My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1

My Bride, I'LI Be Waiting Timetravel #1
S E V E N



Carlos, pria bersurai pirang tersebut sama sekali tak dapat menyembunyikan raut wajah cemas nya saat ini. Ingin sekali ku menertawakannya, tapi takut durhaka. Lagipula akan cangung jika aku menertawakannya layaknya saudara pada umumnya.


"Jawab, Adrienne!"


Wih! Ternyata kakak laki laki ku yang tak berguna tapi tampan ini mengetahui namaku ya. Jangan bilang jika kau hanya mengetahui nama depan ku saja, ya. Nama ku terdiri dari 3 kata loh. Adrienne Brisia Eugene, itu namaku. Bukan Adrienne saja.


Dapat kurasakan jika pegangan pada lengan ku semakin kuat. Tentu saja aku meringis layak nya wanita anggun yang dinovel novel. Eh tapi sakit woy! Pantesan ciwi ciwi dinovel novel isekai meringis kesakitan saat ada adegan adegan yang 11/12 seperti ini.


Tapi sakit beneran woy...ku tepis saja lah!


"Mana mungkin aku bisa masuk ke kediaman Eugene melalui jalan tikus ketika ada tamu yang berkunjung. Terlebih lagi tamu penting!" jawabku dengan sinis. Lenganku pasti merah ini. Memang, seharusnya aku tak menyelinap keluar saja 3 hari yang lalu. Maka aku tak akan bertemu dengan anak laki laki dingin itu, Darius, dan...


"Kau terlihat seperti anak gadis yang telah diperkosa saja dengan pakaian lusuh itu."


... sisi Carlos yang menyebalkan.


"Aku tahu, aku tahu. Aku memang cantik sehingga terlalu berbahaya bagiku meninggalkan kediaman. Jadi tak perlu terlalu memuji ku secara sarkas seperti itu, Kak" jawab ku dengan tatapan memincing. Aku penasaran... kenapa ibunda Adrienne bisa melahirkan anak menjengkelkan ini. Eh! Bukan Adriennenya, tapi Carlos loh!


Kalau Adrienne tentu saja baik dan perilaku nya patut dicontoh. Karena Adrienne adalah Grizelle yang lahir ditahun 1420 M. Jadi tak perlu dipertanyakan lagi kualitas diriku yang akan menjadi pelaku sejarah.


"Jaga bicara mu, Adrienne. Tak ada bangsawan wanita yang terlalu meninggikan derajat dan kelebihannya didepan orang lain. Termasuk keluarganya."


Mulut mulut ku oy! Kalau ini mulut hasil donor dari anda. Maka, silakan saja mengatur kata kata yang akan keluar dari mulut ini. Tapi aku telah memiliki mulut ini sejak lahir!


"Kau lupa? Aku bahkan sama sekali tak diperlakukan layaknya bangsawan disini. Mana mungkin aku mengerti mengenai itu semua? Jika berbicara itu dipikirkan dulu, Tuan Muda Eugene."


Setelah menjawab peringatan dari Carlos. Aku segera menarik diriku dari hadapan pria itu. Sementara Carlos? Ia membeku ditempat.


"Kau akan belajar semua mengenai bangsawan mulai lusa, Adrienne." ucap Carlos dari kejauhan kepada Adrienne yang hampir tiba didepan pintu ruangannya.


"Kenapa tidak besok saja? Atau lebih baik hari ini?"


...πŸ‡πŸ‡πŸ‡...


Menghindari mempunyai musuh adalah tujuanku. Mencari masalah adalah kebiasaanku. Tapi...


... Aku harus belajar untuk tak mencari masalah lagi dengan Carlos.


Baru pagi tadi aku mengejek Carlos yang ku nilai lambat pada pendidikan adiknya. Padahal ejekan ku tadi hanya sebuah ucapan tak berdasar. Tapi... kenapa dimasukin ke hati.


Siang ini, tepatnya sesaat setelah jam makan siang. Carlos mengirim Countess Mariana ke bangunan terpojok ditenggara Kediaman Duke. Gelar bangsawan Count itu sudah tinggi loh hyung. Apalagi wilayah County dan Duchy yang sangat berjauhan. Kakak ku menjemput Countess Mariana dengan apa nih? Apa kereta kuda kencana?


"Anda bisa memanggil ku Adrienne saja. Anda sudah mengetahui nama lengkap ku bukan?" jawab ku dengan mencoba tersenyum seramah mungkin.


"Saya tak berani. Disini saya dipekerjakan untuk melayani anda dibidang pendidikan. Dan bukan berteman."


Idih!


"Memperkenalkan dengan nama pertama bukanlah hanya untuk ajakan pertemanan, Lady Mariana." wanita anggun bersurai coklat terang tersebut cukup terkejut dan bangga pada ucapanku.


Disini, memanggil seorang bangsawan berkedudukan tinggi, sebanding, maupun rendah yang baru dikenal mereka menggunakan kata Lord atau Lady yang ditambahkan dengan nama kedua orang tersebut. Countess Mariana, Mariana itu adalah nama keduanya. Jika dipertemuan pertama dan ada yang memperkenalkan dirinya dengan nama pertama, maka itu akan dianggap sebagai ajakan pertemanan. Atau ajakan untuk semakin dekat.


Ujian... ini adalah ujian pertama yang diberikan wanita ini padaku. Sudah tertebak dari awal sis.


" Jika begitu, anda dapat memanggil ku dengan sebutan Doroty, Nona Adrienne."


Aku pun mengangguk anggun. Mencoba loh...


"Doroty Mariana Eloise, itu namamu bukan? Mohon bantuan untuk kedepannya." ucapku yang tersenyum ramah ke arah wanita yang kira kira telah berumur 17 tahun itu.


Ia pun juga melempar kan senyum ramah. Dan kami pun saling melempar kan senyuman ramah. Tamat! canda.


"Adrienne, kita perlu bicara." ucap sebuah suara dari arah pintu. Aku pun menengok guna melihat siapa yang hendak berbicara dengan ku ini. Biasa... artis.


Melihat siapa yang datang berkunjung ke ruangan Adrienne, Dorothy gadis itu membungkuk guna memberi hormat sebelum meninggal kan mereka berdua berbicara dengan leluasa.


... Wah! Carlos sialan!


...βͺ⏸️⏩...