My Duda My Sugar Dady

My Duda My Sugar Dady
14



''gengam tangan ku jika kau merasa takut''.


gisel hanya meganguk ,lalu menggenggam tangan Revan erat. Karna kampung halaman gisel jauh dari perkotaan dan bisa di bilang daerah yang cukup terpencil ,Semuah orang menatan kagum ke arah mobil mewah bermerek  Lamborghini Aventador Lp720 serta pangeran tampan yang mendampinginya saat ini .Meraka merasa kedatangan pangeran Williams di desa nya..


gisel menatap pintu rumah itu dengan nanar, rumah yang selalu ia rindukan ,tetapi yang ia sangat benci.


''apa perlu aku yang mengetuknya''. Tanya revan sambil mengetuk pintu itu


''Kalau gitu harus nya gak usah tanya''.ketus gisel sembari mencubit pinggang revan dan revan tertawa geli melihat raut wajah gisel yang napak sangat kesal.


Rava sangat terkejut dengan rumah yang ada di hadapannya, sederhana dan kecil. Bahkan apartemen mewahnya jauh lehih besar dari pada rumah itu. Jika bukan karna rasa sayangnya lada gisel, Maka ia sudah menangis sejak kedatangan pertamanya.Bahkan yang ia lakukan saat ini malah bergelayut manja di gendongan gisel.


Dan saat pintu rumah itu di buka oleh caren, pandangan caren langsung tertuju pada wajah tampan revan dengan mata berbinar binar.Gisel kesal dengan exspresi caren yang seperti itu.Karna exspresi itu sama dengan exspresi caren sebelum merebut pacar nya dulu.


Tanpa menyapa caren,gisel langsung menggengga


m tangan Revan dengan posesif dan masuk ke dalam rumah.Dan siapa sangka, di sana sudah ada keluarga besar ibu dan ayahnya yang sedang berkumpul.


Tawa dan canda mereka seketika berhenti kala melihat siapa orang yang berdiri di hadapan mereka .Seseorang yang begitu tampan dan berwibawa ,juga memilikisenyuman yang menawan.Dan sosok yang mereka tunggu dan akan mereka hina kini menjelma menjadi wanita cantik dengan sejuta kemewahan di sekujur tubuhnya .


"Maaf menggangu waktunya .Sesuai dengan undangan dari ibunda gisel , kekasih saya . Jadi kedatangan saya ke mari untuk melamar gisel .Saya tau perbedaan umur kami sangat jauh ,tapi melihat respon anda yang meminta saya untuk menikah gisel ,saya anggap itu sebagai persetujuan dan restu dari anda" ujar revan ramah namun dengan sedikit penekanan pada setiap kata yang ia ucapkan.


Dan tanpa sepengetahuan gisel, revan sudah menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan barang barang mewah untuk melamar gisel di hadapan keluarga besar keluarganya.


Setelah menepuk tanganya, tiba tiba orang orang suruhannya masuk ke dalam rumah membawa berbagai macam barang lamaran.Bahkan gisel tidak pernah tau kedatangan orang orang itu.


"Saya sudah membelikan rumah seharga 60M untuk gisel,mobil,berlian,uang tabungan serta tas dan kebutuhan yang anda lihat sekarang" ujar revan dengan menunjukan kunci rumah dan mobil,serta banyaknya berlian , tas dan sederat barang brendet lainya.


Mulut semuah orang mengaga.Termasuk lidia yang tidak pernah terima jika gisel hidup bahagia.Ia ingin sekali nasib gisel sama seperti ibunya, Di buang, di hina ,di asingkan dan mati mengenaskan di dasar jurang.


Semuah orang menyambut kedatangan revan dengan ramah, serta mempersilahkanya duduk.Termasuk caren yang tiba tiba akan duduk di samping revan.Namun sayang ,anak posesif itu buru buru menghalanginya.


"Jangan duduk samping dady". teriaknya kesal.


Begitulah sifat asli rava jika ada perempuan yang berani mendekati ayah nya. Ajaibnya sifat dinginnya itu tidak berlaku untuk gisel.


"Sayang jangan begini . Maafkan anak saya, dia memang sedikit sensitif". ujar revan dengan senyum ramah.


"Ini untuk momy gisel".ujar revan lagi.dan caren langsung berpindah tempat dengan wajah kesalnya.


******


Di sisi lain...


"Kamu gak tau malu?kamu tu cuma wanita murahan ,gak cocok untuk dia .Maka cepat putuskan dia".ujar lidia dengan nada tinggi.Gisel tersenyum getir.Sambil meneteskan air matanya.


"Mama maunya revan bersama dengan caren.Caren lebih cocok bersanding dengan revan maka tinggalkan revan untuk caren".


"bu,aku sudah mengorbankan segalanya!Kuliah ku masa depan ku , pacar ku dulu juga aku iklasin buat caren.Tapi kalau ibu minta aku buat lepasin revan, maaf bu aku gak bisa.


Plakk....


Satu tamparan mendarat di wajah cantik.lidia menjambak rambut gisel dengan sangat kasar lalu menatap dengan tajam.


"Berani kamu ngelawan ku?