my bronis

my bronis
Episode 15



Rio yang baru selesai mandi membuka ponselnya dan melihat notif live streaming Riska yang menandai Viola


Rio tersenyum manis melihat viola bersenang-senang bersama sahabatnya


"kangen banget sama kamu nek,tapi aku gak boleh egois" ucap Rio sambil melihat layar ponselnya sampai live streaming selesai


Riopun mencoba menghubungi viola namun tidak ada jawaban darinya


Sementara dipuncak viola yang selesai bernyanyi dan bersenang-senang dengan teman-temannya meraba saku celananya mencoba mencari ponselnya, Riska yang melihat viola sedang mencari sesuatu kemudian menegurnya


"nyari apa? Hp?" tanya Riska


"iya, lo liat hp gue dimana?" viola balik bertanya


"tadi gue liat tergeletak diranjang" jawab Riska


"gue ke kamar dulu ya ambil hp" viola bergegas menuju kamarnya dan segera mengambil ponselnya


"lima panggilan tak terjawab dari kakek kesayangan (Rio) " viola menepuk jidatnya sendiri kemudian langsung menelpon balik rio namun tidak ada jawaban


" duh rio lo marah?" viola tampak khawatir


Viola keluar kamar dan turun dari tangga menuju teras depan sambil terus menelpon Rio, akhirnya Riopun mengangkat teleponnya


"hallo kek, kamu marah ya sama aku gara-gara aku gak angkat telpon? Tadi hpku ketinggalan dikamar, aku minta maaf ya" viola berbicara dengan serius dan terburu-buru


Rio menjawab "nek kamu tenang dong, aku gak marah tadi aku kedepan sebentar hpku juga lagi di charge, kamu gak perlu minta maaf"


"aku pikir kamu marah" suara viola lirih


"gak mungkin aku marah apalagi karena hal sepele, oh iya gimana acaranya? Aku lihat kamu seneng banget" rio mencoba menenangkan viola


"ah ya begitulah, kamu bisa liat sendirikan, tapi apa kamu gak ngerasa kehilangan aku?"tanya viola


"oh ya ampun manis sekali pertanyaanmu nek,aku tau maksud kamu aku kangen kamu nek" ucap rio


"aku juga kangen kamu,kamu gak macem-macem kan disana?" tanya viola


"kamu gak percaya sama aku? Aku gak bakal macem-macem paling cewek-cewek yabg macem-macem sama aku" ledek rio


"ihhhh kamu nyebelin deh" suara viola manja


Viola dan Rio terus mengobrol sampai malam,joni yang khawatir tidak melihat viola kembali ke halaman belakang mencoba mencari viola,sementara yang lain memutuskan untuk pergi beristirahat dan tidur. joni melihat viola diteras depan sedang asyik mengobrol viola tampak sangat bahagia, dalam hati joni berkata


"ah memang sudah saatnya melepas viola" tersenyum manis melihat viola dari kejauhan kemudian berjalan menuju kamarnya.


Sementara viola yang sedang asyik menelepon sesekali menguap karena mulai mengantuk setelah seharian beraktivitas rio yang mendengar viola menguap segera menyuruh viola tidur


"hai nek ini udah malem,kamu juga udah ngantuk bobo geh" perintah rio


"heem aku tidur dulu ya kek" jawab viola sambil berjalan menuju kamarnya


"iya nice dream ya nek" sahut rio kemudian mematikan ponselnya


Viola membuka pintu kamarnya dan melihat Riska sudah tertidur pulas,viola pun naik ke atas ranjang dan tidur disamping Riska.


Ke esokan harinya mereka berniat untuk berjalan-jalan keliling kampung menikmati pemandangan dan melihat kegiatan warga sekitar,sesekali mereka mengambil foto. Seharian ini mereka full melakukan kegiatas diluar rumah,sore harinya mereka bersiap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta.


Sementara teman-teman viola pulang kerumah masing-masing tinggal viola saja dan joni, joni mengantar viola pulang sesampainya dirumah viola, joni menahan tangan viola


"vio,aku minta maaf selama ini mungkin aku banyak ganggu kamu, aku cuma mau bilang aku udah relain kamu dan aku ingin move on dari kamu, aku yakin Rio bisa bisa bahagiain kamu" ucap joni dengan lembut


"jon thanks ya lo emang sahabat gue yang paling baik, gue yakin lo bakal dapetin yang lebih baik dari gue" jawab viola senang


"aku yang makasih karena kamu masih mau nganggap aku sahabat kamu" joni menundukan kepalanya


"joni siapapun yang dapetin lo pasti dia adalah orang paling beruntung" menyemangati joni


"kamu harus janji kalo kamu akan terus tersenyum dan bahagia" mengangkat wajahnya dan menatap viola


Viola hanya tersenyum lalu memeluk joni, joni yang awalnya kaget membalas pelukan viola. Namun tidak disangka dari kejauhan Rio sudah memperhatikan mereka berdua,Rio segera menghampiri mereka, menarik bahu joni dari pelukan viola kemudian memukul wajah joni dengan tinjunya


"Rio hentikan" viola berteriak dan segera menghalangi joni dari pukulan rio lagi


"kalo kamu mau pukul pukul aku" tantang viola


"gak henti-hentinya lo deketin viola jon,gue gak suka lo deket-deket sama viola" teriak rio


"atas dasar apa kamu ngelarang joni deketin aku? Karena kamu pacar aku? Jauh sebelum kamu kenal aku joni udah jadi sahabatku" tegas viola


"gue bisa jelasin semuanya lo berdua gak usah berantem karena gue" joni berusaha melerai


"mau sok jadi pahlawan lo? Lo pikir karena gue gak ada disamping viola lo bisa deketin viola gitu aja?" rio masih tegang


"tau apa kamu? Kamu hanya berprasangka dengan apa yang kamu lihat! Kalo kamu cemburu gak gini caranya,lalu kalo kamu khawatir dari kemarin kamu kemana aja?" jawab viola lantang


"aku sengaja gak hubungi kamu, aku gak mau ganggu kesenangan kamu,tapi apa yang kamu lakuin?" tanya rio sambil mengacak-ngacak rambutnya


"aku gak ngelakuin apa-apa kamu cuma salah faham Rio" viola mencoba menjelaskan


"gue bisa jelasin" joni kembali bicara


"sttttt cukup! gue cuma percaya dengan apa yang gue liat" rio pergi meninggalkan viola dan joni


"Rio..... Berarti kamu gak percaya sama aku?" viola berteriak


Rio tak menggubris ucapan viola dan terus berjalan menuju motornya kemudian pergi dengan kecepatan tinggi


Joni merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa viola,viola tampak sedih air matanya menetes membasahi pipinya


" vio aku minta maaf semua salahku" joni mendekati viola dan mengusap air matanya


"engga jon, lo gak salah gue yang salah maaf melibatkan lo dalam situasi ini" viola mencoba terlihat tegar didepan joni


"luka lo gimana jon? Ayo masuk biar gue obatin" mengajak joni untuk mengobati lukanya


"aku gak apa-apa vio,aku pulang ya aku tau kamu lagi pengen sendiri, aku yakin semua akan baik-baik saja, aku akan coba bicara pada rio menjelaskan semuanya, kamu jangan sedih ya" joni berusaha menghibur viola


"thanks ya jon, gue bener-bener minta maaf" ucap viola lirih


"gak apa-apa, aku pulang dulu ya vio" joni berpamitan dan bergegas pulang


Viola segera masuk ke rumah dan berjalan menuju kamarnya kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang sambil menangis tersedu-sedu.