My Babby Boss

My Babby Boss
2



"V......", sapa seorang wanita berkacamata. Diandra namanya. Sahabat dari kecil. Cuma bedanya, Diandra lebih kalem. Kalem-kalem menghanyutkan.


"Hm...", hanya deheman yang ia dapat.


"Pelit amat jawab...", gerutu Diandra. "Btw, Abang Samuel yang nganterin?", tanya Diandra lagi.


"He'em...", lagi-lagi hanya deheman yang dikeluarkan oleh Vinzy sembari mereka berdua berjalan menuju kelas.


"Ya, Tuhan...Dosa apa aku selama ini? Punya teman kayak gini..."


"Tuhan menjawab, Dosa mu sangat banyak...", sambung seorang wanita lagi yang baru tiba di dalam kelas mereka.


"Nyahut aja kayak listrik... Tumben telat Lo?", tanya Dian.


"Biasa.. Yayang Jack telat jemput...", sahut Sesilia.


Tiga cewek yang berteman sedari kecil. Mereka tidak pernah pisah sekolah maupun pisah kelas semenjak SD. Toh, ada pengaruh juga dari para orang tua mereka sehingga ketiga gadis remaja ini tidak terpisahkan.


"V, Abang Sam udah punya pacar belom?", tanya Sesilia.


"Tanya ndiri orangnya...", jawab singkat Vinzy.


"Kenapa Lo? Jawab gitu amat, neng?", tanya Sisilia karena tidak biasanya Vinzy menjawab seperti itu. Harusnya kelas udah heboh ketika tiga orang siswi itu sudah berkumpul.


"Tau tuh, dari tadi gue nanyapun jawabannya seperti orang sariawan..", balas Dian.


"Gue ngantuk banget.... Pengen tidur.... Kabur, yuk?", ajak Vinzy.


"Gilaaa.. Pagi-pagi udah ngantuk aja? Ngapain semalam? Nonton bok***p Lo?", canda Sesilia.


"Yeeee, gila kali lo, yaa? Gue apa Lo yang sering gitu? Gue semalam fokus naikin rank.. Jam empat subuh baru tepar...", jawab Vinzy lemah.


"Terus? Udah naik rank Lo?", tanya Diandra.


Vinzy menggeleng.


"Stuck di epic I... Bengek kan?".


haahhaahahahahahhaa.


Kedua sahabatnya pun tertawa.


"Kabur yuk? Temenin gue... Hotel aja kita...", ajak Vinzy membujuk kedua temannya.


"Gak ahhh... Bisa putus napas gue kalo ketahuan Papa..", jawab Sisilia diangguki oleh Diandra.


"Yaaaahhhh udah, gue sendiri deh... Izinin yaaa??", ucap Vinzy langsung beranjak dan kembali ke luar kelas bermaksud bolos.


"Ehhhhh, beneran V?", tanya Diandra memastikan.


Hanya lambaian tangan yang didapat.


"Tunggu deh.... V.... Tunggu......", teriak Sisilia.


Akhirnya ketiga cewek itu pun kabur setelah mengelabui penjaga sekolah mereka.


"Gak takut putus napas Lo?", sarkas Vinzy setelah mereka bertiga berhasil kabur menuju hotel keluarga Vinzy.


Sesilia nyengir dan membuat tanda damai menggunakan kedua jarinya.


"Ke hotel mana kita?", tanya Diandra mengalihkan pembicaraan.


"Noh...", tunjuk Vinzy menggunakan dagunya.


"Kira-kira dong kalau bolos... Masa kita ke hotel keluarga Lo sih? Yang ada ketahuan Abang Samuel lah...", gerutu Diandra.


"Lalu? Ke Vila milik keluarga Lo di puncak? Jauh neng .. Gue mau tidur... Urusan Abang biar nanti aja.. Gue udah friend ama menager hotel jadi amanlah... tenang aja...", jawab Vinzy meyakinkan kedua sahabatnya.


Mereka bertiga memasuki lobi hotel namun sebeluk itu sudah menukar pakaian mereka dengan kaos oblong dan juga celana jeans pendek ukuran paha.


Vinzy pun menghubungi Menager hotel. Beberapa saat, setelah menager hotel menghampiri dan segala sesuatu berkaitan dengan urusan menginap selesai, mereka bertiga pun sudah ditempatkan dikamar milik Vinzy jika ia dan keluarga datang menginap di situ.


"Ahhhh, leganya.... Gue tidur ya... Jangan ada yang gangguin Gue... Lo berdua mau ngapain aja terserah, intinya ingat, jangan ada pria di antara kita... hahahahahha", pesan Vinzy lalu membaringkan tubuhnya di kasur kingzise kamar hotel itu.


Diandra dan Sesilia hanya menggeleng melihat tingkah absurd sahabat mereka itu.


"Lo sama Jack udah berapa lama sih? Gue lupa?", tanya Diandra pada Sisilia. Toh tidak ada bahan yang dibahas, ya mendingan itu sajalah.


"Hmmm, enam bula kalau gak salah... Eh, iya kira-kira segitu... Kenapa?", jawab Sisilia kemudian balik bertanya lagi.


"Udah ngapain aja, neng??", goda Diandra.


"Penasaran gue... Dua-duanya deh...", jawab Diandra.


"Pacaran sono biar tau apa aja yang dilakuin orang pacaran...", Sesilia enggan menjawab.


"Gak asik Lo....", dengus Diandra lalu sibuk dengan handphonenya.


.


.


.


.


.


.


Waktu hampir pukul Tiga, yang artinya jam pulang sekolah segera berakhir.


Sesilia segera membangunkan Vinzy dan Diandra yang tertidur pulas.


"Bangun Woe... Udah mau jam pulang sekolah... Cepetan...", desak Sesilia.


Vinzy dan Diandra pun segera bangun, mengurus segala sesuatu lalu mereka bertiga keluar dari hotel dan memesan taksi online menuju ke sekolah mereka.


"Pak menepi di gang itu...", perintah Diandra pada sopir taksi dan dilakukan seperti yang diperintahkan.


Sopir taksi diminta untuk keluar sebentar karena ketiga gadis remaja itu mau berganti pakaian menggunakan seragam sekolah.


Setelah selesai semuanya mereka menunggu waktu bel berbunyi sehingga dapat berbaur dengan teman-temannya yang baru keluar gerbang sekolah.


tring-tring-tring.


Bel tanda pulang berbunyi.. Ketiga gadis remaja itu bersiap untuk keluar dari taksi dan berbaur dengan teman-teman mereka namun alangkah terkejutnya.


"Mati kita... Abang Sam.....", gumam mereka bersamaan.


Ya... Samuel mendapat laporan bahwa adik kesayangannya serta kedua sahabatnya tidak mengikuti pelajaran dari jam pertama hingga jam terakhir sehingga meninggalkan pekerjaan dan menuju ke sekolah adiknya.


drt....drt....drt....


Hp Vinzy bergetar tanda panggilan masuk.


"Siapa, V?", tanya Sesilia gugup.


"Abang Sam....", jawab Vinzy ikutan gugup. Biasanya ia dan kedua sahabatnya ini tidak ketahuan, namun apalah daya. Tupai yang melompat akhirnya jatuh juga.


"Ha...Ha..Hallooo, Abang...", jawab Vinzy setelah hpnya tersambung panggilan.


"Mau kamu dan kedua sahabatmu itu ke sini, atau Abang yang ke situ?", to the point.


"Ka.. Kami yang ke sana, Abang....", jawab Vinzy.


Samuel langsung mematikan panggilannya setelah mendapat jawaban dari adik bandelnya itu.


Ketiganya turun dengan teratur langsung berjalan menuju tempat Samuel berdiri.


"Masuk... Dan jangan ada yang berbicara sampai di rumah...", perintah Sam diangguki oleh ketiganya.


Mereka bertiga pun diam sepanjang jalan namun mata memberi kode seperti berbicara.


"Itukan gue bilang? ketahuan kan kita?",


"kan biasanya gak ketahuan? kok bisa?",


"bisalah... mampus gue... jatah gue kayaknya disetop",


"sama... bisa-bisa gue dijagain ama bodyguard bokap..",


"Gue?? Islandia beneran ini...".


Begitulah kira-kira isi kode mata mereka bertiga.


...****************...


-TBC....