My CEO My LOVE

My CEO My LOVE
PART 1



"Mmmph..Mmmph.."


"Ahhh.."


Suara dua orang yang sedang berciuman memenuhi ruang apartemen minimalis bernuansa hijau tosca. di depan pintu, seorang wanita bersedekap sambil memicingkan matanya melihat kedua insan yang di mabuk cinta itu.


"I want you more, babe.."


BLAAM!!


Firda membanting pintu apartemen dan menghentikan aktivitas panas sahabatnya. Sambil berjalan mendekati mereka, Firda menatap mereka kesal. "Kenapa melakukanya di apartemenku, kalian tidak sanggup membayar hotel?"


Putri segera merapikan bajunya begitu juga dengan Anrez, pacarnya. "Salahmu sendiri sangat lama ke sini." Balas Putri membuat Firda bertambah kesal.


"Kalian di larang melakukan hubungan sex di apartemenku" Larangnya, lalu segera pergi ke dapur dan mengambil segelas air.


"Kau hanya belum merasakan Firr. Jika sudah, aku yakin kau akan terus melakukannya." Balas Putri setengah bercanda


Firda kembali duduk di ruang tamu lalu duduk di hadapan mereka berdua. "Katakan apa yang membuat kalian berdua kesini." Tanyanya langsung. Suasana hatinya sedang tidak baik karena teman kencannya, Riki , lagi-lagi membatalkan acara kencan mereka. Padahal Firda sedang butuh hiburan hari ini.


Anrez mengambil tas dan mengeluarkan sebuah majalah bisnis. "Dia sudah kembali ke Indonesia." Katanya lalu menyodorkan sebuah majalah diatas meja." Mantan pacarmu. Rendy Haidar Alfiansyah."


Firda menatap majalah itu lalu menatap kedua temanya itu. "Aku sudah tahu berita ini." Katanya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tidak peduli padanya." Kata Firda lalu segera pergi ke kamarnya meninggalkan Putri dan Anrez. Terserah apa yang akan mereka berdua lakukan stelah ini. Ia tidak peduli.


Mendengar nama Rendy lagi membuat suasana hatinya bertambah lebih buruk karena mau tidak mau ia harus kembali mengingat masa SMA nya yang penuh penderitaan.


***


Flashback


Firda berjalan menyusuri koridor kelas dua belas dengan risih karena di belakangnya orang-orang cenderung berbisik-bisik sambil menatap sinis padanya. Terutama para murid perempuan.


Itu sebabnya ia lebih suka berdiam diri di dalam kelas. Tapi kali ini, ia harus pergi ke kelas Rendy, pacarnya. Ia harus berterima kasih atas gelang yang diberikan Rendy tadi pagi di atas mejanya.


Yah, Rendy Haidar Alfiansyah adalah pacarnya. Rendy yang ganteng, pintar, jago olahraga dan pewaris Haidar group.


Rendy yang sempurna itu adalah pacarnya.


Jangankan semua siswa di sekolah, Firda sendiri tidak mempercayai hal itu. Dia yang gendut, berkacamata, tidak terlalu pintar dan seorang penyendiri tiba-tiba di tembak oleh Rendy dua bulan lalu.


Mungkin ini mimpi terindah yang pernah Firda rasakan.


"Kalo gue jadi dia, gue akan sadar diri dan menolak Rendy." Bisik seorang siswi cantik yang berdiri di depan kelas Rendy. Tetapi seperti yang sudah-sudah, Firda hanya mengabaikanya.


Firda menjulurkan kepalanya ke dalam kelas untuk mencari Rendy dan begitu matanya menangkap Rendy yang sedang duduk dengan teman-temanya, pria itu juga berbalik menatapnya dan tersenyum.


Langsung saja Rendy menghampirinya dan mengusap kepalanya. "Ada apa, Fir?" tanya Rendy sambil memasang senyum yang mampu membuat semua wanita bertekuk lutut, termasuk Firda.


"Ehm, Terima kasih untuk gelangnya." Kata Firda gugup, Jantungnya selalu berdebar cepat saat bersama Rendy. Apalagi saat dua bulan yang lalu ia ditembak Rendy, jantungnya serasa sudah berhenti detak saat itu.


"Kamu suka?" tanya Rendy sambil mengusap pipi Firda.


"Iya, aku sangat menyukainya." Kata Firda dengan senyum lebar du bibirnya. "Aku kembali ke kelas dulu." Kata Firda dan Rendy hanya menghembuskan napasnya. "Kamu tidak nyaman dengan mereka semua?"


Firda mengangguk dan senyum di bibir Rendy perlahan hilang. "Baiklah kalau itu membuatmu nyaman. Aku akan


mengantarmu ke kelas." Tawar Rendy yang langsung di įyakan oleh Firda.


Hubungan mereka berdua berjalan baik hingga seminggu kemudian, saat Firda pergi ke perpustakaan dan mendengar pembicaraan beberapa anak lelaki kelas dua belas di gudang olahraga. Tempat itu biasa di gunakan oleh para siswa untuk nongkrong karena tempatnya strategis.


"Kayaknya, uang jajan kita bakal habis buat bayar taruhan besok." Ujar Andre sambil mengikat tali sepatunya yang lepas.


"Hebat juga sih Rendy bisa bertahan lebih dari dua bulan sama si gendut. Gue pikir si gendut yang bakalan mutusin Rendy karena nggak tahan di nyinyirin tiap hari." Sahut Tama.


"Semua cewek juga bakalan betah lama-lama sama Rendy. Lagian lo pada yang **** langsung setuju sama taruhan itu. Uang jajan kita yang pada habis kan sekarang."Kata Joko yang langsung membungkam semua teman-temannya.


"Emangnya lo pada maujadi pacarnya si buruk rupa itu?" tanya Tama. "Idih, gua ogah. Berapapun taruhan lo pada gua nggak mau! Bisa hancur reputasi gue punya mantan jelek begitu!" Kata Andre yang langsung di tertawakan mereka semua.


Firda yang berdiri di balik pintu hanya menahan isakannya. Meskipun begitu, air matanya terus mengalir tanpa bisa ia bendung. Sebegitu buruk nya kah dirinya hingga mereka tega menjadikannya bahan taruhan?


"Halo, Ren, kamu di mana?" tanya Firda saat panggilan teleponnya diangkat Rendy.


"Aku ada urusan keluarga jadi nggak masuk sekolah. Kamu kenapa Fir" tanya Rendy balik.


"Aku harus ketemu kamu hari ini. Ada yang mau aku tanyakan ke kamu." Paksa Firda.


"Oke, aku akan ke sekolah begitu urusan keluargaku selesai. Kamu baik-baik aja kan?"


Pertanyaan Rendy tidak dibalas Firda. Ia langsung mematikan panggilan teleponnya dan pergi ke toilet.


Di dalam bilik toilet, sekali lagi Firda melampiaskan kesedihannya dengan menangis dalam diam.


"Dengar-dengar, si Firda Cuma dijadiin bahan taruhan. Itu sebabnya dia bisa pacaran sama Rendy."


"Pantas aja Rendy mau sama si balon gas itu. Hahaha.


"Firda mendengar itu semua dalam diam. la memang buruk rupa. Ia gendut dan tidak pantas bersanding dengan Rendy yang sempurna. Seharusnya ia sadar diri sejak awal.


la tidak boleh bermimpi memiliki pacar sesempurna Rendy.


Firda terus berdiam diri di dalam toilet hingga bel pulang sekolah. Tanpa menunggu lama lagi, ia segera kembali ke kelas dan mengambil tas nya lalu segera berlari pulang.


Tepat saat ia berlari melintasi lapangan, Rendy muncul dan menahan bahunya. "Aku cari-cari ternyata kamu disini." Kata Rendy sambil menahan bahu Firda. Gadis itu terus menunduk ke lantai tanpa menatap Rendy.


"Fir, ada yang mau aku omongin ke kamu." Kata Rendy yang langsung membuat Firda menepis tangan Rendy di bahunya. la mengangkat kepalanya dan menatap Rendy penuh kebencian.


"Mau bilang kalau kamu cuma jadiin aku bahan taruhan?" tanya Firda setengah berteriak. Wajah Rendy berubah terkejut mendengarnya.


"Dari mana kamu tahu?"


"Jadi benar kan aku cuma bahan taruhan?"


Rendy terdiam mendengarnya. Ia tidak membantah apa yang dikatakan Firda.


"Terima kasih karena telah menyadarkanku bahwa aku SANGAT nggak pantas berada di sekeliling kalian. Manusia sejelek aku seharusnya nggak bermimpi untuk bisa memiliki pacar seperti kamu. Sekali lagi terima kasih Ren!"


Usai berkata demikian, Firda berlari meninggalkan Rendy dan seluruh siswa yang memperhatikan mereka berdua sambal tertawa mengejek.


Bahkan Rendy  tidak berusaha menahannya. Pria sesempurna Rendy yang awalnya merupakan mimpi indah bagi Firda, kini berubah menjadi minmpi buruk baginya.


***


Tangan Firda terkepal saat mengingat masa lalunya. Sudah sepuluh tahun dan kebenciannya tidak pernah berkurang sedikit pun pada pria brengsek itu.


Berkat rasa benci itu juga ia berhasil mengubah dirinya yang buruk rupa menjadi tuan puteri seperti ini. Kini ia meyakini satu hal, yaitu, untuk mendapatkan cinta, seorang wanita butuh penampilan yang cantik dan tubuh sempurna.


Semua pria pasti akan tertarik pada wanita yang cantik karena yang pertama mereka lihat adalah fisik bukan sifat dan kepribadianmu.


Itu semua terbukti sekarang.


la bisa dengan mudah berganti teman kencan hampir setiap bulan. Segampang ia mengganti pembalut saat menstruasi tiap bulannya.


Sebuah email masuk ke ponselnya, membuatnya mengendurkan kepalan tangannya.


Wajahnya memasang senyum miring saat membaca isi pesan tersebut. Mulai besok, rencana balas dendamnya akan dimulai.


.


.


.


Jangan Lupa Vote dan Comment


Tunggu Chapter Selanjutnya...


©fdldigital