
Hollaaa readrs...
Kembali lagi dengan cerita baru setelah beberapa bulan vakum karena belum ada inspirasi buat nulis.. Cuma kini Thor mulai lagi dengan cerita bergenre romantis, sedikit komedi, mungkin plus ada duka dikit-dikit..
Oh iya, mohon dukungannya yaaa? Siapa tahu, cerita kali ini bisa menghibur teman-teman sekalian.
Yuk..... Simaaakkkkkk.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"VINZYYYYYYY"............
Sudah kesekian kalinya nama Vinzy diteriakan di rumah besar ini.
"Apaan sih, Mom? Pagi-pagi udah teriak....", gerutu Samuel pria berusia hampir 25 tahun itu sambil menghampiri meja makan.
"Adikmu kalau tidak dipanggil seperti itu, mana mau cepat-cepat turun buat sarapan...?", bukan sang ibu yang menjawab, melainkan sang ayah yang memang sudah jengah sedari tadi mendengar istrinya teriak-teriak memanggil putri bungsunya itu.
"Panggil adikmu sana... Cepat...!!!!", perintah ibu negara yang tidak bisa dibantah. Samuel yang baru saja mau duduk harus segera beranjak ke lantai dua menuju kamar adiknya. Jika dibantah, maka bukan hanya adiknya yang kena omel, tapi akan merembes ke dia yang belum pernah menunjukan kekasihnya.
"Zizy..... Ayo cepat, dek... Si singa sudah mengamuk di bawah....", ujar sang Kakak di depan pintu kamar adiknya.
"IYAAAA...", jawab gadis berusia 18 belas tahun yang sebentar lagi lulus sekolah menengah atas dari dalam kamarnya.
"Kamu ituloh.. Senangkah kalau setiap hari momy teriak-teriak?", tanya sang kakak ketika adik kesayangannya sudah menunjukan batang hidung di depannya.
"Hehehehehhee... Maklum, Bang... Semalam fokus naikin rank.....", nyengir Vinzy.
"Hentikan game tidak jelasmu itu.. Ujian sebulan lagi kan? Fokus belajar, Zy....", nasehat Samuel sembari mereka berdua berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"Begadang lagi semalam, Hm??? Setiap hari begadang... Untung gak kurusan dan kurang darah....", omel sang ibu setelah melihat anak gadisnya sudah berada di depannya.
"Pagi, Momy cantik dan masih seksi... Makin sayang deh.... Mmmmuuuuaaacccchhhhhhhh", bukannya membantah sang ibu, tetapi Vinzy lebih suka menggoda ibunya.
Begitulah setiap pagi jika Vinzy terlambat bangun tidur. Teriakan dan Omelan sudah biasa didengar oleh seluruh penghuni rumah baik majikan maupun para asisten rumah tangga.
"Dad, nanti kuliahkan Zizy di Islandia... Biar dia tinggal sama Ayah dan Ibu di sana...", saran sang ibu ketika semua sudah berkumpul di meja makan dan mulai sarapan.
Mendengar ucapan sang ibu, Vinzy langsung menatap sang harimau betina dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ohhhh, No... Jangan, Dad.... Dady sayangkan sama Zizy? Masih mau manja-manjain Zizy kan? Awas loh kalau Dady kuliahkan Zizy di Islandia, Dady jadi jarang bertemu dengan Zizy nanti..", jurus menjual drama.
Samuel memutar bola matanya jengah. Adiknya itu adalah gadis yang penuh drama.
"Gak pa-pa... Toh momy masih mau hamil lagi... Iya kan, Mom?", Sang kepala rumah tangga pun melancarkan aksinya.
Vinzy mendelik menatap Momy menunggu jawaban sang ibu.
"Jelas, Dad.... Usahakan perempuan lagi ya, Dad? Biar gantiin anak gadis Momy yang bawelnya minta ampun itu...", jawab sang istri.
Samuel pun akhirnya tertawa melihat Vinzy menekuk mukanya.
"Ishhhhh....".
"Apa? Tetap kamu nanti di Islandia sama Opa dan Oma di sana...", putus sang ibu.
Tinggal dengan Opa dan Oma berarti tinggal dalam penjara emas. Segala aturan dan kehidupan akan diatur oleh para tetua ubanan itu. Tak boleh ke sini, tak boleh ke situ. Semua pergerakan akan diawasi 1 kali 24 jam. Keras dan sangat tegas.
Samuel tersenyum. Ia tahu bahwa ini hanyalah ancaman semata. Toh sang ibu sendiri yang tidak akan tega jauh dari anak-anaknya. Baru beberapa jam tidak ada kabar saja, sang ibu sudah stress seperti sang anak diculik.
"Cepetan.... Terlambat kamu nanti...", desak Samuel ketika melihat Vinzy masih bercermin di spion mobilnya.
Ya, setiap pagi Samuel akan mengantar Vinzy ke sekolah dan akan dijemput nanti oleh supir pribadi keluarga.
"VINZZYYYYY", lagi sang ibu berteriak dari dalam rumah, lebih tepatnya kamar sang putri.
"Ayo, Abang..... Goooo....", Vinzy bergerak cepat masuk ke dalam mobil kakaknya karena mendengar teriakan sang harimau betina. Pastilah karena kamarnya sudah seperti kapal pecah. Berantakan.
Samuel hanya menggelengkan kepala lalu melakukan mobilnya mengantar Vinzy.
"Dek, jadi perempuan kaleman dikit.. Kasihan Momy kalau setiap hari teriak-teriak seperti itu...", nasehat Samuel lagi selama perjalanan.
"Kalau gak gitu gak asik, Abang...", sahut Vinzy sambil tersenyum manis.
.....
Salva Vinzyanisa Aleksa
Anak kedua, putri bungsu pasangan Johakim Aleksander dan Johhana Savarsita.
Memiliki perawakan seperti biadadari (bayangkan sendiri spek bidadari seperti apa ya), namun sifat sebagian seperti bidaduri...
Nakal, manja, bawel, emosian, ya sifat remaja pada umumnya, namun itu hanya sebagian.
Sebagiannya lagi bersifat seperti bidadari, baik, penyayang, suka menolong, dan tidak sombong.
Bergaul sesukanya, mau miskin kaya, surga neraka ia bergaul tanpa membedakan. Laki perempuan, sama rata. Asik. Bertalenta. Bisa bermain alat musik, seperti gitar, piano, bass dan drum. Tergabung dalam grup band sekolah yang diberi nama OCEAN Band. Vocalis.
Banyak pria di sekolahnya mencoba mendekati, termasuk beberapa orang guru muda yang mengajar, namun begitulah ia, santai dan menganggap semua perhatian yang diberikan atas dasar teman. Gak peka orangnya.
Teman-temannya biasa memanggil namanya dengan sebutan V.. Cuma itu.
Satu lagi, ia paling tidak suka yang namanya pembohong.
Samuel Jacob Aleksander.
Kakak dari Vinzy. Cool, berwibawa, dingin dan tak kenal namanya cinta. Jomblo pasti. Ia berprinsip bahwa menikah karena saling membutuhkan, bukan karena cinta. Menikah jika sudah waktunya menikah. Itu nanti.
Wakil CEO JA Group.
Pria yang hobinya koleksi wanita cantik di sekelilingnya, namun tidak untuk dinikmati. Ia hanya suka memandang para wanita itu. Dari sekretarisnya, asisten pribadinya, sampai pada orang-orang yang berada di bawah naungannya, hampir semuanya adalah para wanita cantik dan terbilang seksi.
Istilahnya "Biar bisa cuci mata".
Aneh kan?
Dady dan Momynya sampai heran karena Asisten pribadi anaknya itu terbilang sangat cantik dari pada semua wanita cantik yang ada di sekitar anaknya, tetapi apalah daya, pria itu seperti batu.
#######№##############TBC......