
“Gaviiiin!” Elard berlari dan langsung merangkulnya saat melihat Gavin muncul dari balik pintu. Sedangkan Carlos dan Rey hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.
“Lepaskan tangan kotormu! Darah di tanganmu mengotori tubuhku ” ucap Gavin sambil melepaskan pelukan Elard.
Sedangkan di depan sana sudah ada seorang pria dengan wajah yang sudah tak berbentuk akibat penyiksaan yang ia terima selama sehari semalam penuh. Bahkan bisa di bilang orang itu sudah berada di ambang kematiannya.
Dengan kedua matanya yang berwarna biru kemerahan, darah segar yang mengalir di sana sini dan dengan kaki dan tangan yang di ikat. Membuat pria itu terlihat sangat mengenaskan. Terlihat dengan susah ia menelan salivanya saat melihat kedatangan Gavin di sana.
“Kau kemana saja? Aku hampir membunuhnya karena tak memberitahu keberadaanmu” Elard melepaskan rangkulannya lalu mengibas-ibaskan tangannya yang penuh dengan darah segar dari pria itu.
“Beraninya kau bersenang-senang sendiri. Aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri” Gavin menyeringai saat mendekati pria yang sudah tak berdaya itu.
Terlihat pria itu menggeliyatkan tubuhnya dengan sisa tenanganya untuk menghindari Gavin. Takut? satu kata yang pas di rasakannya. siap yang tidak mengenal Gavin Zeroun dalam dunia gelap? Semua musuh akan berusaha menghindar berurusan dengan kelompok mafia Black Lion ini.
“Kau takut?” Gavin menyeringai melihat ketakutan pria itu.
“T-tuan t-t-tolong aku” ucap pria itu bergetar ketakutan.
“Apa tolong? Kau tidak lihat lenganku yang terluka ini?” Gavin menunjukkan lengannya yang terbalut perban. Sedangkan yang lainnya hanya melihat Gavin yang sedang beraksi. Karena ketika Gavin sudah mulai, ia tak akan berhenti sebelum mangsanya mati.
“Potong tangan kanannya!” Perintah Gavin kepada anak buahnya.
“Siap bos” jawab salah satu anak buahnya yang terlihat seperti algojo.
“T tidak tuan, kumohon Aaaaaaaa....” belum juga berhenti memohon, namun pria yang berpenampilan seperti algojo itu sudah lebih dulu menebas tangan pria itu. Seketika membuat pria itu lemas dan pinsan karena rasa sakit yang di terimanya.
Sedangkan empat serangkai itu hanya menonton pertunjukkan itu dengan santainya. Karena hal seperti ini sangat biasa dalam kehidupan mereka.
“Bangunkan dia” ucap Gavin dingin
Byuuur...
Anak buah yang lainnya menyiram pria itu dengan air sampai membuatnya tersadar dan meringis kesakitan. Rasa sakit yang sangat amat mendalam di rasakan, harus bertambah berkali lipat saat air menghantam luka-lukanya.
“Rasakan perihnya terkena air” ucap Gavin dingin lalu ia mengambil sebuah pistol yang ada di atas meja.
“Tapi Vin, kita belum menemukan persembunyian Daniel” ucap Carlos cepat saat mengetahui jika sahabatnya akan membunuh pria malang itu.
“Kita tak membutuhkan dia jika hanya untuk menemukan Daniel” ucap Gavin tersenyum sinis.
Dor...
Satu timah panas bersarang di lengan yang di potong.
Dor...
Satu timah panas lagi bersarang di kaki pria itu.
Dor...
Lagi, satu timah panas kembali bersarang di perutnya.
Pria itu sudah lemas tak berdaya, hanya bisa berdoa semoga malaikat maut cepat datang dan segera membawa nyawanya.
Namun Gavin malah menghentikan aksinya beberapa menit untuk memberikan waktu kepada pria itu untuk merasakan sakit yang luar biasa sebelum menjemput ajalnya.
Dooor...
Tembakan terakhir Gavin menempatkan timah panasnya tepat ke jantung pria itu, hingga membuat pria itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Dengan sigap para anak buahnya mengambil pistol Gavin dan memberikannya handuk kecil. Gavin menerima handuk itu dan mengelap tangannya yang kotor sambil berbalik untuk keluar dari ruangan eksekusi itu.
“Kirimkan beberapa anak buah ke alamat ini dan suruh mereka berjaga dari jarak aman agar tidak ada yang menyadari dengan keberadaan mereka” ucap Gavin kepada Carlos sambil memberikan alamat rumah yang sebenarnya adalah kontrakan Kyra yang sebelumnya sempat ia tulis saat akan berangkat kesini.
Carlos sigap menyuruh beberapa anak buahnya untuk melakukan perintah yang di berikan oleh Gavin.
“Ayo kita pulang kerumahmu untuk mengobati lukamu” ucap Rey dan di angguki oleh Gavin.
Lalu mereka langsung melajukan mobil mereka masing-masing menuju ke kediaman Gavin. Sedangkan Gavin ikut dengan mobil Elard.
“Vin sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Elard kepada Gavin di sebelahnya yang sedang menutup kedua matanya.
“Siang itu Andrea datang menjemput Daffin untuk ia ajak jalan-jalan” Gavin memulai ceritanya dengan mata yang masih terpejam.
Sedangkan Elard siap mendengarkannya dengan tetap fokus melajukan mobilnya untuk menembus jalanan.
“Awalnya aku tidak mengizinkannya, tapi Daffin begitu sangat menginginkan pergi dengan momny nya. aku tidak tau apa yang di janjikan Andrea kepada Daffin sampai membuat anak itu sangat menginginkan pergi bersamanya. hingga pada akhirnya aku mengizinkan Andrea membawa Daffin dengan syarat sebelum jam 8 malam Daffin sudah harus ada di rumah ”
“Namun, sampai pukul 9 malam masih tidak ada tanda-tanda Daffin pulang. Sampai pada akhirnya ada sebuah pesan masuk yang berisi ancaman untuk aku datang ke TIX Tower sendiri”
“Akhirnya saat itu juga aku bergegas kesana tanpa memberitahu siapapun. Dan aku terkena tembakan saat menyelamatkan Daffin"
" Namun kau tau aku tidak selemah itu?" kali ini Gavin membuka matanya dan menatap Elard
"Dengan kondisi seperti itu aku masih bisa melepaskan tembakan ke arah Daniel”
ucapnya membanggakan diri.
Elard hanya memasang wajah datarnya mendengar itu.
“Setelah itu aku dan Daffin kabur dari sana. Sampai pada akhirnya ada seorang wanita yang kebetulan lewat dengan mengendarai motor dan menolong kami. Wanita itu membawa aku dan Daffin kerumahnya. Dan saat ini Daffin masih di sana” panjang lebar Gavin menceritakan semuanya kepada Elard.
Karena begitu lah mereka. tak hanya dengan Elard, namun juga dengan Carlos dan Rey. Mereka akan saling berbagi cerita tentang hal yang mereka alami. Itulah yang di ajarkan Barry dari mereka kecil. Tujuannya yaitu selain sebagai pembelajaran bagi yang lainnya, juga untuk saling melindungi dengan yang lainnya.
Sementara itu di kontrakan kecil milik Kyra, terlihat Daffin begitu senang bermain dengan Kyra. sikap hangat dan lembut Kyra kepada Daffin, mampu menghipnotis Daffin untuk menyukainya. bahkan saat ini Daffin terlihat begitu bahagia, dirinya seperti telah mendapatkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu yang tak pernah ia dapatkan dari mommy nya selama ini.
Di umurnya yang belia, Daffin sudah harus menerima kenyataan jika mommy nya meninggalkannya. Dari bayi Andrea meninggalkan Daffin dan Gaviin begitu saja. terlebih lagi saat Andrea dan Gavin bercerai, selama 2 tahun Andrea sama sekali tak mengunjungi Daffin.
Baru enam bulan terakhri ini Andrea muncul dan mengatakan jika dirinya adalah mommy nya. tentu saja hal itu membuat Daffin terkejut karena selama ini mommy nya tak pernah menjenguknya atau sekedar menghubunginya.
Dan kemunculan mommy nya itupun tak membawa serta merta kasih sayang padanya. hal itu yang membuat Daffin sampai sekarang masih haus akan kasih sayang seorang ibu. walaupun daddy dan yang lainnya tak pernah putus memberikan kasih sayang padanya, namun tetap saja akan berbeda dengan kasih sayang seorang ibu.
"Sudah habis makannya sayang?" tanya Kyra kepada Daffin.
"Sudah tante" jawab Daffin mengangguk senang.
Melihat Daffin yang begitu senang dengan dirinya, membuat Kyra menjadi lebih menyukai pria kecil itu. bahkan perhatian dan perlakuannya kepada Daffin bisa di sebut dengan kasih sayang yang tulus ia berikan.
"Kalau sudah kenyang waktunya kita tidur siang" ucap Kyra sambil menggendong Daffin menuju kamarnya. Daffin pun tertawa saat Kyra yang menggelitik perutnya.
"Daffin mau di bacakan dongeng?" Tanya Kyra sambil menidurkan Daffin ke kasur kapuknya. Kasur yang tidak selembut kasur di rumahnya, namun bisa membuat Daffin nyaman dan tertidur lelap.
Daffin mengangguk. lalu Kyra memposisikan tubuhnya untuk tidur di sebelah Daffin.
Dengan posisi menghadap ke arah Daffin, dengan tangan kanannya yang menyangga kepalanya. Kyra memulai membacakan dongeng untuk Daffin. Tak membutuhkan buku atau contekan, dengan lancar Kyra membacakan cerita putri salju sampai akhirnya Daffin tertidur.
***
**Yang suka dengan ceritanya mohon untuk komen ya.
Jangan lupa dukungannya dengan like, komen, rate ⭐5 and vote ya❤😘
Terimakasih 😘**