My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1

My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1
F I V E



"Ucapan mu akan sangat mempengaruhi peristiwa yang akan terjadi selanjutnya, Tuan Penyihir Biru!"


"Ya, ya. Kau bisa tinggal dikediaman ku selama beberapa hari. Dan aku akan menutup mulutku mengenai tadi. T-tapi jauh'kan surai biru ku dari genangan air kotor itu!" jawab pria tersebut dengan nada getar. Ternyata dia begitu menyayangi surainya. Tak mencurigakan.


Aku pun segera menjauhkan surai nya yang masih berada digenggaman ku dengan senyuman manis. Dan aku pun membebaskan surainya dari genggaman. Lumayan, dapat penginapan gratis.


Bruukk!


Ya... suasana hatiku langsung memburuk seketika. Ingin sekali ku berkata kasar.


Tubuhku didorong sehingga terjatuh ke genangan air kotor tersebut. Uh! Ternyata benar kata kata ibuku dulu, jangan mudah percaya pada orang asing. Menyebalkan!


"Ya... itu salah satu pembalasan dendam ku. Oh iya, kau bilang jika kau hendak menumpang dikediaman ku bukan? Kalau begitu, jangan kaget dengan isinya nanti malam." ucap pria yang sampai sekarang tak ku ketahui namanya.


Ahh~~


Aku itu sebuah jiwa yang bernama Grizelle yang diajarkan untuk tidak berkata kasar pada orang yang lebih tua. Jadi...


"Mati saja kau ke j*hanam!"


... Yamaap


...⛄⛄⛄...


Jengg-!


Kediaman nya sangat kotor sekali...


Ini sudah larut malam, dan kami baru tiba dikediaman pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Darius. Ya, hanya Darius. Mungkin dia anak yatim yang tak diberi nama belakang oleh orang tua angkatnya.


Cih!


Ku kira, begitu aku tiba di kediaman nya. Aku langsung bisa beristirahat. Ternyata...-


"Kau'kan sangat tak bisa tidur dikeadaan kotor begini. Jadi, bersihkan ini semua hingga bersih!"


... Tidak sama sekali.


Wah! Jadi pria ini benar benar mengingat perkataan ku yang bersedia menjadi babunya hanya demi menutup mulutnya. Benar benar b*jingan ya...


Ukh! Bisa ku tarik lagi tidak sih kata kata ku tadi?


"Cepat bersihkan!"


"Iya iya." jawabku yang sekilas memutar bola mata ku. Antara niat nggak niat sih ini. Tapi... harus dilakukan.


Mood ku benar benar buruk hari ini. Sudah baju kotor karena terjerumus digenangan air, melakukan perjalanan jauh. Dan sekarang di perbudak untuk membersihkan kediaman orang yang baru ku temui.


"Oh iya, kamar mu ada dibelakang. Tepatnya disamping dapur."


UKH!! Udah kecium ini kalau nanti pagi pagi disuruh masak. Alasan aja kali ya nggak bisa masak? Umurku masih 12 tahun loh...


...⛄⛄⛄...


"Ini makanan mu!"


Pagi ini, baru saja diriku keluar kamar. Dan orang yang bernama Darius itu sudah berada di dapurnya, yang berada tepat disamping kamarku. Sepertinya ia tengah memasak. Sepertinya loh...


Tapi ternyata dia memasakkan ku. Calon babu idaman banget nggak sih? Pengen aku rekrut jadi babu ku deh kamu! Tapi...-


"Kau tak beri racun kan?"


... Jangan mudah percaya pada orang asing.


"Jika kau tak mau, maka akan ku berikan pada anjing anjing peliharaan ku." ucap Darius yang siap untuk merebut piring yang berada dihadapan ku. Tentunya aku tak rela! Dengan cepat ku pertahankan piring yang berisi makanan... yang tak ku ketahui makanan apa ini. Seperti pancake? Aku harus banyak membaca resep resep masakan. Setidaknya mengetahui makanan apa ini. Entahlah, perut ku lapar setelah melakukan perjalanan yang sepertinya... sudah keluar wilayah Duchy semalam. Belum lagi acara bersih bersih semalam. Makan sajalah.


"Ngomong ngomong, kau memiliki anjing peliharaan?" tanyaku disela sela makan ku. Aku terus memperhatikan gerak gerik Darius yang sepertinya tak berniat memberi tahu.


Tapi... bukan Grizelle maupun Adrienne jika sangat mudah menyerah. Aku pun terus menatapi Darius dalam diam selagi menunggu jawaban. Jika Darius orang normal, pasti ia akan risih.


"Mau ku tunjukkan?"


Akupun langsung mengangguk cepat. Jenis apa ya anjing peliharaannya itu? Dan ia beri nama apa?


...⏪⏸️⏩...