
...Bab lV...
Paman pun pergi dan tinggal tersisa Anggita dan Juna di meja makan." Anggita aku akui masakan mu enak, " ucap Juna .
"Terimakasih paman. "
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan bahan bahannya ? "
"Aku membeli nya dan aku membayar dengan handphone mu paman," Anggita tersenyum lebar mengatakan nya tanpa dosa.
"Astaga... " ucap Juna menggelengkan kepalanya.
..._______________...
"Maaf ya paman, " ucap Anggita menyesal.
"Sudah lah gak ada yang harus di sesali, " ucap Juna dengan tenang.
"Paman bisa tidak kita menikah sekarang aja ! " ucap melantur si gendut imut ini sukses membuat Juna gemas.
Juna mencubit pipi Anggita dengan gemas. " Kau ini ... Menikah saja yang ada di otak mu ! " Juna berkata dengan rahang tertahan karena gemas.
Anggita tersenyum lebar dan matanya tertutup. "Sudah main mainnya kau harus packing semua barang mu, " ucap Juna melepaskan cubitan nya.
"Baiklah, tapi bantuuuinn... " rengek Anggita dengan khas manjanya.
Juna menghela nafas panjangnya." Huufft , baiklah putri manja " ledek Juna.
"Hey , paman tua aku tidak manja ya, " bela diri Anggita.
"Apa, paman tua ? "
"Iya paman tua, bweeekkk " ledek Anggita langsung lari ke kamarnya.
"Cihh" Juna tersenyum melihat tingkah Anggita." Dasar, anak kecil " lalu bangkit dan berjalan pelan menuju kamarnya.
•Pukul 10.00 Pagi
"Anggita kau sudah minum vitamin mu ?" ucap Juna menyeret koper besar milik Anggita.
"Belum , Anggita lupa, " jawab Anggita dengan panik mencari cari sesuatu di tas selempangnya.
"Apa yang kau cari ? " Tanya paman Gober.
"Vitamin Anggita," masih sibuk mencari.
"Sudah kau duduk saja di belakang nanti paman kasih punya paman, " ucap Juna.
Anggita pun langsung duduk di kursi penumpang belakang, sedangkan Juna menaruh koper Anggita di bagasi belakang.
Paman pun duduk di samping kursi pengemudi, " Anggita asal kau tau Paman sedikit terkejut dengan sikap Juna saat bersama mu, " ucap Paman Gober.
"Kenapa bisa gitu paman, " Anggita mendekatkan diri pada paman Gober.
"Juna itu dingin pada siapa pun , tapi ketika bersama mu dia lebih perhatian dan hangat "
"Ah mungkin dia pikir Anggita kucing yang terluka, paman. " Tiba tiba Anggita terdiam dengan raut wajah sedih seketika.
Juna pun masuk dan memasang sabuk pengamannya. " Anggita kau sudah memasang sabuk pengaman mu ? " Juna melirik Anggita dari kaca.
"Kenapa anak ini, Dia jadi tidak bersemangat sekarang, " benak Juna dan langsung melirik tajam Pamannya.
"What are you talking about? ( Apa aja yang kamu bicarakan ? )" Juna menekan Paman nya.
" Nothing I just feel bad now, ( gak ada aku cuman merasa gak enak aja sekarang )" ucap Anggita menyambar pembicaraan Juna.
" Itu mungkin karena kamu gak minum vitamin mu " ucap Juna mengambil vitamin miliknya di kantung untuk di berikan pada Anggita.
Juna membuka tutup botol air mineral. " Kau harus memperhatikan diri mu sendiri , apa lagi kau akan berhadapan dengan 2 iblis di rumah mu lagi " ucap Juna memberikan 1 pil vitamin.
"Iya pasti , saat aku sekarat kamaren aku udah banyak berfikir untuk mengatasi Semuanya paman, " ucap datar Anggita.
" Oke, kalo gitu aku tidak khawatir lagi, " Juna menginjak pedal gas hendak memulai perjalanan.
"Anggita kau asli Jawa ya tadi ? " Tanya Paman Gober di perjalanan menuju bandara.
"Iya paman, ibu dan ayah Anggita darah Jawa asli "
"Di mananya nak ? "
"Paman tau Jombang, Mama dan ayah Anggita dari sana."
"Iya paman tau paman ini punya istri orang Yogya "
"Benarkah paman? pasti sangat cantik dan anggun ! "
"Ya kau benar nak , lain kali paman akan kenalkan. "
"Baiklah Paman Anggita akan tagih loh. "
"Haha iya, nak. "
"Kalau wanita Kalimantan gimana ?" tanya Juna dengan wajah datar.
"Cantik sangat cantik seperti orang Banjar , Dayak , Kutai dan banyak lagi deh mereka sangat cantik. Apa lagi kalo mereka menari dengan adat mereka masing-masing Anggita rekomendasiin !! pokoknya kalo ke kalimantan harus dan wajib nonton tarian tradisional mereka hehe, " ucap bersemangat Anggita.
"Seperti nya menarik " Dengan datar Juna menyimak.
"Bukan sepertinya lagi tapi memang, tau ! " ucap Anggita.
"Sumatra juga banyak tarian tradisional, kamu juga harus menonton secara langsung Kalau kau kesana, " ucap Paman Gober.
"Paman aku sangat cinta Indonesia , ragam budaya dan tradisi mereka sangat memukau pasti dong aku menjelajah banyak budaya dan tradisi Indonesia."
"Terutama pulau pulau yang memiliki pantai yang indah apa lagi Sulawesi, heheh." ucap Anggita benar benar bersemangat membahas topik ini .
"Jika kita di pertemukan lagi , bawa aku ya " ucap Juna membuat pamannya lagi lagi heran.
"Pasti paman aku akan kenalkan semua budaya di Indonesia ini, " ucap Anggita." Tapi, paman gak pernah tinggal di sini sebelumnya ?" Lanjut Anggita.
" Gak , aku besar di Jerman lalu pergi ke Korea umur 17 tahun. 1 tahun ke Korea dan kembali lagi ke Jepang, " ucap Juna sambil menekan tombol tiket exclusive.
Anggita pun mengangguk mengerti" Paman, kita terbang dengan mobil mu ? " tanya Anggita.
" Iya. "
" Woah bukannya lebih mahal ? "
" Kau jangan pikirkan itu " jawab Juna.
•Tiba di Bandara APT Pranoto , Samarinda. Pukul 17.30.
"Huwaaa kangen banget cium bau udara di Samarinda, hahaha " ucap Anggita membuka kaca jendelanya begitu keluar dari bandara.
"Emang apa bedanya udara di sini ? " Sekak Juna .
"Gak ada, cuman kangen aja sama suasana di sini, " ucap Anggita mengeluarkan tangannya dari jendela mobil.
"Tarik tanganmu, Anggita " pitah Juna.
"Gak papa orang sepi juga, tuh ! " Lawan Anggita.
"Bahaya Anggita tarik tangan mu, nak " tegur Paman Gober.
"Iya paman, " ucap Anggita kecewa.
Melihat wajah Anggita yang begitu kecewa Juna pun membuka atap mobilnya.
"Woah...." Anggita takjub melihat apa yang terjadi.
"Seperti orang udik aja " Juna menyela.
"Emang aku udik , bahkan aku punya 17 mobil sport. 2 di antaranya paling mahal juga lemboh dan dugatih, " ucap Anggita memakai kacamata hitamnya.
"Sombong banget, " Juna memutarkan matanya.
"Situ deluan ! " jawab Anggita menyilang tangannya dan melentikkan duduknya.
Tiba lah di sebuah perumahan mewah milik pribadi keluarga Anggita terlihat banyak wisata dan destinasi sebelum menuju rumah mewah milik Anggita.
"Mohon maaf pak berhenti dulu, " ucap penjaga keamanan .
"Apa anda sudah memiliki janji, " lanjut penjaga.
"Pakde, " Teriak Anggita melambaikan tangan ke sekumpulan penjaga keamanan.
"Non .. ealah pakde khawatir betul sama non Anggit kenapa non Anggit kabur, " ucap akrab penjaga keamanan langsung menghampiri Anggita.
"Pakde , Anggit kedinginan... Anggit kesakitan... mata Anggit sampe hampir putih semua gara gara mas Leon! " Anggita mengadu manja pada pakde joe penjaga keamanan pribadi keluarga Brama. Sejak Anggita masih belum lahir pun pakde Joe sudah mengabdi kan diri pada keluarga yang Brama bangun.
"Ealah.. non Anggit yang malang, kenapa gak bilang sama pakde kalo mau keluar negri biar pakde temanin."
"Paman kan tau mas Leon itu licik, " ucap Anggita sambil memajukan bibirnya.
" Maaf pakde ya, non... "
Anggita pun turun dari mobil lalu memeluk pakde kesayangan nya itu," Kenapa pakde jadi minta maaf ini bukan salah pakde."
"Terimakasih non , ini bude bikin permen jahe kesukaan non Anggit. Tiap hari bude membawa kan banyak permen dengan harapan non Anggit pulang, " ucap pakde Joe memberikan satu kotak permen jahe.
"Terimakasih , lain kali Anggit kerumah pakde ketemu bude lagi, biar di lajari masakan Yogya lagi deh hehe "
"Siap non , silahkan masuk. " membuka portal .
Anggita pun masuk mobil dan Juna menutup atap mobilnya." Kau memang akrab dengan semua orang ? " Tanya Juna.
"Emh, aku ga punya musuh sih " ucap Anggita melirik ke atas sembari mengingat.
"Kata mu di sekolah banyak yang mengolok mu. "
"Iya, tapi kan kami masih berteman baik itu hanya sebuah panggilan paman. "
Juna pun terkejut di sambut dengan mobil mewah yang terjejer rapi di sepanjang jalan. " Ternyata anak ini tadi gak bohong ya " benak Juna.
"Ini mobil mu semua kau kan masih 15 tahun, " tanya Juna.
"Aku cuman pilih buat persiapan aja, " Santai Anggita menjawab.
"Cihh, Dasar boros. "
"Paman asal kau tau aku sebenarnya tidak bener bener memprioritaskan ini , ini semua hadiah dari ayah aku cuman di suruh pilih setiap ada keluaran baru dari brand tertentu, " Anggita menjelaskan dengan wajah serius.
"Ya. "
Bingung dengan bahasa Anggita Juna hanya mencoba bersikap tak peduli.
Juna pun berhenti di depan pintu penyambutan Anggita dengan bersemangat keluar dari mobil bersama Paman Gober.
Anggita langsung masuk ke ruangan untuk mencari ayahnya , ternyata ayah Anggita sudah menyambut kedatangan putri nya di ruang keluarga setelah mengetahui dari Joe bahwa putri tercintanya sudah pulang." Putri ku sayang, kau sudah pulang nak dari mana aja ayah khawatir. " Sambut Brama memeluk putri tercinta.
Di sisi penyambutan hangat Sang ayah ada yang menatap panik. "Putri mami kau baik baik saja sayang " Sambut Herna dengan senyuman palsu.
"De, kakak minta maaf meninggalkan mu sebelum menemukan mu di sana " Lanjut sang kakak tiri yang bejad.
Anggita masih memeluk manja ayahnya namun matanya melirik tajam sang kakak tiri yang nyaris membunuh nya .
"Bagaimana bisa kau pulang, nak ? " Ayah Anggita bertanya dengan lembut.
Anggita melirik sang kakak tirinya. " Ayah harus tau Anggita tertiii..... " Anggita sengaja memperpanjang kata tikam untuk menggertak sang kakak tirinya.
"Terti? " Tanya penasaran sang ayah.
Kakak tiri Anggita terlihat panik begitu banyak keringat keluarga dari dahinya.
"Tertidur di halte pas keluar tanpa izin kakak, " ucap datar wajah Anggita.
"Anak ayah kenapa kau masih ceroboh, " ucap Ayah Anggita.
" Umm ayah, Anggita belum selesai cerita, " ucap Anggita.
"Duduk dulu nak, " Ayah Anggita menuntun putri kesayangannya duduk di samping nya.
"Ayah.. Lihat ini," Anggita memperlihatkan bekas tikaman di perut kanannya.
"Apa yang terjadi?? " tanya panik Ayah Anggita.
"Aku di tikam pria mesum Ayah, " Lagi lagi Anggita menatap sang kakak tirinya yang bejad.
"Anak ayah, ayah akan menuntut pria itu, " Ucap geram Brama.
" Ayah akan menyesal mengatakan itu kalo Ayah tau siapa orang nya, " ucap Anggita menekan kakak tirinya dan Ibu tirinya.
Sontak sang ibu tiri heran mengapa anak gadis bulan bulanannya menjadi pemberani.
"Sayang cerita kan bagaimana kau kembali " ucap ibu tiri mengalihkan pembicaraan.
"Benar mami bilang bagaimana kau kembali nak? " tanya Brama.
..."Ada seorang pria yang menolong ku yah, dia orang Indonesia juga aku suka benget sama pria itu yah! " Cerita Anggita berbunga-bunga....
"Wah, anak ayah udah dewasa. " Goda sang ayah.
"Ayah harus membantu Anggita menahan dia ya yah dia benar benar baik yah, paman itu merawat dan memasakan makanan enak buat Anggita " Ucap Anggita berbinar membuat sang ayah menjadi senang juga.
"Baiklah, Ayah sangat penasaran dengan nya Ayah akan berterimakasih padanya merawat dan menjaga putri ayah agar tetap gendut, hahaha, " Ayah Anggita menggoda Anggita dengan senyuman kerinduan yang mendalam.
"Ayok yah dia lagi diruang tamu. "
Anggita menarik tangan ayahnya untuk segera mendatangi Juna.
Saat di ruang tamu hanya terlihat Paman Gober yang duduk manis di sebuah sofa king size di ruang tamu di temani beberapa Pengawal.
"Ini dia paman Juna yang tampan ! " ucap Anggita sebelum menoleh.
"Yang benar saja? " heran Brama melihat Paman Gober yang seumur dengannya. Melihat ayahnya mengkerut kan dahi Anggita langsung membalikkan tubuh nya.
"Loh... Paman Juna mana? " tanya Anggita panik.
Sebelum menjawab pertanyaan Anggita sang ayah dengan sopan menghampiri Paman Gober dan menyapa nya lebih dulu.
"Selamat sore," Brama menjulurkan tangannya.
"Selamat sore tuan besar Brama," Menyambar salam dengan semangat.
"Silahkan duduk Tuan? " Ucap Brama menjuru agar Gober memperkenalkan diri.
"Ah perkenalkan Tuan brama saya Gober Griya Jaya. "
"Ahh saya tau anda pengusaha batik dan batu marmer no 1 di Indonesia bukan? " ucap Brama dengan ramah.
"Anda bisa saja tuan, hanya bisnis kecil saja tuan."
"Jangan panggil Tuan mas kesannya kaya apa gitu " ucap Brama.
" Iya mas."
"Oh ya mas, Terima kasih sebesar-besarnya sudah merawat putri tercinta kami " ucap brama dengan rasa Terima kasih yang besar.
Sedangkan empat mata di balik rak buku besar di sisi ruang tamu begitu tajam memperhatikan sekelompok manusia yang tersenyum dan berbincang ria.
"Sebenarnya mas, lain saya yang menemukan putri Anggita, " ucap paman Gober.
"Tapi ponakan saya yang tinggal di Korea " Lanjut Gober.
"Terus paman kemana tadi kan paman mengantarkan ku?? " tanya Anggita.
"Juna sudah pergi nak mohon maaf kan paman, yang tidak bisa menahannya pergi, " jawab sang Paman.
Anggita terlihat merenung setelah mendengar itu. " Dia pikir dia bisa kabur, " Benak Anggita dengan wajah kecewa.
"Ah.. Biasa anak muda memang suka begitu mereka belum dapat feelnya, hahah, " Ucap ayah Anggita.
"Benar.., Mereka memang masih mencari jati diri mereka masing masing," Ucap paman Gober.
"Haha bener saya juga begitu dulu. "
"Paman, minta ID paman Juna, " Ucap Anggita .
"Baiklah nak, " Paman gober mengeluarkan handphonenya.
"Ayah minjam HP, " Ringik Anggita.
"Ini, " Memberikan HP.
"22115452512 " Paman Gober mengejakan ID Juna dan Anggita pun langsung mengetik.
Anggita mengirimkan ID Juna ke email nya" Paman silakan berbincang dengan ayah Anggita dulu ya Anggita banyak urusan " ucap Anggita dengan senyuman yang ramah tamah.
" Baik putri, " ucap Paman Gober.
Anggita pun meninggalkan ruang tamu dan langsung kekamar nya namun saat di kamarnya sudah ada sepasang manusia berhati iblis menanti.
"Minggir !! " Ketus Anggita memerintah.
"Berani nya kau bicara seperti itu! " Herna menekan suara nya .
"Oh kenapa tidak, saat aku Sekarat kemarin aku sempat berfikir tubuh ku lebih tinggi dari mu dan badanku lebih berisi kenapa aku harus takut? " ucap Anggita menatap tajam dan melangkah kan kakinya hingga memepetkan tubuh kecil Herna.
Herna terkejut dengan sikapnya lagi lagi Herna sedikit ciut mendapatkan gertakan dari Anggita.
"Kau!! " Hentak sang kakak tiri menggenggam pergelangan tangan Anggita.
Anggita menepis tangan kakak tirinya. "Kakak ku sayang..." ucap Anggita langsung menatap kakaknya yang tingginya hanya terpaut 8 cm darinya.
"Bukan kah di dalam sini sangat lembut, " Anggita menunjuk dalam mulutnya membuat sang kakak tirinya tertegun meneguk liur.
"Seandainya kau meminta baik baik saat itu mungkin aku akan melayani mu lebih baik malam itu, " ucap Anggita dengan suara lembut bercampur serak.
Anggita merapikan anak rambut kakak tirinya dengan lembut dan sentuhan bermakna. " Kau itu tampan dan milik mu cukup besar tapi.. Kau kasar dan arogan membuat ku sedikit kecewa, " ucap Anggita memperbaiki dasi Leon dan menghimpit sang kakak tirinya sedekat mungkin.
Leon memang hypers*x dan sentuhan anggun Anggita sukses membuat Leon jatuh cinta pada Anggita melainkan karena nafsu tapi timbul perasaan cinta yang sebenarnya.
"Aku minta maaf Anggita berikan aku kesempatan sekali lagi, " ucap sang kakak tiri dengan mata penyesalan.
Mendengar apa yang di katakan anak laki lakinya sang Ibu tiri pun memukul putra tercintanya untuk menyadarkan putranya.
"Ah.., Itu tergantung seberapa lembut nya kamu kepada ku, " ucap Anggita melepaskan himpitan yang ia buat.
"Aku berjanji aku akan lembut pada mu, " ucap Leon dengan perasaan yang menggebu.
..."Leon! " Hentak sang ibu namun tak di gubris....
"Erhmm.., Aku rasa ibu mu tidak setuju ! " Wajah sedih Anggita sukses membuat luluh Leon.
"Hey.. Hey.. jangan sedih jangan hiraukan dia , " ucap Leon memegang pipi kanan Anggita.
"Gila pipinya lembut banget, matanya... Dan dirinya benar-benar sangat spesial, " Benak Leon.
"Baiklah, kalo gitu biarkan aku istirahat ," ucap manja Anggita.
"Oke, kau harus istirahat yang cukup, " Leon membukakan pintu kamar Anggita dan mempersilakan masuk.
"Terimakasih kakak, aku menyukai mu, " ucap Anggita lalu masuk kamarnya.
Jantung Leon berdebar hingga 100 kali lipat lebih cepat, dan Leon merasa dia akan lebih cepat mati jika itu terjadi terus menerus.
"Puas.. Apa yang kamu lakukan Leon, " ucap Herna.
"Mami pasti pernah merasakan ini jadi diam saja! " ucapan Leon membungkam mulut Herna.
Saat berada di kamar Anggita cepat cepat mencuci tangan menghapus jejak jejak sentuhan yang di berikan Leon.
"Ini baru permulaan!! , aku akan membuat kalian menderita dari pada aku. " grutu kebencian Anggita , dengan kasar diri nya mencuci tangan dan wajahnya.
Anggita terhenti dengan aktivitas nya dan manatap dirinya di cermin."Se-La-Mat Me-Nik-Ma-Ti kakak tiri dan ibu tiriku tersayang," lalu Anggita berdecis menyeringai.
"Menjijikkan, " Maki Anggita.
"Aku harus cari laptop ku, aku harus cari data Juna. "
"lupakan dulu dua manusia hina itu."
Saat menemukan laptop kesayangan nya Anggita langsung mencari data Juna dari ID yang dia dapat dari paman Gober.
"Search.. Search.. Come on baby. (Cari .. Cari .. Ayo sayang.) " Anggita bersenandung menunggu loading.
Laptop Anggita udah di desain khusus untuk meretas beberapa software di ganti jadi laptop kesayangan Anggita tidak akan mengecewakan Anggita.
"Sorry the file error, the person have high protection (maaf file rusak , seseorang memiliki keamanan yang tinggi) " Anggita membaca peringatan yang datang.
"Wedan tenan , kayanya dia juga pintar meretas deh " Grutu Anggita.
*wedan tenan \= gila banget.
...terimakasih kasih kak sudah baca karya yang aku buat :) dan mohon minta dukungan nya ya kak tolong tap 👍 dan ❤️ sampai bewarna merah oh ya jangan lupa komentarnya kak itu penting banget kak buat penulis kecil kaya aku heheh terimakasih sekali lagi ya kak selamat menikmati....