My Duda My Sugar Dady

My Duda My Sugar Dady
10



sedangkan gisel mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil ,lalu mengalunkan kedua tangannya di leher revan dengan sangat manja.


"Revan, kenapa tiba tiba kau mau menjadikan ku istri mu ?." ucap gisel terbata bata dengan suara serak.


"Maksudku kau kan bisa mendapat kan yang lebih baik dari ku?." ucap gisel lagi


"Aku tidak sembarangan memilih wanita. Aku pilih kamu karna , aku tau kamu wanita baik baik dan sayang sama rava. Kau pikir ,aku tidak tau apa pun tentang dirimu?." ucap revan


"Maksudnya?." tanya gisel dengan wajah nya yang tampak bingung.


" Aku tau semuah tentang diri mu, kaut tak pernah di perlakukan baik bukan dengan keluarga mu?. Bahkan adik mu yang kau biayai kuliah, pernah merebut pacar mu . Aku tau semuah tentang diri mu lebih dari yang kau tau sendiri." ucap revan panjang lebar


Wajah gisel terlihat sedih saat saat mengingat kejadian itu . Bukan karna pacarnya saja , tetapi juga soal kuliah.Ia ingin sekali kuliah , Tapi lagi lagi ia harus berkorban demi keluargannya lagi dan lagi. Lagi pula bila ia kuliah , siapa yang akan membiayai kuliahnya?.


" Dari mana kau itu". tanya gisel


"Aku tau semuah tentang kamu. Tunggu waktu yang tepat, aku akan memberi tau mu tentang 1 fakta . Yang kau tidak ketahui tentang keluarga mu." jawab revan dengan nada sok misterius.


" Apa?!." ucap gisel penasaran


"Tunggu dulu okey .Aku masih harus memastikan keberannya dulu."


kemudian gisel menangis seperti anak kecil ,dan berhambur ke pelukan revan .


"Kau tau, aku tak pernah di perlakukan siapa pun dengan sangat baik. Kecuali diri mu, dari kecil aku selalu di kucilkan , apapun yang aku lakukan selalu salah di mata mama dan seleluruh keluarga ku. Padahal aku selalu berjuang mati matian untuk membahagiakan mama , bahkan aku sudah banyak berkorban untuk membuatnya bahagis . Tapi dia selalu menganggap ku tak berguna selalu melontarkan kata kata kasar dan hinaan . Aku harus gimana biar mama bangga punya aku , biar mama sayang sama aku kayak mama sayang sama widia."


"Sstttt jangan menangis seperti rava. Sekarang kan ada aku , aku yang selalu ada untuk mu. Jika kau ingin melanjutkan kuliah mu. , aku akan mencarikan mu falkutas terbiak di kota ini bila perlu di seluruh dunia ini , dan aku akan menanggung seluruh biaya hidup keluargamu agar kau tak terlalu sering berurusan dengan mereka." ucap revan


" ***Aku tidak mau kuliah lagi , aku sudah tudak ingin . dan soal keluarga ku ,aku tidak sejahat itu van . Meski mereka telah berbuat jahat pada ku , bukan berarti aku akan menjauhi mereka. Mau bagainama pun perlakukan mereka pada ku , mereka tetap keluarga ku.


"Tuhkan , aku gak salah pilih calon ibu buat anak anak ku***." kekeh revan sambil menggangkat tubuh gisel ke gendongannya. ia menepuk nepuk seperti sedang menidurkan bayi.


" van bisa kah kau selalu seperti ini." ucap gisel dengan suara manja.


"***Seperti apa?."


"Jangan pernah memarahi ku, meninggalkan ku dan jangan pernah selingkuh dan terus jadi revan yang baik dan sayang sama aku. "


"Iya aku janji***" ucap revan


"***Apa kau masih mencintai mayang?"


"Aku hanya mencintai gadis kecil ku saja, bukan dia." ucap revan sambil mengelitiki perut gisel yang membuat gisel menggeliat*** di gendongan revan.


"Loh kok kamu? emang aku bilang kamu ya" ucap revan bercanda tapi di anggap serius oleh gisel.


Gisel turuh dari gendongan revan dan berjalan mejahui revan dengan air mata yg mengelinang.


"Kenapa?!" ucap revan sambil mencengkram lengan gisel sebelum gadis itu benar benar pergi.


"***Kamu sudah memperkosa ku! kau bilang mau menikahi ku dan sekarang kau malah mencintai wanita lain "


"Ah ,memperkosa ?hahahah*** " ucap revan sembari tertawa terbahak bahak


"Ini serius ,aku gak lagi bercanda." ketus gisel.


Kemudia revan menarik gisel ke dalam dekapanya ,lalu menarik dagu gisel agar bisa milihat wajahnya .


"Bukan memperkosa, tapi bercinta karna kita sama sama menginginkannya ." ucap revan sambil mendekatkan wajah mereka berdua.


"Aku hanya mencintai mu gisel, hanya kamu yang bisa dengan cepat memikat hati ku." ucap revan lagi


"Janji?." ucap gisel sambil menunjukan jari kelingkingnya


"Kau sungguh menggemaskan ! Ayok kita tidur." ujar revan sembari menggendok gisel kembali menuju kamar mereka berdua.


"Bolehkah aku meminta 1 ronde lagi malam ini ?." bisik revan pada gisel sambil meremas pantat gadis yang sedang berada di gendongannya. Gisel yang sudang ngeblus , hanya tersenyum malu malu dan mengangguk.


Setelah sampai kamar revan langsung merebahkan tubuh gisel dan menindihi gadis imut itu .Lalu menatap wajah gisel sambil tersenyum. Niat nya revan ingin menggempur gisel malam ini , Tapi melihat obat merah di seluruh tubuh gisel, membuat revan jadi tidak tega.


"**Kita tidur saja baby, aku ingin tidur sambil memelukmu . besok pagi saja kita melakukannya ,dan besok pagi juga aku punya kejutan untuk mu "


"Kejutan apa**." tanya gisel


"Sudah lah besok juga kau tau, jadi sekarang tidur dan peluk aku." ucap revan dengan suara manja


Tanpa basa basi gisel langsung masuk dalam pelukan gisel. memeluk dan mencium aroma tubuh yang mejadi candanya akhir akhir ini .Gisel merasa sangat nyaman berada di pelukan revan .Karna memang sebelum nya ia tidak pernah merasakan kehangatan seperti saat ini.Dan sekarang gisel merasa hidupnya jauh lehih indah bila bersama revan dan pangeran kecil rava.


"Gadis kecil yang lugu dan sangat menggemaskan" batin revan sambil memeluk gisel dengan sangat posesif.


**********************************



Hujan turun pertanda bahwa ada yang diam-diam mengingatmu dan merindukanmu." "Aku berharaphujan ini segera reda, agar rindu ini tak terlalu dalam mengorek luka." "Biarkan derai hujan semakin deras, hingga ku dapat menitipkan rindu lewat air yang akan mengalir ke hatimu." "Seharusnya, aku tak jatuh cinta saat hujan.*(Malam ini di kamar ini )*11 April 2022