My Aunt

My Aunt
Hal Kecil



Seluruh tubuhku masih terasa sedikit nyeri,namun pagi ini aku harus bersiap untuk bekerja.Baru saja aku beranjak dari kasur telpon genggam ku tiba-tiba saja berbunyi,rupanya Anggi yang menelfonku.


"halo...tumben pagi-pagi gini telpon".Ucapku sambil mengangkat panggilan Anggi.


"eh iya nih cuma mau ngabarin aja tadi ada info dari bos katanya resto mau di renovasi,kita cuti dulu sampai restoran nya jadi".Jawab Anggi.


Ternyata hari ini restoran sedang ditutup dan kami di cuti kan.Setelah Anggi memberikabar tak lupa aku mengucapkan terimakasih sebelum ia menutup panggilannya.


Entah memang kebetulan atau aku yang sepertinya terlalu beruntung karena mendapat cuti saat tubuhku sedang tidak sehat.Aku lanjut berbaring lega di kasur setelah mendapat kabar cuti.


"Ryann...yan...".Terdengar suara Sasha memanggilku.


"iya Sha kenapa?". Jawabku.


"gimana badan kamu masih sakit?".


Tanya Sasha.


"udah mendingan daripada tadi malem ini mau istirahat dulu mumpung libur,mata kamu masih merah tuh nangis semaleman."Jawabku.


Sasha sepertinya masih khawatir denganku setelah pulang dengan kondisi badan sempoyongan penuh luka.Aku masih merasa canggung ketima mengingat kejadian semalam,tapi tetap kuusahakan bersikap biasa saat berbicara dengan Sasha.


Mumpung lagi libur aku berniat untuk istirahat agar tubuhku cepat pulih.


...


Sore hari aku terbangun mendengar suara gemercik minyak yang sedang panas, sepertinya seseorang sedang memasak di dapur yang letaknya tak jauh dari kamarku.


Saat aku hampiri ternyata Sasha sedang sibuk memasak di dapur lengkap menggunakan celemek bergambar kelincinya,entah darimana ia mendapat celemek imut itu.


"cocok banget deh orang sama celemeknya sama-sama imut".Ucapku.


"ih ngagetin aja,kamu udah bangun ya...mandi dulu nih aku masakin sambal goreng kentang kesukaan kamu".Jawab Sasha.


Aku sedikit terkejut bagaimana ia tau makanan kesukaanku,sepertinya ibu yang ngasih tau.Sasha yang jarang sekali memasak saat ini sedang susah payah membuat makanan kesukaanku,aku tidak sabar menunggu bagaimana rasanya.


Sambil menunggu masakan Sasha jadi aku langsung mandi karena seharian tidur sepertinya sekarang badanku sudah sehat kembali,sudah saatnya aku berhenti malas-malasan sedangkan Sasha sibuk mengurus rumah saat aku tidur.


"mandi dulu aja ini biar aku yang nyiapin".Ucapku.


Aku meminta Sasha untuk segera mandi sembari mengambil piring yang ia pegang.Saat Sasha mandi diam-diam aku mencicipi masakan yang ia buat,ternyata rasanya hampir sama dengan masakan ibu.


...


Setelah Sasha selesai mandi kami berdua makan malam bersama dengan menu spesial buatan Sasha.


"kok rasanya enak banget ternyata kamu bisa masak".Ucapku sedikit memuji Sasha.


"Oiyadong... Sasha gitu loh".Jawab Sasha.


Ia sangat bangga dengan masakannya hari ini, sepertinya Sasha minta resep ini dari ibu pantas saja ia tahu kalau sambal goreng kentang makanan kesukaanku.


Melihat tangan Sasha ada plester pada jari telunjuknya sepertinya ia berusaha keras untuk membuatkanku makan malam.Masakan Sasha setimpal dengan usaha yang ia keluarkan.


Aku ingin membalas kebaikannya karena sudah membuatkanku masakan yang memiliki rasa khas buatan ibu ini dan aku juga ingin berterimakasih kepadanya karena membantuku mandi kemarin malam.Entah hadiah apa yang cocok untuk kuberikan kepadanya,tapi aku berencana tidak memberinya barang melainkan sebuah hal yang membuatnya senang.


"Sha,besok kamu sibuk ngga?".


Tanyaku kepada Sasha.


"em kayaknya sih ngga,novelku udah aku serahin sama editor kemarin dan sekarang masih bingung nyari inspirasi buat novel selanjutnya".Jawab Sasha.


"gimana kalau besok kita jalan?bisa kan?".Tanyaku.


"eh?serius kamu ngajakin aku jalan?".Tanya Sasha sepertinya ia ragu dengan niatku.


"iya serius".Jawabku.


Sasha terlihat sangat senang,aku ingin membuat sedikit kenangan bersama Sasha karena sepertinya akhir-akhir ini aku kurang memperhatikannya karena sibuk bekerja.


Mungkin besok adalah hari yang indah...