My Duda My Sugar Dady

My Duda My Sugar Dady
09



Gisel menutup matanya sambil memeluk leher revan dengan sangat erat. Ia benar benar tidak bisa membayangkan , jika benda besar itu masuk ke miliknya apa kah akan muat ?. pikiranya ke mana mana.


Revan memasukan miliknya dengan sangat hati hati.


"Ahhh sakit..dad." ucap gisel lirih sambil meneteskan air matanya. Revan pun mencium gisel dan sembari mengelap kringat yang sudah membasahi wajah gadis cantinya itu.


"Sebentar lagi akan enak sayang." Ujar nya sambik bergerak maju mundur dengan tempo yang sangat pelan .Darah segar terus menetes di sana ,Rasa sakit mungkin masih di rasakan gisel. Terlihat gisel masih merintih kesakitan.


Hingga tiba tiba rasa sakit itu berubah menjadi sangat nikmat dan menggairahkan. Permainan yang tadinya pelan sekarang berubah menjadi sangat brutal dan memabukan.de***n demi de**hn terus bergema di ruangan tersebut . kedua nya saling menyalurkan kenikmatan surga dunia yang tiada tandingannya.


beberapa menit kemudian keduanya sudah mencapai *******. Dan revan menyembuhkan benihnya ke dalam , ia tidak peduli jika gisel hamil , Toh dia akan menikahi gadisnya itu.


*********


"Masih mau makan ice cream?" tanya revan sambil mencabut penyatu mereka berdua


"milik ku sangat sakit, Aku ingin tidur saja " jawab gisel


"baiklah ayo tidur, nanti biar aku pesankan saja ice cremnya"


Gisel tersenyum sangat manis saat revan membawa nya dalam pelukanya. bagi gisel tubuh revan sangat hangat, harun dan sangat memabukan. Gisel yakin pasti wanita lain akan tergila gila bila berdekatan dengan Revan. Dan gisel bersumpah tidak akan membiarkan revan dekat dengan wanita manapun.


"***van?"


"hemmm"


"Aku tidak mau kau dekat dengan wanita manapun*** "ucap gisel lagi


"Ronde ke dua ya" ucap revan memelas


***************


"Masih belum selesai juga kerjanya?Ahh ternyata jadi bos berat juga ya. Aku pikir pekerjaan menjadi marketing paling berat ,karna menjual produk gak mudah .Eh ternyata jadi bos lebih pusing"ucap gisel yg tengah menemani revan berkerja.Lalu gisel meletakan dua cangkir kopi hangat di atas meja kerja revan.Sedangkan revan sibuk layar laptop dan setumpuk berkas yang ada di mejanya.


"Bahkan ini hari minggu loh." ujar gisel sambil menyeruput kopi hangatnya. Sebenernya gisel ingin di perhatikan revan tapi apa daya Revan masih sangat sibuk dengan berkas berkas kantornya.


Revan yang tadinya fokus dengan laptop nya sekarang beralih memandang gadis kecilnya yang memakai baju tidur sangat cantik nan anggun.kemudia revan fokus ke tubuh gisel yang di penuhi obat merah. yang gisel oleskan di bekad kissmark yg revan di sekujur tubuhnya .


"Sayang, kenapa di olesi obat merah" tanya revan


"Apa?." tanya gisel polos dengan mengangkat alis sebelah


Revan pun berdiri dan berjalan mendekati sang pujaaan hati. kemudia ia mengelap leher gisel yang di penuhi obat merah . Revan juga membuka resleting gaun tidur gisel , Hingga menampak tubuh indah sang gadis yang dengan tanda kissmark yang di olesi obat merah.


"Kenapa kamu kasih oba merah?." Tanya revan sambil tertawa pelan.


"Kalau membekas gimana ? kuliat aku jelek pasti." ucap gisel polos dan sedikit gugup. Apalagi ketika revan mengusap punggungnya dengan sensual. Sebelum merapihkan gaun tidur yang gisel kenakan.


"Mau kita bikin tubuhmu penuh dengan ini juga tidak akan membekas, nanti juga hilang sayang ." ucap revan memberi penjelasan.


"Tapi ini merah merah." Tanya gisel lagi


"iya tapi dua hari juga hilang. kamu akan bepengalaman nanti ." ucap revan jahil kemuadia ia mencium bibir gadis itu dengan gemas.