
"Wahhh, malaikat tampan..", gumam Vinzy.
Pria yang ditatap Vinzy hanya menaikan salah satu alis matanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Badannya tegap masih berdiri menghadap Vinzy yang juga terpaku di depan pintu masuk cafe.
"Kenapa Ken?", tanya salah seorang pria lain yang berada di belakang orang yang ditabrak Vinzy.
"Kerikil kecil menghalangi, Bos..", ucap Aken yang dibalas tatapan tajam Vinzy.
"Ehh.....", Vinzy hendak menjawab namun langsung digeser oleh Aken agar tuannya bisa masuk ke dalam caffe tersebut.
"Silahkan, Bos...".
Pria itu berjalan mendahului Aken namun melirik sekilas Vinzy yang ada di samping Aken.
Vinzy menganga.. Ia sepertinya ingat dengan wajah yang baru melewatinya.
"Gilaaaa, tu cowok ganteng banget....!!", ucap Sesilia yang sedari tadi sudah berada di sebelah Vinzy bersama Diandra.
"Aduhhh.. Abang Samuelku ada yang menyaingi...", Diandra pun menimpali sehingga membuat Vinzy mendelik.
"Sudah ah.. Cabut...!!!", Vinzy yang kesal langsung berlalu namun sedikit menyenggol Aken yang masih berdiri di dekat situ.
"Hei....", Aken ingin protes namun Vinzy berbalik dan menatapnya.
"Apa Om? Mau aku tinju???", ancam Vinzy.
Aken yang mendengar itu hendak beranjak mendekat ke arah Vinzy namun Diandra langsung menghalangi.
"Sorry ya om, sahabat saya lagi PMS...", Diandra beralasan sehingga Aken membiarkan mereka pergi begitu saja lalu menyusul sang bos yang sudah berada di dalam cafe.
"Bos, sahabat almarhum kakak anda ada di sana...", Aken menunjuk salah satu meje yang terdapat sepasang calon penganten sedang duduk mendekatkan diri.
"Tuan Sam...", sapa pria itu ketika sudah mendekat ke meja yang dimaksud Aken.
Samuel yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh.
"Ryand Smith, apa kabar...?", Samuel langsung berdiri dan memeluk adik dari sahabat dekatnya itu.
"Saya baik, Tuan.. Bagaimana dengan anda?", Ryand masih berbicara formal.
"Jangan berbicara formal padaku, Ry... Kau tahu benar bagaimana aku menganggap Johan seperti apa... Okey? Ayo duduk...", ajak Samuel.
Ryand pun menganggu setuju diikuti oleh Aken.
"Oh kenalkan, Aspri sekaligus calon istriku.. Christine..", Samuel memperkenalkan Christine yang duduk di sampingnya.
"Kakak mau menikah?", tanya Ryand.
"Yupts... Ini calon istriku... Sekaligus karyawan kantor... Biar gak jauh-jauh carinya... Hehehhehe..", kelakar Samuel.
"Ini siapa?", tanya Samuel yang melihat Aken hanya duduk diam kaku sekali.
"Oh, Aken kau terlalu kaku... Kenalkan kak, ini Asisten pribadiku.. Aken Sandoro...", Ryand memperkenalkan Aken.
"Sandoro?", beo Samuel. Ia menatap Ryand meminta jawaban.
"Seperti yang kakak pikirkan...!! Dia satu-satunya keluarga Sandoro yang masih hidup setelah kejadian lima tahun lalu..", Ryand memberikan jawaban.
"Bos....", Aken langsung menatap bosnya, mempertanyakan apa maksud Ryand mengatakan hal itu.
"Jadi selama ini, kau bersama Ryand di London?", Samuel penasaran.
"Benar, Tuan Sam...!!", jawab Aken yang terlihat tidak nyaman. Bukan ia tak percaya Samuel, namun disebalah pria itu masih ada orang asing.
Kejadian lima tahun lalu membuat Aken Sandoro selalu terlihat waspada atas kehadiran orang asing, begitupun Ryand.
"Baiklah, nanti kita bercerita...", Samuel yang mengerti situasi pun mencoba mengalihkan pembicaraan. "Bulan depan aku menikah.. Kalian datang ya? Ajak pasangan kalian berdua...".
Ryand dan Aken saling menoleh satu sama lain.
"Kenapa?", Samuel heran karena mereka berdua menoleh bersama.
"Kami tidak punya pasangan, Tuan...", jawab Aken.
"Jangan berbohong.. Masa tampang tampan seperti kalian berdua masih single?".
"Benar, kak... Banyak wanita yang ada di sekeliling kami, namun semuanya gila harta.. Kakak tahulah seperti apa..", ucap Ryand membenarkan perkataan asistennya.
"Lalu kalian mau seperti apa?", tanya Samuel.
"Kalau ada yang cocok di mata, Kak...", lagi Ryand menjawab dengan cengiran diangguki oleh Aken.
"Baiklah.. Intinya kalian datang... Oh ya, main ke rumah.. Kau tahu kan Dady seperti apa jika kau sudah pulang tapi tak muncul di depannya?", ucap Samuel.
"Iya kak...Nanti malam aku main ke rumah..", jawab Ryand.
"Okelah.. Aku duluan ya.. Mau nganter Christine pulang.. Kakak tunggu di rumah..!", pamit Samuel.
Christine yang pada dasarnya pendiam hanya tersenyum mengangguk tanda pamit.
"Hati-hati, kak...", jawab Ryand.
Setelah kepergian Samuel.
"Bagaimana perkembangannya?", tanya Ryand dalam mode serius.
"Mereka ternyata masih mengikuti kita sampai ke sini, bos... Tiga orang di meja dekat jendela arah jam sembilan..", Aken menjawab namun tidak membuat ketiga orang yang tadi mengikuti mereka curiga.
"Minta anak buahmu melindungi Tuan Samuel, meski kita tahu keluarga Aleksander tentu menyiapkan pengawal bayangan di sekitar mereka, tetapi kita harus tetap berjaga-jaga..", perintah Ryand.
Ryand Chrits Smith pemegang kekuasaan tertinggi Smith Group.. Usianya baru dua puluh tiga tahun namun sudah menjadi Presdir Smith Grouo. Kemana Orang tuanya? Ayah dan Ibunya serta kakak pertamanya meninggal bersama dengan Kedua orang tua Aken serta kakak perempuan Aken.
Dady Aleksanderlah yang menyembunyikan Ryand serta Aken di London.. Bagaimana Samuel tahu? Ya... Samuel tidak mengenal Aken, namun sangat mengenal keluarga Smith... Ia dan Kakak dari Ryand sudah seperti saudara. Mereka berteman dari kecil hingga kejadian naas yang menimpa keluarga Smith.
Lalu keluarga Sandoro?
Kejadian itu merupakan kejadian yang sangat sadis sehingga diliput media apalagi melibatkan keluarga Smith yang notabene adalah pengusaha properti terbesar di negara itu, sehingga keluarga Sandoro pun di up sekalipun tidak sebesar Smith Group, namun Sandoro Group pun lumayan besar yang kini di bawah kepemimpinan Aken digabung dengan Smith Group.
"Bergerak seperti biasa... Singkirkan para sampah itu...!", perintah Ryand dengan tegas.
Ryand dan Aken sering mengumpulkan anak jalanan untuk diberi makan ataupun ditempatkan di panti Yayasan yang bernaung di bawah Smith Group sehingga banyak anak buah mereka yang memang berasal dari anak-anak pantai. Tentu mereka tidak sendirian, melainkan Dady Aleksander membantu mereka mulai dari menempatkan orang kepercayaan di Smith Group juga Sandoro Group sampai Ryand dan Aken bisa mengelolahnya sendiri seperti sekarang, juga menempatkan para anak jalanan itu di dalam yayasan Smith Group sesuai permintaan kedua remaja yang terlihat rapuh karena kematian keluarga mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
#TBC___