
Disebuah kafe yang sederhana dengan hiasan lampu yang berkelap kelip disertai cahaya lilin disetiap meja menjadikan tempat tersebut sebagai tempat yang romantis untuk Viola dan Rio makan malam bersama.
Viola mengenakan dress pink selutut dengan rambut digerai,jepitan kecil menghiasi rambut panjangnya,sementara rio mengenakan kemeja casual dengan rambut yang rapi.
"kamu cantik malam ini nek, benar-benar cantik" puji rio pada viola
"jadi kemaren-kemaren aku gak cantik?" tanya viola
"dulu, sekarang dan selamanya kamu tetap cantik dimataku" rio menggenggam tangan viola dan mengecup punggung tangan viola
"Rio apaan sih malu diliat orang" viola tersipu malu
"biar mereka tau gimana sayangnya aku sama kamu" tersenyum memandang wajah cantik viola
"udah ah kamu gombal terus" melepaskan tangannya dari genggaman rio
"serius nek,maafin aku ya atas sikapku selama ini, terutama masalah cantika aku janji aku bakal jaga jarak sama dia oke!" mengedipkan satu matanya
"aku juga minta maaf akhir-akhir sensi,mungkin stress karena mau ujian kamu juga gak harus jauhin cantika kok" ungkap viola
"nek aku tau jalan kita masih panjang tapi aku janji sama kamu apapun yang terjadi aku akan tetap sayang sama kamu"
"aku percaya janji kamu kek" tersenyum manis
"makasih ya nek,oh iya aku udah pesenin makanan favorit kamu sebentar lagi pasti makanannya datang
Pelayanpun tiba dan segera menghidangkan makanannya, mereka berdua pun menyantap makanannya dengan lahap sampai habis tak tersisa
"gimana? Enak? " tanya rio pada viola
" kamu mau bikin aku gemuk ya? Liat nih piringku sampe kosong,padahal aku pengen terlihat anggun tapi apa daya makanan ini favorit banget" ucap viola sambil mengelap mulutnya
"hahaha ini yang aku suka dari kamu vio,kamu tetap jadi diri kamu sendiri dalam keadaan apapun" rio tertawa senang melihat viola
"thanks ya kek, you're the best" mengedipkan satu matanya
"aduh nek sumpah deh kedipan mata kamu bikin aku meleleh" ucap rio
"keju kali meleleh" jawab viola
"udah jam 9, pulang yuk aku gak mau bunda khawatir anak gadisnya aku culik" ajak rio pada viola sambil melihat jam tangannya
"ini yang paling aku suka dari kamu,kamu bahkan gak mau liat bunda khawatir"
"sebenernya aku masih pengen lama ngabisin waktu sama kamu,cuma kalo kelamaan tar bunda malah gak mau ngangkat aku jadi mantunya" ledek rio
"heem, ya udah yuk kita pulang" ajak viola
Viola dan rio pun pergi meninggalkan kafe menuju parkiran,rio memberikan jaketnya pada viola,tidak lupa memakaikan helm juga,kemudian rio mulai menyalakan mesin motornya merekapun melesat pulang. Sepanjang jalan Viola berpegang erat pada pinggang rio menyandarkan kepalanya ke bahu rio,dia sangat senang makan malam kali ini benar-benar romantis.
Viola bergumam dalam hatinya "andai selamanya kita seperti ini rio"
"vio?" tanya rio
"hemmmmm" viola terus memegang erat pinggang rio
"vio kita udah sampai,bunda kamu liatin tuh di jendela" rio berusaha meyadarkan lamunan viola
"eh apa?" viola kaget segera melepaskan pelukannya dan turun dari motor
"kamu ketiduran?" tanya rio
"engga" viola menggeleng
Rio membantu viola membuka helm viola, viola melepas jaketnya dan memberikannya pada rio
"ya udah aku masuk dulu makasih ya kek"
"iya,aku langsung pulang ya ga enak udah malem, salam sama ayah bunda, met istirahat mimpi indah" rio berpamitan dan mulai menyalakan mesin motornya
Viola terdiam dan melihat sekeliling bundanya sudah tidak mengintip dijendela lagi kemudian viola mendekat pada rio dan mencium pipi rio lalu berbisik
"love you kek" viola berbalik dan langsung bergegas masuk kerumahnya
Rio kaget tidak disangka viola mencium pipinya,rio merasa senang kemudian dia menancap gas motornya lalu pulang sambil bernyanyi sepanjang jalan saking senangnya.
Rio berteriak dijalanan
"viola cium gue,gue dicium viola, i love you too viola"
Beberapa minggu kemudian menjelang malam prom night,siswa siswa kelas tiga sibuk mempersiapkan diri untuk acara tersebut
"vio pulang sekolah kita nyari baju ya buat acara prom night" ajak riska pada viola
"iya, udah lama juga kita gak shopping" jawab viola
"gue mau tampil cantik didepan raka" dengan ciri khas centilnya riska
Diruang OSIS
"Rio semua udah siap nih buat acara tar malem" cantika memberikan sebuah map kepada rio hasil laporannya
"oke thanks ya tik" mengambil map tersebut dan menyusunnya dengan rapi
Diruang osis hanya tinggal mereka berdua yang lain berada di aula untuk mendekorasi ruangan. Cantika hendak mengambil berkas lain yang berada dilemari paling atas kakinya tergelincir saat dia hampir terjatuh Rio yang melihatnya segera menahan tubuh cantika membuat pose mereka seperti sedang berpelukan
Setelah selesai mengisi berkas viola bergegas menemui Rio diruang osis untuk memberitahu bahwa Rio tidak perlu mengantarkannya pulang,sesampainya diruang osis Viola tidak sengaja melihat Rio dan Cantika dalam posisi seperti berpelukan
Viola berteriak
"Rio...! " kemudian langsung pergi begitu saja
Rio segera menoleh dan melepaskan tangannya dari Cantika
" vio aku bisa jelasin vio" Rio segera berlari menyusul Viola
Saat Viola berada didepan ruang uks Rio berhasil menangkap tangan Viola dan menariknya menuju ruang uks yang kebetulan belum dikunci
"lepasin Rio" Viola berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Rio
"aku bisa jelasin vio,aku mohon dengerin dulu penjelasanku" terus menahan tangan Viola yang meronta
"dengerin apalagi Rio? Kamu berduaan diruang osis dan berpelukan" air mata viola mulai bercucuran
"lepasin rio" suara viola mulai lirih
Rio mendekat dan langsung mencium bibir mungil viola,viola terkaget melebarkan matanya viola berusaha untuk melepaskan ciuman rio namun rio terus melumat bibir viola sampai akhirnya violapun tak bisa apa-apa,dia hanya terdiam tidak menyangka kalau rio akan berani mencium bibirnya,itu adalah ciuman pertama mereka,saat keduanya mulai tenang rio melepaskan ciumannya, menghapus air mata viola dan memeluknya dengan erat
"maafin aku ya vio,aku sayang sama kamu, aku gak mungkin khianatin kamu"
Viola hanya terdiam
"kamu mau kan dengerin penjelasanku?" tanya rio pada viola
Viola hanya mengangguk tanda setuju,rio melepaskan pelukannya kemudian menjelaskan semua yang terjadi secara rinci
"jadi apa kamu cemburu?" tanya Rio
"Rio.. " viola mencubit perut rio
" auuuuuu sakit vio,aku senang kamu cemburu itu artinya kamu benar-benar sayang sama aku,tapi aku sedih liat kamu nangis jangan nangis lagi ya nek" mengusap rambut viola dan kembali memeluknya
Viola tersadar kemudian melepaskan pelukan rio
"Rio ini sekolah"
"aku minta maaf aku gak bisa menahan diri" mengecup bibir viola
"nakal kamu sekarang ya" omel viola
"aku cek dulu persiapan acara prom ya nanti aku langsung antar kamu pulang"
"gak usah rio, sebenernya aku tadi mau nemuin kamu mau bilang kalo aku mau pergi sama riska,kita mau nyari baju buat tar malem, gak apa-apa kan?"
" gak apa-apa, kalo gitu aku anter kamu temui riska ya" ajak rio
"oke" jawab viola
Merekapun pergi meninggalkan ruang uks dan pergi menghampiri riska
Sementara diruang osis cantika sedang tertawa bahagia
"ada untungnya juga aku terjatuh,semoga mereka bertengkar hebat" tersenyum jahat
"kenapa tersenyum sendiri?" tiba-tiba joni datang dan mengagetkan cantika
"eh kak joni,sejak kapan kakak disitu?" tanya cantika
"emmm baru sih, kenapa kaget gitu? Sorry ya kalo ngagetin" joni tampak merasa gerogi
"santai aja kak"
"oh iya cantika, kamu mau gak pergi ke prom night bareng aku? " tanya joni
" a....aku?" cantika tampak bingung
"iya kamu, kenapa? Kamu udah punya pasangan ya?" dengan nada sedikit kecewa
"enggak kok kak, aku mau pergi sama kak joni" tersenyum datar dalam hati viola berkata "dengan begitu aku bisa terus membaur diantara mereka" tersenyum jahat
"serius? Kalo gitu nanti aku jemput ya" joni sangat bersemangat
"oke" jawab cantika singkat