My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1

My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1
F O U R



"Sepertinya mereka sudah menjauh dari sini."


Tidak mungkin! Para ksatria Eugene adalah ksatria bangsawan terbaik di Kekaisaran ini yang mencakup 10 Kerajaan didalamnya. Tidak mungkin mereka bisa seceroboh ini dengan tak memeriksa jalan tikus seperti ini.


Oh! Sejak kapan aku berpikir hingga sejauh ini?


"Memangnya penyihir sampai saat ini masih ada?"


Astaga! Pertanyaan itu benar benar keluar dari mulut ku. Namun belum diperiksa oleh otak ku. Kenapa otak ku selalu malas bekerja sih?


Ukh! Lagipula wajar'kan jika aku berkata begitu? aura disekitar pria ini terasa sangat asing dan menganggu. Namun juga bisa membuat seseorang terkecoh untuk tidak mencari tahu asal aura ini.


Pria bersurai biru tersebut sontak menatap intens manik mataku. Risih? Oh tentu! Ditatap oleh pria tampan itu lebih membuat salting daripada bertemu hantu. Atau sebaliknya?


"Ku kira kau hanya gadis kecil bodoh yang tak tahu menahu mengenai dunia. Ternyata kau lebih cerdik daripada yang terlihat." jawab pria tersebut dengan tatapan mengejek. Rada menjengkelkan sih...


Tunggu! Apa pria itu baru saja mengakui jika dirinya seorang penyihir? Eum... walau sulit dipercayai. Menurut bacaan dibuku perpustakaan kediaman Eugene yang ku masuki diam diam. Penyihir itu ada dan masih menjadi misteri saat 500 tahun kebelakang. Namun, kali ini penyihir telah benar benar dicap punah. Begitupun dengan sihir dan kawan kawannya. Memang sihir ada kawannya?


Berarti!


Jual! Jual! Lumayan bisa jual penyihir ke pemerintah. Lalu dibayar deh!


"Aku tahu pikiran busuk mu itu, Nona Muda Eugene." ucap pria tersebut dengan tatapan mata penuh arti kearah manik mata ku. Kurasa tatapannya berarti jika dia telah mendapatkan kesan buruk padaku. Tapi, tunggu...


... CENAYANG!


"K-kau tau identitas asli ku?" tanya ku dengan telunjuk ku yang mengarah ke diri ku sendiri. Rasa rasanya, bola mata ku hendak keluar ketika mendengar 3 kata terakhir diucapan pria tersebut.


"Ya"


"Kalau begitu kau tahu jika aku ini anak bungsu Duke Eugene yang terbuang?"


"Ya"


"Lalu kau juga seharusnya mengetahui perilaku mereka kepada ku?"


"Ya!"


"Apa kau punya tempat tinggal?"


"Tentu saja ada."


"Tolong izinkan aku tinggal bersama mu untuk beberapa hari ini. Tidak! Sampai tamu tak diundang itu kembali ke got nya. Kumohon!" ucap ku dengan memegangi kaki pria tinggi tersebut. Sepertinya aku sangat terlihat menyedihkan. Kuharap pria ini bisa menerima ku dikediaman nya setidaknya untuk beberapa hari.


Aku tak peduli lagi dengan ucapan keramat ibu ku diabad 21 tentang jangan mudah percaya pada orang lain.


"Apa kau tak mengingat ucapan ibu mu sebagai Grizelle yang dulu, Adrienne?"


???!!!!


AKU LUPA!!! DIA KAN BISA BACA PIKIRAN ORANG!!!


Bisa gawat nih...


"Tolong sembunyikan soal reinkarnasi ku kali ini, Tuan!! Aku rela menjadi budak mu demi rahasia ini tetap aman!" ucap ku dengan lirih. Terdengar sekali jika aku sudah pasrah dari cara bicara ku.


Ku kira akan menyenangkan jika berhasil bertemu dengan salah satu penyihir yang telah dicap benar benar punah. Ternyata menyeramkan ya bertemu dengan penyihir. Bisa tidak ku mengulangi waktu?


"Tidak!"


... Oke! Tak apa!


Greep-!


Aku pun segera menarik ujung surai birunya yang terurai begitu saja keluar jubahnya. Dengan kencang sekali aku menarik surainya itu. Berharap jika ia kesakitan dan sekalian saja mati.


Kurasa... lumayan juga perlawanan ku. Pria itu oleng dan kesakitan saat surai birunya ditarik dengan paksa.


Aku pun berusaha menarik surai pria tersebut untuk mengenai genangan air kotor yang berada tak jauh dari tempat saat ini.


"Ucapan mu akan sangat mempengaruhi peristiwa yang akan terjadi selanjutnya, Tuan Penyihir Biru!"


Kurasa perbuatan ku tak akan begitu mempengaruhi nyawa ku. Semoga pria ini tetap membebaskan ku setelah ini terjadi.


...βͺ⏸️⏩...


...🍁< ADRIENNE BRISIA EUGENE >🍁...