
"Aku cinta sama revan bu,pleace jangan revan,ibu boleh minta apa aja dari aku,tapi jangan revan.
"Pinter ya kamu! giliran mantan yang gak ada apa apanya kamu gampang banget bilang iya,giliran yang kayak aja ,kamu pertahanin.
"ini bukan soal kekayaan tapi soal hati. Aku sayang sama dia".
"Cih!!munafik! Kamu ajak revan nginep di sini.Pokoknya saya gak mau tau, kalau caren deketin revan .Awas kamu!Kamu tuh pantes nya nikah sama kakek kakek atau jadi pal*cur aja sana.Kamu tuh gak bakal pantes bersanding dengan pria seperti revan.
"Salah aku apa sih bu? Aku juga anak ibu.Kenapa ibu seperti ini?".Isak nya dengan air mata yg terus mengalir sembari. menata lidia dengan Tulus.
Sejujurnya hatinya sangat sakit dengan kata kata itu .Tetapi mengingat lidia adalah ibunya yang telah. melahirkan nya ke dunia.Gisel. mencoba sabar.
"Apa. masih kurang semuah yang gisel kasih selama ini?bahkan semuah harta papa gisel serahkan semuah ke ibu ,gisel kerja bating tulang buat ibu, buat kuliah caren.Apa masih kurang pengorbanan ku selama ini?".
"Itu sudah tugas kamu sebagai tulang punggung keluarga .Kamu liat gak anak bu rt?! Dia gak pernah ngeluh kaya kamu.Kuliahin adek kamu aja pamrih di bahas terus. Itu sudah tugas kamu".
Lidia mendorong gisel kasar,Lalu menamparnya sekali lagi ,dengan sangat kasar.
"Inget ya kamu tuh gak akan pernah cocok bersanding dengan revan ,jadi diam saja bila adik mu mendekatinya".Ucap nya kasar kemudia meninggalkan gisel sendiri di sana.
***********
Setelah menghapus air matanya serta merapih kan kembali penampilannya , Gisel mengantarkan rava dan revan ke kamar miliknya .Kamar sederhana,namun tertata dengan sangat rapih.Seperti permintaan lidia.Gisel meminta revan untuk menginap beberapa hari .Tentu saja revan mau, karna gisel yang memintanya.
Revan memandangi foto foto gisel saat masih kecil .Dan menurut revan, gadis itu memang lah cantik sejak kecil.Mungkin jika ia bertemu sejak dulu , ia pasti akan langsung jatuh cinta.
Sama seperti saat ia bertemu di reastauran untuk pertama kalinya.Revan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.Bukan revan namanya, jika ia tidak memiliki ribuan cara untuk mendapatkan gisel.
Dan kebetulan yang luar biasa, rava menangis siang dan malam.Pria kecil itu sangat menginginkan gisel menjadi ibunya .Revan juga melihat, gisel sangat menyayangi rava dengan tulus.Lalu untuk apa lagi ia berfikir panjang? perbedaan soal umur . Revan cukup percaya diri bersanding dengan gisel. Siapa juga yang bisa menolak pesonanya? serta pria kaya sepertinya??.
"Kenapa sedih baby?". Tanya revan ketika melihat gisel merebahkan diri, sambil memeluk rava yang sedang tertidur.
"Gak".
"Kelilipan." jawab gisel cepat
"Oh aku percaya, soalnya kamar kamu berdebu". sahut revan dan gisel pun bangkit dari tidurnya dan langsung memukul Revan.
"Kamar aku gak sekotor itu ya". Protes gisel
"Lagian pakek acara bohong sama aku. Kenapa? Kamu ada masalah? Tell me everything, baby". ujar revan sambil mengangkat tubuh gisel untuk duduk di atas meja, lalu manatap gisel dengan lekat.
Posisi gisel yang seperti itu, seakan pas dan sejajar dengan postur tinggi revan.Wajah mereka bahkan bisa berhadapan dengan sangat jelas.
"Gak mau cerita ?". Ujar revan sambil mencium leher jenjang sang gadis.
"Aku gak mau kamu deket dengan wanita manapu.bisa?Termasuk adek aku".
"Itu saja permintaan nya?". Tanya revan dan gisel hanya meganguk manja di pelukanya.
"Lagian aku suka nya cuma sama kamu , aku udh pernah bilang kan. hati dan dia, cuma milik kamu". Ujar revan sambil menuntun tangan gisel untuk menyentuh dadanya, serta adik kecilnya yang sudah tegang dan menonjol.Revan sudah berfikir mesum saat pertama kali masuk ke dalam kamar minimalis itu.
Gisel membelalakan matanya, serta menelan ludah berkali kali.Milik revan yang besar dan keras selalu saja terbayang bayang dalam pikiran gisel.Meski ia baru merasakan itu dua kali, namun rasa nikmat yang pria itu berikan selalu terngiang , di saat berdekatan sangat intim seperti itu.
"Sayang bisa kita lanjutkan yang di mobil tadi". tanya revan yang langsung membuat gisel menegang.
"Tapi ada rava!!kamu ini selalu gak inget tempat".
Revan senang melihat gisel yang masih malu malu dan gugup jika revan mendekati nya. Menurut revan lebih menantang dari pada yang sudah berpengalaman.Revan berjanji akan mengajari gadisnya menjadi liar.
"Pelan pelan aja" ujar revan sambil membuka gaun yang gisel kenakan. Revan mencium leher jenjang gisel , serta menuntun gisel untuk membuka kemejanya.
"Buka kemeja ku baby". lirihnya sambil mengecup leher hingga dada gisel yang masih terbungkus bra hitam yang kontras dengan warna kulitny.
Perlahan revan membuka bra tersebut.Ia menyusu dengan rakus nya.Setelah kemejanya lepas revan