
Diluar sekolah sekolah joni dan rio berusaha menemui viola namun viola tetap menghindar,hingga masa skors merekapun berakhir dan mulai kembali bersekolah seperti biasa. Sepulang sekolah rio dan joni menunggu viola digerbang
Rio : vio aku....
Viola : oke sepertinya kita bertiga memang harus bicara, ya harusnya dari awal tapi tidak apa ini belum terlambat
Joni :serius vio kamu mau bicara sama kita?
Viola : iya, mari kita bicara dirumah gue
Rio : oke, kamu mau aku boncengin?
Viola : enggak, gue balik sama riska
Viola pulang duluan sama riska,menunggu rio dan joni datang kerumahnya, tak lama kemudian mereka datang viola mempersilahkan mereka masuk dan memulai pembicaraannya didampingi riska.
Viola : oke to the point aja, gue meminta kalian buat datang kesini karena gue pengen lo berdua berhenti ngejar-ngejar gue juga gak suka lihat lo berdua bertengkar, dan jujur aja untuk saat ini gue gak bisa milih salah satu diantara kalian jadi tolong hargai perasaan gue dan lupain perasaan kalian sama gue
Joni : vio aku minta maaf ya,kenapa kamu gak bisa terima aku vio? Apakah masih dengan alasan yang sama?
Viola : jon perasaan itu gak bisa dipaksakan
Joni : tapi vio....
Rio : aku mengerti aku hargai keputusan kamu vio dan aku juga minta maaf karena telah mengganggumu selama ini,tapi aku gak pernah bermaksud untuk itu, aku hanya ingin menunjukkan rasa perhatianku sama kamu,ya kamu benar harusnya aku hargai perasaanmu juga maaf ya vio tapi untuk melupakan perasaan itu tidaklah mudah,walau kamu menolak aku akan tetap dengan perasaanku karena bagiku rasa sayang sama kamu ini begitu indah
Joni : vio aku juga....
Viola : kita masih bisa berteman baik bukan?
Rio : ya tentu
Viola : jon? Dari dulu esok dan seterusnya kamu adalah temanku
Joni : iya vio
Riska : ya ampun gue terharu deh
Tiba-tiba ibu viola datang menghidangkan cemilan dan jus
Bunda : maaf ya bunda baru sempet bikinin kalian minum, ayo silahkan dicicipi kue nya
Joni : tante apa kabar? (berdiri dan memberi salam)
Bunda : eh nak joni,tante baik kok, kamu sendiri apa kabar? Udah lama ya gak main kesini? Ini temen baru kamu vio? Bunda baru lihat main kerumah (tersenyum melirik ke arah rio)
Rio : kenalkan tante saya rio adik kelasnya viola, iya temen viola juga
Bunda : viola sering cerita kamu suka nganterin dia pulang makasih ya, maaf viola ngerepotin
Rio : enggak repot kok tante malah rio senang bisa nganterin viola
Bunda : oh iya silahkan diminum
Rio : makasih tante maaf tante jadi ngerepotin
Bunda : gak repot kok cuma jus sama kue, ya udah dilanjut tante mau ke belakang dulu
Rio : iya makasih ya tante
Joni : makasih tante
Viola & riska : makasih bun
Bunda : sama-sama (pergi meninggalkan viola dan teman-temannya)
Merekapun mulai mengobrol seru,sesekali viola melirik ke arah rio terus begitupun rio. Tak terasa waktu sudah mulai sore,Rio, joni, dan riska berpamitan dan pulang kerumah masing-masing,setelah teman-temannya pulang viola berbaring dikamarnya sambil melamun dan berguman sendiri
Viola : kenapa gue malah mikirin rio terus? Entah kenapa saat dia bicara tadi dia terlihat sangat keren,duh vio sadar vio lo gak boleh kayak gini (memukul kepalanya sendiri) fokus vio fokus lo tadi udah mutusin buat enggak milih keduanya,tapi kok gue..... Arrgghhh tau ah mending tidur
Sejak saat itu viola terus bimbang dengan perasaannya, waktu ke waktupun rio dan joni menjadi teman baik viola. Hingga tak terasa sudah mulai memasuki kenaikan kelas, viola naik ke kelas tiga SMA dan Rio naik kelas dua SMA. Rio yang berprestasi mendapatkan jabatan ketua OSIS dan mulai sibuk dengan kegiatan OSISnya
Viola : selamat ya ketua OSIS
Rio : thanks vio aku senang dapat ucapan dari kamu
Viola : kalau gitu teraktir makan dikantin ya
Rio : apapun buat kamu vio (tersenyum manis)
Viola terdiam jantungnya terasa berdebar begitu kencang mendengar ucapan rio, dalam hati viola berkata "kenapa gue jadi deg deg an gini? "
Rio : vio ayo katanya mau aku teraktir?
Viola : eh gak usah gue cuma bercanda kok
Rio : gak apa-apa vio aku emang pengen neraktir kamu
Viola : kapan-kapan aja ya gue lupa kalau riska nunggu gue diperpus, gue duluan ya bye (meninggalkan rio)
Rio : vio.... Kenapa ya vio? Kayak salting gitu?
Riopun pergi ke kelasnya
Sementara itu viola diperpustakaan
Viola : gak mungkin gak mungkin gue suka sama rio (guman sendiri)
Riska : apa? Lo suka sama rio? Serius lo? Akhirnya (berteriak sehingga menarik perhatian pengunjung perpustakaan)
Viola : sttttttt (membungkam mulut riska) jangan berisik ini perpustakaan
Viola : enggak lo salah denger g...gue c...cuma
Riska : kenapa lo mendadak gagu?
Viola : ah gak tau ah ayo lanjut belajar (memegang buku dan membacanya secara terbalik)
Riska : sampe lupa segala hal ya yang lagi kasmaran (menggoda viola) mana ada yang baca buku kebalik gitu?
Viola : g..gue ah riskaaaa udah dong iya iya gue ngaku tapi gue juga belum yakin sama perasaan gue, cuma akhir-akhir ini gue sering banget kepikiran sama rio, gimana dong ris?
Riska : ya enggak gimana-gimana itu malah bagus berarti sahabat gue udah bukan pecinta alien lagi
Viola : tapi kan gue udah komitmen
Riska : yakin lo? Masa SMA lo berakhir dengan jones? Hahaha (tertawa kecil)
Viola : dulu kan rio sama joni udah gue tegasin sekarang malah hati gue yang gak tegas
Riska : berjalan aja sesuai alurnya vio,ikuti kata hati lo (berbisik ke telinga viola)
Semenjak saat itu viola selalu merasa senang bertemu dengan rio, tak jarang mereka sering pulang bareng. Dan tiba saat viola berulang tahun rio mengajak viola ke kafe
Rio : vio selamat ulang tahun ya, vio aku tau kamu gak bisa maksain perasaan kamu sama aku, tapi perasaanku masih sama seperti dulu vio (berlutut dengan satu kaki dan mengangkat lengannya sembari memberikan setangkai mawar merah)
Viola : ya ampun rio, ayo bangun malu dilihat orang (viola berusaha mengajak rio untuk bangun, dan berbisik ke telinga rio) aku juga sayang kamu rio
Rio sangat senang dengan apa yang barusan dia dengar membuatnya melompat-lompat kegirangan
Viola : rio, cukup rio malu
Rioa : (berhenti melompat) katakan sekali lagi vio
Viola : duduklah dulu baru aku katakan
Riopun menuruti perintah viola dan duduk manis didepan viola sambil tersenyum manis memandanginya
Viola : a...aku sayang kamu
Rio : yesss yessss yesss, jadi????
Viola : jadi??? Apa??? (tanya viola dengan polosnya)
Rio : aku sama kamu, eh engak-enggak maksudku kita pacaran?
Viola : heem (viola menganggukan kepalanya malu-malu)
Rio : aku janji aku bakal bahagiain kamu (memegang tangan viola erat) aku seneng banget sumpah, ini bukan mimpi kan?
Viola tiba-tiba melepas genggamannya dan menarik hidung rio
Rio : aduh aduh kenapa kamu tarik aku? (memegang tangan viola yang sedang menarik hidungnya)
Viola : sakit?
Rio : dikit
Viola : berarti ini bukan mimpi kan?
Rio : vioooo i love you
Viola : udah ah rio lepasin tanganku malu dari tadi kita jadi pusat perhatian terus tau
Rio : bales dulu kata-kataku baru aku lepasin.
Viola : rio.... I love you too
Hari itu hari yang membahagiakan bagi mereka dimasa SMA, mereka menjadi pasangan yang bikin banyak orang ngiri, selain romantis mereka juga terkenal sebagai pasangan yang selalu support apalagi dalam pendidikan,dengan kata lain mereka tetap mengutamakan pendidikan mereka disekolah. Meskipun pacaran nilai mereka selalu mendapatkan nilai yang bagus tak heran mereka selalu menjadi juara dikelasnya masing-masing
***Enam bulan berlalu mereka mulai memasuki semester kedua,dan bagi viola itu adalah hari-hari yang sangat sibuk karena dia harus belajar dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian agar lulus sekolah dan bisa melanjutkan ke universitas.
Dikelas rio kedatangan siswi baru bernama cantika,sesuai namanya dia adalah perempuan yang cantik, banyak siswa yang tertarik padanya, namun sayangnya tidak ada yang bisa menaklukkan hatinya kecuali seseorang***
Cantika : hai rio
Rio : hai cantika, kenapa?
Cantika : kita satu kelompok kan?
Rio : iya ada yang lo gak ngerti dari pembahasan kelompok kita? Lo bisa tanya yoga, mery atau gue kok.
Cantika : oh iya nanti kita bahas kan diacara tugas kelompok pulang sekolah?
Rio : iya kita ngerjain tugas dirumah mery, nanti lo bisa bareng mery
Cantika : loh emang gak bisa ya kalau bareng kamu? Maksudku biar sekalian
Rio : gak bisa gue pake motor bareng yoga, iyakan ga?
Yoga : yoi
Cantika : ya udah deh, btw kita ke kantin bareng yuk rio?
Rio : sorry cantika gue udah ada janji
Yoga : huuuu yang udah punya pacar ngapel terus
Rio : sirik aja lo mbl, udah ya gue duluan (meninggalkan kelas dan menuju kantin)