My Aunt

My Aunt
Pertemuan



Hai guys namaku Ryan dan aku baru lulus SMA kemarin nih. Aku cuma anak muda biasa yang masih perjaka dan ya bahkan aku belum pernah pacaran nih hehe...


Niatku sih selepas SMA ini aku mau langsung nyari kerja aja soalnya udah capek banget duduk sambil liatin buku siang-malem , tapi orangtuaku menolak dan mereka minta supaya aku lanjutin kuliah , ya itu sih karena aku lulus dengan nilai terbaik di sekolahku dan katanya mereka gamau aku nyia-nyiain kepintaranku.


Malam itu waktu keluarga kami sedang makan malam ayah tiba-tiba tanya "kenapa kamu gamau nerusin sekolah , sia-sia loh kecerdasan kamu kalau kamu berhenti disini" .


"yah gak semua kesuksesan harus di pilih dari satu jalan , please give me the freedom to choose my future." ucapku menanggapi omongan ayah.


"hah..yasudah kalau emang kamu sudah punya niat sendiri, lalu?kamu mau kerja dimana?" tanya ayah terlihat pasrah denganku yang keras kepala tidak mau kuliah.


"aku sih mau cari kerja di tempat yang agak jauh dikit nanti kalau bisa mau ngekost aja biar bisa belajar hidup mandiri juga" ucapku.


"loh nanti kalau kamu sakit gimana , kalau mau makan siapa yang masakin? jangan bikin ibu kepikiran deh." sahut ibu yang sepertinya khawatir dengan ucapanku."


"gakpapa kok bu aku bisa jaga kesehatan sendiri kalau soal masak nanti aku belajar deh atau beli makan diluar juga bisa" jawabku dengan nada yang lembut supaya ibu tidak terlalu khawatir.


Setelah sekian lama duduk di bangku sekolah dan setiap harinya kegiatanku hanya belajar dan belajar akhirnya aku bisa bebas dari kewajiban bangun pagi yang menyebalkan.


"gak bisa nak kamu gaboleh hidup sendiri , gimana kalau kamu tinggal sementara sama tantemu aja." ucap ibu sambil membujukk.


"loh gausah buk nanti ngrepotin".


"eh iya juga ya kan Sudah tinggal sendiri juga , sepertinya di daerah situ juga banyak tempat-tempat bagus buat kamu cari kerja" sahut ayahku terlihat senang mendengar perkataan ibu.


"haduh ini kalau tinggal sama tante pasti bakal di kekang gaboleh inilah gaboleh itulah". Ucapku dalam hati.


"yaudah deh Ryan nurut aja sama kalian" . Jawabku.


"jadi kamu mau berangkat kapan ?" tanya ayah.


"em lusa juga boleh, belum kemas baju sekalian Ryan besok mau pamit sama temen-temen juga" jawabku.


"kamu udah gede belajar sendiri , wlee...". Jawabku.


Aya terlihat kesal kemudian berdiri langsung menjambak rambutku. Ayah dan Ibu tertawa ringan melihat tingkah laku kami , saya tegang di ruang makan kami pun kembali normal.


LUSA...


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi , kami pun pergi ke rumah tanteku yang jaraknya tiga jam dari rumahku kalau mengendarai mobil. Sejujurnya aku belum pernah bertemu dengan tanteku ini , yang terlintas di pikiranku dia cuma seorang tante-tante rempong yang suka dandan dan nanti palingan aku juga bakal di kekang gabole itu gabole ini.


Perjalanan 3 jam itu pun tidak terasa karena aku dan adikku bercanda ria selama perjalanan , akhirnya kami sampai .


"ting..ting..." suara bel yang di tekan ibuku.


"iya sebentarr" sahut orang dari dalam rumah.


Pintu terbuka dan yang ada di depanku adalah wanita muda agak lebih pendek dariku dengan penampilan menggunakan kemeja lengkap dengan rok ketatnya dan berkacamata yang terlihat seperti seorang sekretaris.


"loh kakak apa kabar kok gabilang kalau mau dateng sih silahkan masuk dulu" ucap wanita itu sambil mempersilahkan kami masuk.


"iya ini maaf kakak datengnya dadakan nih hehe..." jawab ibuku.


Kami pun masuk kerumah itu dan kesan pertamaku dengan tempat ini ya cukup bersih juga dan di depan juga ada beberapa tanaman hias jadi adem suasananya. Setelah sedikit berbincang lalu ayahku bilang "kami kesini mau menitip Ryan sama kamu sha".


"hahh ...."


"lohh..."


ucapku dan wanita itu serentak sama-sama kaget.Aku tidak menyangka wanita ini adalah tanteku yang kami bicarakan waktu itu, pikiranku padanya yang menganggapnya wanita rempong waktu itu pun hilang seketika.