My Babby Boss

My Babby Boss
8



"Haiii guysss... Gue ada info ni....", sapa Vinzy saat ia bertemu kedua sahabatnya di sebuah cafe dekat rumah.


"Info apaan? Gak penting gue tabok lo...Pagi-pagi udah ribut di grup buat ngajakin ketemuan..", umpat Diandra.


"Tau gak semalam entah gue sial atau gue lagi beruntung...!!?", ucap Vinzy membuat kedua sahabatnya penasaran.


"Napa Lo? Kesambet? atau?", tanya Sesilia penasaran.


"Semalam abang Sam sama Kak Christine itu....", sambil memberi kode dengan kesepuluh jarinya yang dikatupkam dan dibuat seperti lagi totok-totokan.


"What...?? Abang Sam yang cool itu gituan?? Lo lihat live?", tanya Sesilia yang kaget. Pasalnya ketiga gadis itu sudah mengenal Abang Samuel Aleksander dari mereka masih kecil, jadi tahulah tabiat pria itu seperti apa.


"Gituan, gituan apaaan? Berantem?", tanya Diandra yang juga penasaran.


"Yeee bloon, masa bikin anak? Itu... Kissing...", jawab Vinzy yang seperti berbisik.


"What...? Gue gak terima..Gak terima.. Lo boongkan? Wahhh... Tante Christine selangkah lebih maju nih dari gue.. Gak bisa.. Gak bisa..", Diandra menggerutu.


"Ehhh dodol... Bisalah.. Toh Abang Sam pria normal.. Kak Christine begitu cantik dan seksi jadi wajarlah Abang nyosor duluan..", bukan Vinzy yang menjawab melainkan Sesilia. "Apa lagi kalau mereka calon penganten, ya wajarlah Abang Sam nyicip dikit...".


"Nyicip-nyicip.. Lo pikir makanan?", Vinzy protes.


"Gak bisa.... Gak boleh...", Diandra masih tidak mau terima.


"Ehhh aspal jalan, liat Lo aja Abang Sam gak mau bego.. Depan belakang rata.. Ya mendingan sama kak Christine lah.. Udah cantik, seksi, plus pinter.. Nah Lo? Modal pinter doang...", Sesilia memanasi Diandra.


"Vinzy, bantuin dong.. bIlangin ke Abang Sam jangan dulu nikah.. . Gue belom rela....", bujuk Diandra.


"Ogah... Ngomong ndiri sama Abang atau gak sama ortu gue..", jawab Vinzy acuh.


"Aishhhh... Gue culik juga Abang Lo....", ancam Diandra dibalas tawa oleh kedua sahabatnya..


"Hahahahahaha"...


"Eh nyet... Lo kayak mafia aja maen culik-culik... Inget sekolah, Dek... Kencing aja belom lurus...", Vinzy menjeda perkataannya karena melihat Samuel dan Christine masuk ke caffe yang sama.


Kedua mata sahabatnya pun beralih ke arah tatapan Vinzy.


"Gilaa.. Kak Christine cantik banget kalo lagi pake pakaian casual gitu... Pantesan Abang Sam mau nyosor aja...", Sesilia berdecak kagum.


"Biasa ajah....", Diandra malah yang ngambek. "Semakin kalah juah gue...", batinnya.


"Burik mata Lo yaa?", ucap Sesilia yang tidak setuju dengan Diandra.


Vinzy masih mengamati bagaimana perlakuan abangnya terhadap calon istrinya itu.


"Semalam katanya biar aja ada yang nikunh, eh tau-tau udah nyosor aja, terus sekarang liat tuh perlakuannya, bahhh... sok romantis.. gak cocok...!", Vinzy mengumpat dalam hati.


Abangnya pria yang cool, santai, bijaksana juga penyayang keluarga. Anggap saja ia kulkas bagi orang lain, tetapi penghangat ruangan bagi keluarganya. Begitulah kira-kira. Gengsinya gede.


"Abang....", panggil Vinzy yang membuat semua mata pengunjung Caffe melihat ke arahnya begitupun Samuel dan Christine ikut melihat ke arah Vinzy.


"Woeee.. Ini bukan rumah Lo.. Teriak-teriak kek di hutan...!", Diandra menggerutu.


"Maaf... Hehehehe", nyengir Vinzy pada pengunjung lainnya.


Samuel yang melihat adiknya itu menggeleng namun tetap memberi kode untuk menyuruh adiknya mendekat.


"Ayokkk... Ke sana...", ajak Vinzy pada kedua gadis yang sedang bersamanya.


"Ogah.. Lo sendiri ajah.. Gue sama Sesil di sini..", Diandra yang menjawab. Muka gadis itu ditekuk.


"Uluh-uluh.. Yayang aku ngambekan sekarang ya...", goda Vinzy tapi berlalu pergi ke meja abangnya.


"Hehehehe.. Lupa bang... Hai kak Christine.. Makin cantik ajah ni... Apa karena udah dapet mood booster semalam yaaa dari Abang?", Vinzy menggoda calon kakak iparnya itu sehingga membuat wanita dalam usia matang pernikahan itu menjadi malu-malu meong.


"Ehhh, bocah gak boleh ngomong gitu.. Anggep aja semalam gak liat...", Sam menengahi.


"Haii, Vinzy... Udah lama?", Christine menjawab dan coba mengalihkan pembicaraan.


"Udah kak... Abang, bayarin yaa makanan aku sama kedua curuk itu..", ucap Vinzy sambil menunjuk kedua temannya.


"Kamu yaa... Hmmm.. Pulang sana.. Udah sore..", jawab Samuel.


"Emang Abang sama calon kakak ipar darimana?", tanya Vinzy penasaran.


"Urusan orang dewasa.. Kamu anak kecil sana main boneka sama kedua sahabatmu itu...", Samuel enggan menjawab membuat Vinzy cemberut.


"Pasti nyicil kek semalam kan?", langsung menuduh.


"Ehhhh, bocil... Darimana kamu mendapatkan kata-kata begituan? Ahhh, tontonan kamu ini.. Pulang Abang aduin ke Momy sama Dady...", ancam Samuel.


"Yeee Abang... Zizy udah delapan belas tahun ya kalo Abang lupa... Udah dewasa ini...Ntaran lagi kuliah loh..", jawab Vinzy membantah.


"Hahahhaha... Katanya udah dewasa, tapi ambekan orangnya... Sana.. Pulang... Ntar Abang bayarin...", usir Sam pada adiknya.


"Ihhh Abang....", Vinzy bangkit dari duduk dan menghentakan kakinya lalu pergi menuju ke sahabat-sahabatnya.


"Sorry yaa... Zizy emang gitu orangnya.. Maaf membuatmu tidak nyaman..", ucap tulus Samuel pada calon istrinya setelah adiknya sudah sedikit menjauh.


"Tidak apa-apa.. Aku mengerti.. Malahan aku senang jika punya adik seperti Vinzy...", jawab Christine santai.


"Dia juga akan jadi adik kamu kan?", goda Samuel sambil tersenyum.


"Ya Tuhan.. Ini orang kalau tersenyum gini amat.. meleleh hatiku . .", Christine membatin karena melihat Samuel tersenyum.


Christine hanya bisa mengangguk dan menunduk malu. Rona merah di pipinya terlihat sangat jelas.


"Ayo balik.. Abang yang bayarin ntar...", ajak Vinzy.


"Lo ngajak kita ke cafe cuma ngomongin itu doang?", Sesilia heran, pasalnya hal seperti itu bisa dikatakan lewat handphone.


"Gak juga.. Cuma ya sudahlah.. Noh lihat mood teman di sebelah Lo itu.. Udah gak memungkinkan buat gue mau mintain pendapat Lo.. jadi ayo balik...", Vinzy berjalan duluan menuju pintu setelah mengatakan pada pelayan cafe bahwa makanan mereka akan dibayar abangnya.


"Sorry V... Gue patah hati...", ucap Diandra sendu.


"Hmm.. Ayok... Gak ada laki juga Lo gak mati kan? Masih banyak Abang samuel yang lainnya... ", ucap Vinzy agak tinggi sehingga beberapa pengunjung kembali menatapnya lagi.


"Hehehehhe.. Maaf..", lagi-lagi cengiran dan ucapan minta maaf keluar dari mulut gadis itu.


Ia terus berjalan meninggalkan teman-temannya yang cukup lelet bergerak.


Puk....


"Aduh....", Vinzy mengadu karena jidatnya kena sesuatu yang keras.


Gadis itu menoleh.


"Wah.. Malaikat tampan..."...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC....