya yang sedari tadi terlihat menempel pada Kyra. Sedari sore, Daffin selalu melakukan drama kepada Daddy nya karena tidak mau pulang. sampai pada akhirnya Daffin meminta pulang setelah makan malam. alasannya yaitu ingin makan masakan Kyra yang enak.
Gavin menggelengkan kepalanya dan langsung menghampiri dan memeluk kaki Kyra yang sedang mencuci piring bekas makan malam mereka.
Gavin menghembuskan nafasnya.
"Apalagi drama kali ini?" batin Gavin.
Melihat Daffin yang langsung memeluk kakinya, Kyra langsung menghentikan aktivitasnya yang kebetulan sudah selesai lalu langsung mengambil Daffin dan menggendongnya.
"Daffin, tante Key lelah. tantey Key mau tidur. ini sudah malam" ucap Gavin menghampiri keduanya. Gavin menatap Kyra seakan memintanya untuk ikut membujuk Daffin.
"Daffin pulang sama Daddy ya, besok bisa main ke sini lagi" ucap Kyra setelah paham dengan tatapan Gavin.
"Daffin ingin tidur dengan tante Key" celetuk Daffin.
"Tidak Daffin! jangan nakal dan merepotkan tante Key. ayo kita pulang, kau bisa tidur dirumah" tegas Gavin.
Mendengar Daddy nya yang terdengar memarahinya, membuat Daffin takut dan langsung mengeratkan kalungan tanganya di leher Kyra sambil menangis.
"Daffin!" Gavin semakin geram karena putranya yang tidak menurut dan malah menangis. hal itu membuat Daffin semakin memecahkan tangisannya.
"Hiks hiks hiks... Daffin tidak mau pulang.. hiks.. hiks Daddy jahat, Daffin mau sama tante Key aja" ucap Daffin di balik pundak Kyra.
Kyra bingung harus bagaimana. ia menatap Gavin yang sedang menghembuskan napasnya.
"Daffin, Daffin pulang dulu ya sama Daddy. besok kita mainan lagi" ucap Kyra berusaha menenangkan Daffin yang menangis dalam gendongannya.
"Ngga mau. Daddy nakal" ucap Daffin yang masih menangis. Kyra yang bingung pun kembali menatap ke arah Gavin untuk meminta solusi.
Sedangkan Gavin yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi pun hanya bisa pasrah mengikuti keinginan putranya itu. sebenarnya ia tak enak jika harus menitipkan Daffin kepada Kyra yang baru di kenalnya itu. walaupun Gavin tau jika Kyra adalah wanita yang baik. namun tetap saja, Kyra adalah orang asing yang baru mereka kenal.
Namun kembali lagi kepada Daffin yang masih kekeh ingin tidur bersama Kyra. Biasanya Daffin akan senang dan akan menurut saat bersama para paman-pamannya. namun berhubung karena akan ada transaksi malam ini, jadi ia mengurungkan niatnya untuk memanggil ketiga sahabatnya untuk membujuk Daffin pulang bersama mereka.
Akhirnya Gavin mengedipkan matanya seakan memberikan tanda setuju kepada Kyra yang masih menunggu jawaban darinya.
"Ya sudah, malam ini Daffin boleh tidur sama tante Key" ucap Kyra setelah mendapat jawaban dari Gavin.
"Benar tante?" Daffin mengangkat kepalanya dan menatap wajah Kyra dengan masih terisak.
"Benar, tapi Daffin tidak boleh menangis lagi" Ucap Kyra yang langsung membuat Daffin menghentikan isakannya. Gavin yang melihat itupun begitu sangat terheran-heran. sebegitu mudahnya Kyra bisa membuat Daffin berhenti menangis. padahal jika Daffin sudah menangis, maka akan sangat susah untuk menghentikannya. bahkan ketiga sahabatnya pun tak akan bisa menghentikannya.
"Kan gini jadi tampan. Nanti Daffin mau di bacain dongeng apa?" tanya Kyra tersenyum serasa mengusap sisa air mata Daffin.
"Mau cindelela" jawab Daffin tersenyum.
"Oke, nanti tante dongenin cerita cinderela ya" ucap Kyra.
"Daffin ngga boleh nyusahin tante" Sela Gavin di obrolan mereka.
"Daffin ngga mau sama daddy, daddy nakal. ayo tante kita masuk ke kamar" ucap Daffin dengan menganyun-ayunkan kakinya untuk mengajak Kyra masuk ke kamar.
"Hehe.. semalem aku sudah tidur diluar gara-gara kamu di dalam. sekarang karena kamu udah ngga sakit lagi. gantian kamu yang tidur di sana" lanjutnya.
Gavin menatap kursi panjang itu lalu kembali menatap Shinta tanpa memberi reaksi apapun. hanya diam dengan pandangan dinginnya.
"Ini orang di ajak ngomong kenapa diem aja sih. ah bodo amat dia mau setuju atau nggak, terserah dia mau tidur di sana atau mau pergi, yang penting aku ngga mau tidur di kursi itu lagi. sakit-sakit badanku" Ucap Kyra dalam hati.
"Ayo tante" ucap Daffin yang tidak sabar untuk mendengar dongeng dari Kyra.
"Eeh iya iya" Kyra segera membawa Daffin untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Good night my Prince" ucap Gavin dan tak di hiraukan Daffin yang bahkan tak mau melihat ke arahnya.
Gavin hanya menghembuskan nafasnya lalu merebahkan tubuhnya di kursi panjang yang hanya ada busa di bagian bawahnya saja. bahkan busa itupun sama sekali tak ada lembut-lembutnya. Kursi kayu yang hanya di lapisi busa di bagian tempat duduk itupun hanya cocok untuk menidurkan pantat, tidak untuk menidurkan tubuh yang lelah.
Sekarang pukul 20.30. Gavin merebahkan tubuhnya di kursi itu. 'Keras' kesan pertama yang ia rasakan setelah merasakan tekstur kursi itu. namun karena ia membutuhkan istirahat saat ini. ia pun berusaha untuk memejamkan matanya dan sampai akhirnya ia pun tertidur.
Pukul 23.40, Gavin terbangun dari tidurnya. setelah melihat jam, ia langsung bangun. pertama-tama dengan langkah pelannya, ia masuk ke dalam kamar Kyra untuk memastikan jika mereka sudah tidur.
Saat memasuki kamar Kyra, tak terasa jika Gavin telah menarik sudut bibirnya ke atas. lagi-lagi ia merasa begitu damai saat melihat pemandangan yang ia lihat tadi siang.
Ya, saat ini Kyra dan Daffin sedang tertidur dengan saling berpelukan. terlihat juga tidur mereka yang begitu nyenyak. entah apakah karena ia yang tak pernah melihat ini sebelumnya, yang jelas saat ini di hatinya merasakan jika Kyra mengeluarkan aura keibuannya kepada Gavin. namun lagi-lagi Gavin menganggap perlakuan Kyra memang seperti itu, berhubung dengan dirinya yang seorang guru kanak-kanak yang pasti akan sangat penyayang terhadap anak-anak.
Setelah puas memandangi mereka dari kejauhan, Gavin pun mendekat ke arah ranjang lalu membungkukkan tubuhnya untuk mencium putranya yang sedang tertidur itu. namun berhubung Daffin yang sedang berpelukan dengan Kyra, membuat Gavin yang mencium kepala putranya itupun seketika menjadi begitu dekat dengan wajah Kyra.
Degh...
Jantungnya serasa ada yang bertabuh saat kini wajahnya begitu sangat dekat dengan wajah Kyra.
"Cantik dan manis" kata yang langsung terpampar di benak Gavin. Dengan lekat, ia pun memandangi wajah cantik Kyra saat tertidur.
Bibirya yang berwarna merah muda, hidungnya yang mancung, pipi nya yang sedikit cubi dan mulus, di tambah bulu maata yang begitu lentik dan panjang, mampu menghipnotis Gavin seketika.
Gavin langsung menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan pikirannya yang sudah mulai berjelajah kemana-mana. dengan cepat ia segera pergi dari sana.
Beberapa pria berpakaian serba hitam dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya, terlihat langsung mendekat ke arahnya seraya membungkuk memberikan hormat saat dirinya baru keluar dari kontrakan Kyra. Entah sejak kapan orang-orang itu datang, yang jelas saat ini sudah ada beberapa mobil hitam mewah yang sudah berjejer terparkir rapi di jalanan depan Kontrakan Kyra.
.
.
.
***
**Mohon dukungnnya ya kakak-kakak semua. jangan lupa kalau suka dengan karya ini kalian wajib Like, komen and Vote ya❤.
Terimakasih😘**