
Duke Eugene, dialah orang yang menyela acara perkenalan ku dengan Doroty. Pasti Carlos mengadu. Atau justru pria paruh baya bersurai hitam legam ini hendak berbicara sesuatu yang lain? Atau dia sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan ku?
"Aku dengar kau menghilang selama Putra Mahkota berada disini"
C-carlos, benar benar pengadu...
"Putra Mahkota?" tanyaku. Duke Eugene pun mengangguk guna menjawab. Tapi ekspresinya bisa diubah dikit nggak? Serem banget itu woy ekspresinya.
"Kemana kau selama 3 hari ini. Dan kenapa baru pulang."
Jadi BABU pak.
"Bukan urusan anda kemana saya selama 3 hari ini." tuhkan, mulut ku selalu gatal untuk mencari masalah dengan orang. Aku yakin, belum ada 5 tahun pasti musuh sudah bertebaran disekitar ku.
Mendengar jawaban ku yang cukup membuat Duke tersinggung, hawa yang tertuju pada ku langsung terasa mencekam. Please lah, saya capek ini udh jadi babu selama 3 hari belakangan. Jangan dicerca sama pertanyaan pertanyaan aneh dong.
"Besok, kau pindah ke bangunan utama." selepas mengatakan hal tersebut, Sang Duke pun segera meninggalkan ruanganku.
Kata katanya itu loh... bernada mutlak banget. Nggak bisa dibantah ini. Aduh, banyak cobaannya nanti kalau di bangunan utama. Mana banyak ksatria ksatria cogan lagi. Lalu, untuk kabur dari kediaman sangat berpeluang kecil. ****** lah ini.
Pengen minggat aku tuh.
...πππ...
Pagi ini, aku terbangun dengan suasana ricuh yang jarang bahkan untuk pertama kalinya terjadi dibangunan paling tenggara ini. Para pelayan pelayan yang tak pernah ku lihat sebelumnya sibuk kesana kemari diruangan ku sembari mempersiapkan barang barang ku. Bahkan para ksatria ikut join.
Memang ya... pengaruh si Tuan Rumah yang paling mutlak disini. Bahkan para pelayan dari kasta atas yaitu pelayan pelayan yang ditugaskan dibangunan utama sampai terjun langsung kemari. Terharuβ nggak jadi deh.
"Nona, mari berganti pakaian dan ikut sarapan bersama dengan Tuan Duke dan Tuan Muda." ucap seorang pelayan dengan penuh hormat. Ini baru yang dinamakan pelayan berkualitas!
Tapi, boleh nolak nggak? Kayaknya ngga boleh deh. Nurut aja lah.
Aku pun hanya mengikuti kata kata pelayan itu yang membantu ku mengganti pakaian ku. Wih! Pakaian yang ku kenakan benar benar indah dan elegan. Ini baru yang dinamakan pakaian para bangsawan.
...πππ...
C-canggung... oh! Bukan akunya loh yang canggung. Tapi kedua orang yang berada diruangan yang sama dengan ku saat ini. Sang Duke dan Carlos terlihat sama sekali tak akrab. Ku kira mereka berdua akrab sendiri tanpa mengingat ku. Melihat sikap mereka yang terlihat tak biasa makan bersama saat ini membuat ku jengkel sendiri.
"Ini makan bersama pertama kalian?" tanyaku memberanikan diri. Kurasa lebih baik saat ini aku hanya menatap ke arah Carlos. Wajah Duke memang tak pernah membaik. Kurasa, ekspresi menyeramkan Duke ini sama seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya. Dihari kelahiran ku alias kematian ibunda.
"Ya." jawab bersamaan Carlos serta Duke. Uwaw! Ayah sama anak kompak ya... sampai ganteng nya kompak. Tapi tenang, visual ku sebagai Adrienne juga cukup cantik untuk disejajarkan dengan ketampanan mereka berdua kok.
Tanpa sengaja manik ku menangkap piring milik Carlos yang kini tinggal tersisa sayur sayuran. Daging ayamnya doang yang dimakan bjir...
"Harga sayuran dipasar wilayah Duchy tengah meninggi karena musim kemarau. Bersyukurlah karena kau masih dapat memakan sayur sayuran dimusim kemarau seperti ini." ucapku menasihati. Walau nada ucapan ku terlihat santai saja, tapi jantung ku itu loh. Deg-degan...
Gimana nggak deg-degan, ditatap dua cogan bersamaan. Bisa tarik kata kata ku yang tadi tidak? Salting sendiri saya oy..
"Kau mau?"
Malah ditawarin, ngga peka banget dah! Niatnya itu biar si Carlos makan tuh sayuran, tapi...
... ah udahlah,
...βͺβΈοΈβ©...
Random banget dah chapter kali ini (β ββ’β-ββ’β β)
Double UP? Mau tydack?
Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi πβ¨
DADAH~~