my bronis

my bronis
Episode 17



Semua urusan Viola diSMA sudah selesai, kini ia mulai disibukan dengan persiapan masuk universitas, Viola tampak bersemangat untuk memulai Orientasi Study dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang berlangsung selama enam hari


Saat Ospek Viola pergi bersama Riska karena mereka satu kampus dan satu jurusan juga,seperti masa orientasi diSMA dikampuspun Viola tetap jadi primadona incaran para seniornya dan tentu saja menambah jengkel para senior perempuan yang mulai mengincar Viola menjadi sasaran mereka salah satunya adalah Cindy senior yang terkenal paling jutek dan suka tebar pesona,Cindy merasa kehadiran Viola menjadi ancaman untuknya terlebih lagi Dion gebetannya yang merasa tertarik pada Viola


"gue bakal namain dia bebek doer" gumam cindy sambil menatap sinis Viola


Terry yang mendengar gumaman Cindy lalu berkomentar "bebek doer bukannya makanan ya Cin"


"Terry gue lagi gak becanda" jawab Cindy jutek


"oke, sorry cin.... Lo gak bakal ngelakuin sesuatu kan sama maba (mahasiswa baru) itu?" tanya Terry ragu


Cindy menjawab dengan senyum sinisnya "kita liat aja nanti,lo tau kan gue paling gak suka sama orang yang sok Cantik"


Terry terdiam karena sudah tau karakter Cindy, bahwa Cindy akan melakukan apapun terhadap orang yang tidak dia sukai.


Cindy menghampiri Viola dan memberikan papan nama dari dus kepada Viola yang bertuliskan Bebek Doer


" nih ambil dan pake " titah Cindy


Viola menerimanya kemudian memakai papan nama tersebut " baik kak, terima kasih"


Cindy hanya tersenyum sinis mendengar ucapan terima kasih Viola.


Selama masa Ospek Cindy terus mengerjai Viola tanpa henti,sampai hari akhirpun Cindy masih belum puas terhadap Viola.


Riska merasa kasian dan heran melihat tingkah Cindy yang terus mengusik temannya


"vio, itu kak Cindy kenapa sih? Gue jadi inget sama senior kita dulu si Mela,gara-gara gebetannya dulu perhatian sama lo dia sampe ngerjain lo abis-abisan"


"terus menurut lo kak Cindy gitu juga? Tapi kan gue gak ngerasa deket sama senior cowok disini, apalagi gue udah punya Rio" jawab Viola heran


Riska berpikir kemudian ingat sesuatu saat pertama kali ospek Viola tidak sengaja bertabrakan dengan Dion karena terburu-buru saat itu dan kejadian itu dilihat banyak orang termasuk Cindy dan Riska


"hmmm gue tau,yang pas pertama kita ospek lo tabrakan sama kakak yang paling kece ituloh"


" Kak Dion?" tanya viola


"ah iya, kenapa gue lupa dia kan terkenal cowok paling kece disini" Riska menepuk jidatnya sendiri


"tapi kan gue gak sengaja,ah taulah besok udah kelar ini ospeknya,sumpah ya kaki gue pegel bangrt diauruh lari-larian terus sama kak Cindy" keluh Viola


"kasian banget sih sahabat gue yang satu ini,besok istirahat full deh lo Vio kalo perlu ke tukang urut" titah Riska


"emang gue patah tulang?" jawab Viola ketus


"ya udah pulang yuk udah sore,ah malam minggu pula" sambung Viola


" gue ada janji ngedate sama bebeb gue,aduh gue lupa vio gue dijemput dia hari ini sorry ya lo gak apa-apa kan pulang sendiri? Atau minta jemput Rio aja gimana?" terang Riska


"bener juga udah seminggu gue gak ketemu Rio karena sibuk dengan ospek, okedeh gue minta jemput aja" Viola mengiyakan saran Riska


Riska terdiam kemudian berbisik pada Viola "tapi Vio lo yakin dijemput Rio dengan seragam SMA nya?"


" emang kenapa? Gue gak peduli orang mau bilang apa" jawab Viola sambil mengerutkan keningnya


Riska tertawa kemudian berkata "hahahaha paling dikira adeknya, adek ketemu gede hahaha"


Viola menjawab santai" bodo, dah ah gue mau hubungi Rio dulu"


"ya nunggu digerbang tapi jangan lama ya udah sore nih,mau malam mingguan gue" ajak Riska


Riska dan Violapun berjalan menuju depan kampus disana Raka sudah datang untuk menjemput Riska sementara viola juga sudah menghubungi Rio untuk menjemputnya


"gimana Rio mau jemput lo? " tanya Riska


" oh pasti dong, lo kalo mau duluan gak apa-apa bentar lagi pasti Rio datang kok" jawab Viola


"songong amat lo, gak apa-apa nih bener?" tanya Riska meyakinkan


"iye bawel" dijawab singkat oleh Viola


"ya udah byeee gue duluan ya" Riska naik ke motor Raka kemudian pergi meninggalkan Viola.


"kamu Viola kan? Kenapa belum pulang?" tanya Dion


Viola terkaget melihat Dion berhenti didepannya "ah iya kak saya Viola,saya lagi nunggu jemputan"


" masih lama jemputannya? Ini udah sore loh, mau gue anterin pulang?" Dion menawarkan diri untuk mengantar Viola pulang


"enggak kak gak usah, bantar lagi dateng kok" tolak halus Viola


Ternyata dari kejauhan Cindy memperhatikan Viola dan Dion, Cindy tampak kesal dia mengepalkan tangannya tapi tiba-tiba ada seseorang datang mengendarai motor menghampiri Viola dan Dion, seseorang itu membuka helmnya dan menyapa Viola


"ganteng juga tuh cowok, tunggu apa mungkin itu pacarnya Viola? Kenapa sih dia selalu dikelilingi cowok-cowok kece" ucap Cindy semakin kesal


Sementara Rio langsung menyapa Viola


"hai nek sorry ya lama tadi agak macet" Rio melirik ke arah Dion


Viola yang tersadar lirikan Rio pada Dion segera memperkenalkan mereka supaya tidak terjadi salah faham lagi "enggak kok aku juga baru duduk,oh iya kek kenalin ini kak Dion seniorku"


Dion menyodorkan tangannya pada Rio " gue Dion"


Rio menjabat tangan Dion "Rio pacarnya Viola" kemudian melepaskan jabatan tangan mereka


Viola segera berpamitan kepada Dion" kalo gitu kita duluan ya kak"


Rio memakaikan helm pada Viola,setelah itu Viola naik motor bersama Rio meninggalkan Dion


Dion juga menarik gas motornya kemudian melaju dengan kecepatan tinggi


Cindy yang melihat perlakuan Rio pada Viola merasa iri dan murka lalu segera bergegas pulang


Sepanjang jalan Viola terus bercerita tentang masa Ospeknya,Rio mendengarkan dengan sabar sesekali Rio juga menjelaskan keadaannya disekolah, mereka terus berbincang sampai didepan rumah Viola


"akhirnya sampai juga" ucap Viola senang


Rio hanya tersenyum melihat Viola


"oh iya nek,mau ngedate gak? Atau kamu mau istirahat ya? Kamu pasti capek?" tanya Rio ragu


"mau mau mau, udah lama gak ngedate kangen" jawab Viola


"aku jemput lagi atau gimana?" Rio kembali bertanya karena waktu sudah petang menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh


"kamu mau tunggu aku gak? Aku langsung mandi terus siap-siap" Viola bertanya balik


"oke, aku tunggu" jawab Rio


"serius? Kalo gitu yuk masuk dulu" ajak Viola


Viola dan Riopun masuk ke dalam rumah dan disambut hangat oleh bunda Viola


Rio memberi salam pada bunda "selamat sore bun"


" sore Rio, kamu apa kabar? bunda baru liat lagi" tanya bunda


"baik bun,biasa sibuk sekolah bun" rio menjawab dengan santun


"bun nanti Vio mau jalan sama Rio ya, Viola mau siap-siap dulu" ucap Viola sambil berlari kecil menuju kamarnya


"iya sayang" jawab bunda


Bunda menyajikan Rio camilan dan jus "silahkan Rio dicicipi"


" ah terima kasih bunda, jadi ngerepotin nih" jawab Rio malu-malu


"gak repot kok,maaf ya bunda gak bisa temenin bunda mau masak makan malam dulu didapur" ucap bunda


"iya gak apa-apa bunda silahkan" jawab Rio lagi


Rio menunggu diruang tamu sambil melihat foto-foto yang terpajang di dinding ruangan,Rio tak pernah bosan memandangi semua foto tentang Viola setiap kali dia berkunjung kerumah Viola.