My Fat Spoiled Girl

My Fat Spoiled Girl
6



...Bab VI...


Leon dan Anggita pun mendapat kan makan siangnya. " Aa kakak kenapa burger aku gak ada timunnya."


"Kakak lupa ini ambil punya kakak aja."


"Gak mauu .... Punya kakak gak ada lada hitamnya." ringik Anggita.


"Mau kakak ambilkan yang baru ? "


"Terus ini ? "


"Buang aja."


" Mubazier ih."


"Anggita ih , ya udah ini kakak ambilkan timun punya kakak dan pindah ke punya kamu " ucap Leon frustasi menaruh timunnya di burger Anggita.


"Terimakasih kakak , kau memang yang terbaik " ucap Anggita puas.


 


Tiba-tiba seseorang mengetuk meja Anggita dan Leon tak disangka seseorang itu adalah ibu tiri Anggita.


"Mami, " seru Leon terkejut.


"Hi mami, " ucap lugu Anggita.


Herna langsung duduk dengan manis tepat di depan Anggita. " Sebenarnya apa yang kau rencanakan, " ucap sinis Herna menekan suaranya.


"Mak.. maksudnya, " ucap Anggita berlaga polos.


"Miih, apa yang sedang kau lakukan, " Lerai Leon.


"Diam kau itu udah di perdaya dengan gadis kecil ini, " ucap Herna menunjuk nunjuk Anggita yang terlihat seperti kucing kecil tak berdaya.


Semua mata tertuju pada sekumpulan keluarga elite yang berseteru tanpa suara yang nyaring hanya dengan mimik dan kondisi yang canggung para penonton pun sudah cukup tau apa yang terjadi.


"Bagus, aku harus memancing nya lebih jauh," benak Anggita tersenyum sinis tanpa di ketahui banyak orang.


"Apa yang salah ini perusahaan ayah, " Anggita menundukkan kepalanya seolah-olah dirinya sangat tertindas.


"Heii, harta ayah mu juga harta ku kau ini bodoh atau apa, " teriak Herna tak terkontrol.


"Mama, cukup ayah masih ada di kantor, " Lerai Leon.


"Ma, aku tidak akan mengambil semua harta ayah aku cuman ingin tulus kerja apa aku salah, " Anggita sedikit membela dirinya dengan nada yang begitu lembut membuat semua mata menatap iba Anggita.


Anggita pun lari dengan tangisan air mata buayanya dan Leon pun mengejar Anggita.


Anggita masuk kedalam ruangannya seketika menangis di dalam ruangan itu bukan karena sedih karena dia ingin memastikan Leon akan menggerakkan hatinya hari ini.


Leon pun tiba di ruangannya dan melihat Anggita menangis memeluk kedua lututnya di bawah meja kerja milik Anggita." Hei, Anggita, " Lembut Leon menyapa.


"Kakak, huhuhu, " Anggita menangis dan memeluk Leon.


"Kakak , apa yang salah dari ku apa aku lebih baik mati saja, " lanjut Anggita.


"Hei, kau ngomong apa, " Leon men, gerakan pelukannya.


"Jangan berfikir seperti itu, " lanjut Leon.


"Tapi kak , kakak saja tidak bisa membela ku tadi, " ucap Anggita menatap sendu Leon.


"Maafkan aku Anggita lain kali aku akan melindungimu aku janji, " ucap Leon mencium pucuk kepala Anggita.


"Kakak , aku akan mati jika kau berbohong " Anggita pun menatap sendu lagi dan lagi.


"No.. no.. no.. jangan katakan itu please kakak merasakan sesak kalau kau seperti itu, " ucap Leon dengan mata yang berkaca-kaca.


"Akhirnya aku bisa liat kamu sudah sangat mencintai aku , tunggu sebentar lagi tuan iblis kau akan sangat sangat mencintai aku tunggu saja " benak Anggita.


"Kakak hiks.., aku mau minum, " Anggita berbicara tersedu-sedu.


"Baiklah tunggu bentar," Leon mengambilkan air mineral untuk Anggita.


"Ini, minum perlahan, " Leon menyuguhkan segelas air mineral.


"Terimakasih, kak. "


Dan hari berlalu begitu saja Anggita pun mulai terbiasa dengan peran yang di mainkan di depan kakak tirinya hingga 1 tahun lamanya berlalu. Hubungan Anggita dan Leon pun semakin jauh Leon semakin mencintai Anggita membuat dirinya buta karena sifat protektif nya .


Leon terlihat menjadi brother complex di mata para karyawan, Leon menjadi atasan yang menyebalkan di kantor karena selalu memecat sebagian karyawan pria yang terlihat dekat dengan Anggita di dapartemen nya.


Image Leon menjadi sangat buruk setelah kedatangan Anggita, dirinya sering lalai dengan pekerjaan nya karena terlalu memikirkan sesuatu yang tidak penting, seperti cemburu tanpa alasan pada Anggita.


Sedangkan image Anggita secermelang gemilang bak bulan purnama di kantor, walaupun menjadi sekertaris Anggita cukup turut ikut turun tangan dengan pekerjaan yang di handle staf di dapartemen nya. Khususnya di perencanaan desain pemasaran bahkan Anggita turun tangan langsung untuk mendesign.


Anggita terkenal ramah, baik, cantik, dan memiliki keahlian di banyak bidang walau umurnya sangat muda. Jelas itu karena Anggita berusaha dengan keras juga tentunya.


Tapi walaupun sudah 1 tahun berlalu, Juna menghilang tanpa kabar bak di telan bumi, sebenarnya Anggita mengetahui persis keadaan Juna dan posisi Juna.


Anggita pun kerap memberikan foto foto kontesnya di dark web, namun Juna hanya melihat tapi tak membalas.


•Pukul 08.00 pagi.


Saat berada di kantor Anggita terlihat sibuk membenahi rancangan dokumentasi yang di buat Leon untuk meeting siang hari.


Setelah selesai Anggita dengan manja duduk di pangkuan Leon." Kaka, apa kau sakit kenapa ini banyak yang salah apa ada yang menggangu pikiran mu ?"


Leon memeluk Anggita seperti anak anjing yang memerlukan perhatian." Kau kenapa dekat dengan partner kita kemaren "


"Aku dekat dari mananya ? Kita cuman pertemuan makan siang dan kaka juga ikut kan. "


Leon pun menatap dengan dahi berkerut, " Dia menatap mu dengan intens dan terlihat memiliki makna lain, masa kau tidak sadar ! " seru Leon.


"Kak, kau kan tau setiap orang selalu menatap ku begitu, " Anggita menenangkan Leon.


"Tapi aku suka deh kamu memerhatikan aku begitu. Pertahankan ya kak," Anggita tersenyum manis menunjukkan sikap sukanya.


" Pasti. "


•Pukul 12.30 siang.


Di sebuah cafe mewah sudah pasti privat, terlihat Anggita dan Leon sudah duduk manis menunggu patner kerja mereka.


"Selamat siang Ny. Amelia dan Tn. Leon, " ucap patner kerja yang seumuran dengan Leon.


"Selamat Siang Tn. Yuan, " menyapa balik.


"Bisa kita mulai Tn. Yuan, " ucap Anggita membuka file-file yang di persiapkannya.


"Dengan senang hati Ny. Amelia," Yuan tersenyum manis ke Anggita membuat Leon geram.


"Singkirkan pandangan mu dari Anggita ! " Bentak Leon.


"Bagus ini reaksi yang ku tunggu tunggu," benak Anggita.


"Mohon maaf Tn. Leon apa yang anda maksud."


"Kakak , kau kenapa ? " Anggita berseru dengan wajah bertanya tanya.


"Apa kau tidak liat dia tersenyum pada mu."


Yuan mengkerut kan dahinya." Apa salahnya. Hanya tersenyum pada calon patner kerja saya. "


"Anda pasti memiliki maksud lain kan, " tekan Leon dengan intimidasi yang kuat.


"Lebih baik kita batali saja semua proyek kita, saya tidak Sudi bekerja sama dengan pemimpin yang tidak jelas seperti Anda, " Yuan sangat tersinggung langsung berdiri dan hendak pergi.


Anggita menyusul Yuan " Tn. Yuan maaf kan kakak saya, " ucap lembut Anggita dengan mata anak anjing membuat luluh Yuan walaupun begitu , tetap saja dia tidak akan kembali bekerja sama.


"Kau memang gadis yang unik nona Amelia aku tau apa yang sedang kau perankan " Yuan mendekati Anggita dan membisikan. " Kalau gitu mari saya bantu, " sontak Anggita membelalakkan matanya.


Melihat jarak Yuan dan Anggita sangat dekat saat ini, Leon pun langsung menerjang Yuan dan memukul 1 kali wajah tampan Yuan.


"Kakak hentikan !! " dan semua keamanan langsung menahan Leon.


"Apa yang kau lakukan baj*ngan," seru Leon.


"Huft... Sakit sih, " Yuan memegang pipinya.


"Maaf kan kakak saya, Tn. Yuan. "


"Kau harus membalas budi ku nona Anggita," Yuan pun mengedipkan mata kirinya dan pergi meninggalkan cafe itu.


Jantung Anggita berdetak kencang 2 kali lipat, dirinya benar benar merasa dalam masalah besar kini dalam benak bertanya-tanya kenapa orang itu bisa membaca seluruh pikiran Anggita.


"Lepas ! " Bentak Leon memitah para penjaga keamanan.


"Ah , Kaka kenapa kamu melakukan ini kalau dia membalas pukulan mu nanti wajah tampan mu rusak " Anggita memeluk berbujuk manja.


"Ini kan demi kamu, " Leon mendekapkan pelukannya.


Lalu Anggita dan Leon pun kembali ke kantor, Anggita pun langsung mandi ketika sampai dalam ruangannya.


"Sial, sudah satu tahun aku seperti ini aku selalu menghapus jejak yang tersentuh oleh Leon aku benci pria itu ! " Anggita mendumel dalam hati sambil menggosok kasar seluruh tubuh nya.


Leon mengetuk pintu kamar mandi Anggita. " Nggit ayah nelfon suruh ke ruangannya," ucap Leon dari balik kamar mandi.


" Iya "


Setelah Anggita selesai, dengan langkah cepat Anggita dan Leon ke ruangan direktur utama and CEO dari PT. Brama Hernanda perusahaan besar no. 1 di Indonesia.


Anggita mengetuk pintu ruangan lalu masuk betapa terkejutnya Anggita dan Leon melihat Yuan dan ibunya sudah duduk manis di sebuah sofa mewah di ruangan itu.


Dengan wajah dingin Brama menekan suasana canggung." Leon !! duduk di depan ayah. "


"Iya yah. "


"Leon kenapa kinerja mu makin hari makin menurun , lalu kau menjadi arogan sekali sekarang. "


"Maaf yah. "


"Itu sejak Anggita masuk di kantor ! itu pasti ulah Anggita kan Anggita sekertaris, " Herna menceletuk.


"Mih , apa sih kau jangan asal bicara, " bela Leon.


"Memang benar kok, " Herna menatap kesal Anggita.


"Ayah, kalau kau merasa aku penyebab semuanya ga papa kok, " Anggita bicara dengan lembut dengan mata yang berkaca kaca.


"kalau ayah terhasut dengan mereka aku yakin aku akan pergi menikahi Juna sekarang pun ! " benak Anggita menggigit bibir bawahnya.


"Kau pikir aku orang bodoh , aku adalah orang yang berfikir rasional aku dengar Anggita memiliki reputasi yang baik selama satu tahun ini, " bentak Brama membungkam mulut Herna.


"Bener Mih, Anggita banyak bantu aku, " bela Leon membuat Anggita tersenyum puas namun dirinya menutupi sudut pandang Herna dan Brama.


Plok...


Plokk...


Plokk....


suara tepuk tangan Yuan memicu kegeraman.


"Saya di sini apa hanya untuk menonton drama keluarga ini Tn. Brama, " ucap Yuan memegang memar di pipinya.


"Tn. Yuan saya Minta maaf atas nama anak laki laki saya, " ucap Brama.


"Berhubungan dengan nona Amelia yang sangat baik dan kompeten di bidangnya, saya rasa saya akan memaafkan putra anda Tn. Brama , anak anak anda memang sangat hebat Tn. Brama " puji Yuan melirik Anggita.


"Kalau gitu biarkan saya menandatangi filenya dengan syarat saya tidak ingin pemasaran ini berhubungan dengan Tn. Leon," Lanjut Yuan dengan aura dingin.


"Saya akan mencari jalan keluarnya Tn. Yuan, " ucap Brama memperbaiki dasinya.


"Baiklah, saya akan pergi ke rumah sakit dulu, " ucap Yuan.


"Baiklah, Anggita tolong antar Tn. Yuan ke bawah ya, " pitah Brama.


"Baik, Yah. "


Saat berada di lift Anggita merubah raut wajahnya. "Apa yang anda inginkan Tn. Yuan. "


"Aku ?? " Ucap Yuan menunjuk dirinya sendiri.


"Anggita, kamu ga tau ya, " lanjut Yuan membuka ponselnya.


"Tentang ? "


Yuan melihat kan sebuah foto membuat Anggita tersungkur berlutut karena kaget." Woah, memang tubuhmu sangat indah ya, " ucap Yuan sambil melihat foto itu.


" Kenapa .. ? " Lirih Anggita.


"Itu karena kakak mu mengirimkan semua foto cosplay mu di grup angkatan kami> Sayang nya diaa memberikan foto separuh wajah mu pada ku , hanya pada ku ! " ucap Yuan membantu Anggita bangun.


"Kenapa hanya pada mu ? " Ucap Anggita gemetar.


"Kami barter budak kami, dia udah pake budak ku tapi dia malah membunuh budaknya. "


Anggita langsung menatap Yuan dengan wajah cemas " Jadi.. kamu hanya mau make aku ! "


"Ehh tenang , aku ini gak segila itu juga kali. "


"Aku memang sempat penasaran dengan kamu kemaren, dan akhirnya aku tau sekarang kamu adik tirinya aku jadi gak tega, "lanjut Yuan.


"Aku punya adek cewek juga dia seumuran dengan mu tapi dia korban pelecehan seksual tahun lalu, aku sangat terpukul dengan kejadian itu. Aku terus menangis tiap malam melihat kondisi adik ku, " wajah Yuan berubah drastis menjadi sangat sedih.


"Mari aku traktir makan malam, dengan syarat kau harus menceritakan apa yang ingin aku tau, " ucap Anggita.


"Baiklah. "


•Pukul 17.30 sore


Di cafe mewah dengan suasana tenang terdengar alunan melodi yang keluar dari pianis terkenal.


"Kak tolong bawakan 2 salted egg pasta dan 2 American blue sea yang satu gak peke gula ya, " Anggita memesan menu.


"Mohon di tunggu nona Anggita," ucap pelayan.


"Wah, mereka kenal baik ya dengan mu, " tanya Yuan.


"Iya. "


"Apa yang membawa aku kesini ? " tanya Yuan.


"Adik mu ? " Ragu Anggita memulai percakapan dengan ragu.


"Ah , rupanya kamu penasaran dengan adik ku ya, " Yuan memijat hidung atasnya.


"Dia depresi, " lanjut Yuan.


"Dia anak yang aktif dan aku sangat sayang padanya, aku cuman hidup berdua Dengan dia sejak dia lahir. Jangan tanya orang tua kami ! "


"Okey, " ucap Anggita.


"Asal kau tau... adik ku selalu menyambut ku saat aku pulang kuliah , membuatkan makanan enak , menenangkan ku saat tempramen ku kambuh , matanya menatap ku dengan indah , dan senyuman nya benar benar tidak pernah hilang walaupun dia sedang marah pada ku, " Dengan mata yang berkaca kaca Yuan menceritakan adik tercintanya.


"Suatu hari adik ku pulang dari sekolah nya, teman kelasnya menjebak adik ku dengan cara yang bahkan aku tidak ketahui."


"Adik ku di pulang kan dengan keadaan mengenaskan bajunya berantakan. Memar dan jejak kissmark terlihat di mana-mana aku rasa adik ku di gang bang saat itu "


*gang bang \=di perk*sa secara berkelompok.


"Apa yang kamu lakukan saat itu, " tanya Anggita.


"Aku membunuh mereka. "


"Aku tidak menyesal, " ucap Yuan.


"Mereka kehilangan nyawa dan adik ku kehilangan dirinya. Kau bayangkan seberapa menderita nya adik ku, " Yuan menangis tersedu.


Anggita merasakan sedih yang mendalam Anggita pun memeluk Yuan yang menangis tersedu-sedu dan mengigit bibir bawahnya.


"Aku harus bagaimana Anggita.. " lirih Yuan.


"Adik mu dimana ? "


"Dirumah, bahkan terkadang dia takut pada ku, " ucap Yuan.


"Yuan , boleh aku panggil kamu Yuan? " ucap Anggita.


Yuan mengangguk." Anggap saja aku ini teman mu mulai sekarang. "


"Terimakasih, boleh aku bertemu dengannya? " tanya Anggita.


"Tentu, besok aku akan jemput kamu. "


Para pelayan pun tiba Anggita langsung melepaskan pelukannya. " terimakasih telah berkunjung , ini hidangan penutup untuk nona Anggita dan patner selamat menikmati "


"Teman , teman dia teman ku, " ucap Anggita gugup.


"Patner juga berarti teman, " ucap Yuan mengelap sisa sisa tangisannya.


terimakasih kasih kak sudah baca karya yang aku buat :) dan mohon minta dukungan nya ya kak tolong tap 👍 dan ❤️ sampai bewarna merah oh ya jangan lupa komentarnya kak itu penting banget kak buat penulis kecil kaya aku heheh terimakasih sekali lagi ya kak selamat menikmati.