my bronis

my bronis
Episode 5



Tiga hari berlalu, viola merasa senang sekaligus merasa ada yang hilang dari hidupnya,satu sisi dia senang karena tidak ada yang mengganggunya selama tiga hari ini tapi disisi lain dia justru merasa kehilangan sosok rio yang membuat harinya begitu berwarna.


Selama tiga hari ini saat rio tidak masuk sekolah joni terus menunjukan perhatiannya pada viola,tampaknya joni tidak menyerah dengan perasaannya. Viola mulai sedikit memikirkan joni yang tak pernah menyerah untuk meraih cintanya selama tiga tahun ini, viola mulai bingung dengan perasaannya sendiri,dikamarnya dia terus berguman sendiri


Viola : duh gue kenapa sih? Ngapain gue mikirin dua orang itu? Si joni kenapa sih gak nyerah juga, si rio? Gara-gara nganterin gue pulang malah sakit, gue kan jadi ngerasa bersalah, arrgghhh kenapa sih mereka berdua itu?


Viola sedikit berteriak sehingga membuat ibunya sedikit khawatir dan mengecek kamarnya


Bunda : viola? Kamu kenapa nak teriak-teriak? Apa ada masalah?


Viola : eh enggak kok bun,aku cuma ngerjain tugas cuma agak susah


Bunda : kirain ada apa bikin bunda khawatir aja


Viola : hehehe maaf ya bun


Bunda : oh iya cowok yang waktu itu nganter kamu pulang.....


Viola : bukan siapa-siapa kok bunda


Bunda : ehmm anak bunda udah gede ya


Viola : apa sih bunda (dalam hati viola berguman "bisa diketawain bunda kalau rio itu adik kelasku)


Bunda : bunda kira itu joni ternyata bukan,apa kamu udah putus sama joni?


Viola : aku enggak pacaran bun sama joni kita temen


Bunda : temen apa demen?


Viola : temen bun


Bunda : berarti yang kemarin nganterin pulang pacar kamu?


Viola : ih bunda apaan sih,udah ah aku mau lanjutin belajar


Bunda : ya udah bunda tinggal ya


Ibu viola pun pergi meninggalkan kamar viola, viola berusaha untuk fokus belajar namun dia tidak bisa fokus terus memikirkan rio dan joni.


Keesokan harinya sepulang sekolah,rio datang menghampiri viola diruang kelasnya yang sedang tugas piket


Rio : akhirnya bisa ketemu juga


Viola merasa tidak asing dengan suara itu dan langsung menoleh ke sumber suara


Rio : hai vio,lama gak ketemu ya? Kamu baik-baik aja kan tanpa aku?


Viola : sepertinya lo masih sakit? Periksa ke dokter lagi geh


Rio : dokternya kamu ya


Viola : nih sweater lo thanks ya,sorry juga gara-gara nganterin gue pulang lo malah jadi sakit


Rio : apa sih yang enggak buat kamu? Hacciihhhh (rio bersin)


Viola : lo masih sakit beneran? (memegang kening rio) Kenapa sekolah? Harusnya lo istirahat


Rio : enggak kok aku udah sembuh apalagi diperhatiin kamu kayak gini


Viola : elo tuh ya dasar (segera menurunkan tangannya dari kening rio) udah gue mau pulang,cepet sembuh ya (mengelus rambut rio )


Rio : thanks vio (rio tersenyum manis)


Viola : gue duluan (pergi meninggalkan rio)


Rio : gue anterin pulang ya


Viola : gak usah gue pulang sama riska, bye (melanjutkan perjalanannya)


Sepanjang perjalanan menuju gerbang viola terus berguman dalam hati "duh gue ngapain sih tadi ngelus kepala si rio segala? Bego banget sih gue pasti dia geer deh"


Tiba-tiba seseorang berteriak kepada viola


Riska : vio, tunggu vio gawat


Viola : kenapa sih lo? Udah lama malah teriak-teriak lagi


Riska : gawat vio gawat rio... Joni... (terengah-engah)


Viola : gawat kenapa? Rio? Joni? (penasaran)


Riska : rio sama joni berantem di halaman belakang


Viola : apa? Serius lo?


Riska : iya ayo buruan kita kesana


Viola dan Riska bergegas menuju halaman belakang sekolah,sesampainya disana rio dan joni masih saling memukul tak sedikit bekas luka lebam diwajah mereka, yang lain berusaha melerai kemudian viola dan riska datang


Denga berani viola mencoba memisahkan keduanya dan menarik tangan rio yang hendak memukul joni,rio refleks berbalik dan hampir memukul wajah viola


Viola : ayo pukul (mengangkat wajahnya)


Rio : vio?? (segera menurunkan kepalannya)


Viola : kenapa? Kenapa berhenti? Ayo pukul


Rio : vio aku minta maaf ini....


Joni : viola aku bisa jelasin semuanya


Viola berlari meninggalkan joni dan rio,riska pergi menyusulnya sementara rio dan joni saling bertatap dengan penuh emosi


Joni : semua gara-gara lo (mencengkram kerah bahu rio dan mengepalkan tangannya)


Tiba-tiba seorang guru datang dan melerai pertengkaran mereka


Bu eni : apa-apaan ini? Rio, joni ikut ke ruangan ibu sekarang


Dengan wajah yang lebam Joni dan Rio pergi keuangan ibu Eni, mereka duduk dan tertunduk


Bu eni : diantara kalian ada yang bisa jelaskan? Kalian mau sok jago?


Joni dan Rio hanya terdiam dan tidak menjawab apapun


Bu eni : kalian berdua adalah murid berprestasi bisa-bisanya kalian membuat masalah? Besok ibu ingin orangtua kalian datang ke sekolah dan kalian ibu skors selama tiga hari mengerti


Joni : tapi bu....


Bu Eni : tapi apa joni? Kamu itu kakak kelas harusnya kamu bisa menjadi contoh yang baik, dan kamu rio harusnya kamu lebih menghormati kakak kelasmu! Sekarang obati luka kalian lalu pulang jangan lupa berikan surat panggilan ini kepada orangtua kalian, mengerti?


Rio : iya bu


Joni : baik bu


Joni dan Rio pergi meninggalkan ruangan bu eni kemudian langsung pulang kerumah masing-masing tanpa mengobati lukanha terlebih dahulu. Sementara dirumah viola menangis karena kecewa pada rio dan joni,riska berusaha menenangkan viola


Riska : vio, udah dong lu jangan nangis terus gue kan jadi khawatir


Viola : gue gak habis fikir kenapa mereka sampe berantem disekolah cuma gara-gara rebutin gue? Gue bukan barang yang bisa mereka rebutin seenaknya


Riska : gue tau perasaan lo,lo tenangin diri dulu ya (memeluk viola)


Ibu viola datang mengetuk pintu kamar viola


Bunda : vio? Kamu baik-baik aja kan? Boleh ibu masuk?


Viola : (mengusap air matanya) i... Iya bun masuk aja vio gak apa-apa


Ibu viola masuk ke kamar viola menghampiri viola dan riska


Riska : vio gue balik dulu ya,gak usah lo pikirin kasian bunda khawatir


Viola : iya ris thanks ya


Bunda : loh kok riska pulang?


Riska : iya bun udah sore


Bunda: oh gitu,mari bunda anterin sampe depan


Riska : gak usah bun gak apa-apa


Bunda : makasih ya, hati-hati dijalan salam buat mama dirumah


Riska : iya bun nanti aku sampaikan, bye vio (pergi meninggalkan kamar viola dan pulang)


Bunda : vio? Kamu kenapa sayang? (membelai rambut viola)


Viola : gak apa-apa bun


Bunda : viola gak percaya sama bunda?


Viola : enggak gitu bun


Bunda : viola bisa cerita sama bunda,bunda mau dengerin kok semua keluh kesah vio


Viola : bun


Bunda : iya sayang


Viola : tadi disekolah vio....


Bunda : kenapa? Kamu gak usah malu sama bunda


Viola : ada dua cowok yang suka sama vio bun,terus tadi mereka berantem disekolahan


Bunda : siapa? Apa itu joni?


Viola : iya bun Joni sama rio yang waktu itu nganterin vio pulang


Bunda : hmmm anak gadis bunda jadi rebutan ya (menggoda viola)


Viola : bunda apaan sih, justru aku gak suka mereka berantem cuma gara-gara vio, viola kan bukan barang yang bisa mereka perebutkan


Bunda : bunda ngerti kok,vio tau gak sekarang apa yang harus vio lakuin?


Viola : pokoknya vio gak mau ketemu sama mereka lagi


Bunda : apa menurut vio itu bisa menyelesaikan maslaah?


Viola : vio rasa vio cuma menghindari masalah bun (cemberut)


Bunda : vio dengerin bunda ya,vio udah remaja, daripada vio menghindar kenapa vio tidak coba menghadapinya? Beri mereka ketegasan,kalau vio suka salah satu diantara mereka vio bisa memilih tapi kalau tidak keduanya kenapa vio gak coba bilang baik-baik, ngerti kan maksud bunda?


Viola : bunda emang yang terbaik (memeluk bunda)


Bunda : ya udah jangan nangis lagi ya anak bunda yang cantik,belajar yang pinter besok ujian semester kan? Kesampingin dulu ya urusan cintanya hehehe (tersenyum meledek)


Viola : iya bun makasih ya bun