
Darius, pria ini justru malah menyeret seorang gadis berumur 12 tahun ke tengah tengah kerumunan singa singa dipadang rumput. Menyeramkan. Tapi sepertinya tidak menyeramkan bagi Darius.
Ukh! Turun berduka cita ya para singa. Bukannya disebut kucing besar, kalian malah disebut anjing anjing peliharaan. Malang sekali nasib kalian dipelihara oleh pria aneh bernama Darius itu.
"Mereka anjing anjing yang lucu bukan?"
Lucu pala kau prisma!
"Eum... kurasa kata anjing peliharaan sangat melenceng dengan fakta." ucapku yang sedikit berbisik. Takut saat para singa itu merasa terkejut dengan ucapan ku lalu mereka menerkam ku. Kan nggak lucu.
"Mereka bersikap layaknya anjing peliharaan dimata ku"
Swuushh-!
Tepat setelah Darius mengatakan hal tersebut. Salah satu dari singa singa tersebut lari dengan cepat ke arah semak semak. Yang parah itu, larinya persis didepan ku woy!
Tentunya... karena aku manusia, dan manusia memiliki daya rangsang.
Greep-!
... aku menjambak surai biru Darius lagi, refleks. Hanya seperkian detik kok.
"Adrienne Brisia Eugene. Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Apa kau mau ku jadikan makanan singa singa disekitar mu?" ucap Darius dengan nada mengancam yang tak main main. Ngeri eyy...
"Hehe, maaf. Tadi itu..."
"Jangan bilang refleks" sela Darius dengan mata yang memincing tajam ke arah ku.
Hawa disekitar langsung terasa berbeda. Dan sepertinya para singa singa itu menyadarinya, dan mereka memasang ancang-ancang untuk menerkam siapapun yang berpotensi berbahaya bagi majikannya.
"A-aku masuk dulu. Sampai jumpa!" ucapku yang langsung melesat memasuki kediaman yang berada diujung padang rumput tersebut. Semoga singa singa itu tak mengejar ku. Kaki ku pendek oy!
Rasa ingin mematahkan leher Darius semakin tinggi. Tapi langsung turun ke titik terendah karena melihat Darius yang memiliki banyak pasukan singa. Tapi bolehkan memaki? Ya bodo amat kalau dia tahu isi pikiran ku.
Memaki dimulai...
Makanya punya rambut tuh dipotong! Atau perlu dicukur botak! Dijambak dikit aja udah marah seperti aku telah melakukan kesalahan besar. Rambut kusut jarang keramas aja belagu! Sensian! Ku doain kutuan itu rambut!
...•}{ 3 Hari Kemudian }{•...
Sudah 3 hari aku berdiam dikediaman milik Darius untuk menghindari bertemu tamu tak diundang itu. Telah 3 hari juga aku diperbudak dan diancam pria itu. Menjengkelkan.
Tapi! Setidaknya aku mendapat kabar baik dari Darius! Tamu itu akan kembali siang ini! Yang berarti... jika aku beruntung, aku bisa kembali pagi ini. Toh! Aku berani keluar selama 3 hari lamanya karena selama ini tak ada pengalaman ada yang mencari ku setelah mengetahui aku menghilang. Ini harus disyukuri atau ditangisi sih?
"Darius, kau akan mengantarkan ku sampai ke celah dinding kediaman Eugene 'kan?" tanya ku dengan wajah ceria. Entah kenapa aku terlalu excited untuk kembali. Antara rindu suasana memuakkan disana atau lelah diperbudak terus oleh Darius.
"Ya"
"Cepat masuklah. Aku tak yakin kita akan bertemu lagi ketika kau sedikit dewasa lagi!"
Darius menepati janjinya! Walau menjengkelkan, setidaknya ia masih dapat dipuji sebagai pria. Ngomong ngomong mengenai ucapan nya. Benar juga sih.
Aku juga tak yakin dapat melewati lorong ini lagi ketika aku telah dewasa sedikit saja.
"Cepat lah masuk selagi sempat, bodoh!" ucap Darius yang sedikit mendorong ku.
Bisa sabar dikit nggak sih? Aku masuk nih!
Diriku pun segera masuk ke lorong sempit ini. Begini saja diriku sudah merasa sesak. Aku harus sesegera mungkin menemukan jalan tikus lainnya untuk keluar kediaman.
Ketika aku telah berhasil berada didalam lingkungan kediaman Eugene. Kenapa hati ku lebih merindukan untuk menjambak surai biru Darius ya?
Ku harap ketika kita bertemu lagi, dan aku kembali bermalam dikediaman nya. Aku tak lagi diperbudak untuk membersihkan kediaman besar sendirian.
Kuharap...
"Dia tidak melupakan ku"
Mau nangis aku tuh. Kenapa jadi kangen begini?
Tap! Tap!
Mendengar suara langkah kaki yang terdengar menuju ke ruangan ku yang berada diujung lorong ini membuat ku harus segera menarik diri menuju ke balik vas untuk menyembunyikan diriku.
Siapa yang datang mengunjungi ku? Ini masih pagi loh. Para pelayan yang minta dibunuh itu saja hanya menginjakkan kakinya saat siang hari saja untuk memberi ku makanan. Siapa sih yang gabut ke bangunan paling tenggara dikediaman Eugene.
Sekali lagi. Aku tak bisa merasakan jika ada yang menatap ku dari ujung lorong sana. Orang yang tengah berusaha ku hindari itu sudah sedari tadi menyadari kehadiran ku.
Bodohnya aku tak segera sadar jika langkah orang tersebut dipercepat.
Greep-!
Lengan tangan ku ditarik secara kasar. Sontak aku pun berdiri dan menatap siapa yang berhasil mengetahui keberadaan ku.
Tubuhku... membeku.
"Kau kemana saja selama 3 hari ini?!"
...⏪⏸️⏩...
...🧊< DARIUS > 🧊...