My Aunt

My Aunt
Awal Mula



Saat itu aku pun terkejut wanita muda yang dari tadi aku kagumi kecantikannya ternyata adik ibuku yang akan menampungku selama aku mencari kerja nanti.


"boleh-boleh aja sih kak , lagian aku juga ngga sibuk".


Tante sasha ternyata ngga keberatan kalau aku menginap disini saat mencari kerja nanti. Lagian sepertinya dia juga belum menikah , rumah ini tampak sepi tapi suasana seperti inilah yang aku butuhkan untuk saat ini.


Setelah berbincang-bincang cukup lama ayah,ibu,dan adikku pamit meninggalkan aku bersama tanteku.


"tan, maaf untuk kedepannya nanti kalau ngerepotin" ucapku.


Aku sebenarnya agak sungkan untuk tinggal satu atap dengan perempuan yang bahkan belum aku kenal sama sekali ini meskipun dia saudaraku.


"gapapa kok ga usah kaku gitu lagian jangan panggil tan deh kesannya tua banget panggil Sasha aja umur kita juga ngga beda jauh"


jawab tanteku, eh Sasha maksudnya :)


Aku tidak enak untuk memanggilnya dengan namanya langsung tapi kalau itu yang dia inginkan ya apa boleh buat.


Setelah percakapan kecil berlalu kemudian aku naik ke lantai dua untuk mencari kamarku, tidak terlalu luas tapi tidak terlalu sempit juga, kamar ini terlihat bersih meskipun jarang terpakai.


Ternyata merapikan barang-barang cukup melelahkan tanpa sadar aku tertidur di kamar sampai sore.


"Ryan kmu ngga mandi dulu?"


Tangan halus Sasha menepuk-nepuk pipiku untuk membangunkanku terasa sangat nyaman.


"Sha tangan kamu kok lembut banget sih"


Reflek aku bilang begitu ketika terbangun sambil memegang tangan Sasha.


"apa sih bisa aja godain mbak-mbak kamu ya"


Sasha pergi keluar kamar sambil menahan senyum yang sepertinya sedikit tersipu malu karena ucapanku tadi.


"ah yaudah lah mandi aja udah sore"


Saat selesai mandi aku lupa kalau handuk ku berada di dalam kamar.


"Sasha..mbak...hey cantikk tolong ambilin handuk dong"


Lima menit aku teriak-teriak akhirnya Sasha datang juga bawain handuk.


"masih muda udah pikun aja kamu mandi ngga bawa handuk" gumam Sasha.


"jangan bawel nanti ga laku"


Sasha melemparkan handuk yang tadi dibawa lalu pergi sambil cemberut menahan kesal. Tapi kayaknya makin imut aja Sasha kalo lagi ngambek.


Selesai mandi kaya gini belum lengkap kalau belum ngopi, saat mau ke dapur aku lihat pintu kamar sasha terbuka. Iseng-iseng aku masuk kamarnya. Eh cuman mau ngecek aja lho ya bukan mau ngapa-ngapain.


"lagi ngapain Sha"


ucapku sambil berbisik di telinganya Sasha , sepertinya wanita imut itu tidak sadar kalau dari tadi aku berdiri di belakangnya.


"astaga jamal ! , eh kok jamal sory Yan kamu sih ngagetin aja"


Sasha terkejut karena sepertinya ia sedang fokus dengan apa yang dikerjakannya. Saat aku lihat rupanya dia sedang menulis sebuah novel.


Ternyata Sasha adalah seorang author novel terkenal dengan beberapa karya ciptaannya laris di kalangan remaja.


"udah gausah gangguin kakak hus.. huss..."


ucap Sasha dengan melambaikan tangannya mencoba menyuruhku keluar kamarnya seperti anak kecil. Aku keluar kamar sasha lalu pergi ke dapur untuk membuat kopi, sekilas aku melihat mata Saya yang tampak menghitam di bagian kantung matanya sepertinya karena kelelahan menulis novel.


"nih kopi buat kamu, kalo kerja gausah malem-malem waktunya tidur ya tidur, harus nurut jangan bawel kalo dibilangin"


Ucapku seraya memberikan gelas berisi kopi susu untuk menemani Sasha begadang menulis novelnya.


Setelah semalaman membuat novel sepertinya Sasha kelelahan sampai-sampai ia tertidur pulas di meja kerjanya. Karena susah dibangunin, langsung aja aku gendong Sasha ke kasur.


Sepertinya sudah larut malam , aku langsung kembali ke kamar seusai menempatkan Sasha di kasurnya.Tak lama kusadari meskipun baru sehari kami bersama sepertinya kami sudah cukup akrab dan tinggal di sini terasa menyenangkan tanpa ada kekangan seperti yang kupikirkan sebelumya.


Keesokan harinya aku terbangun karena mendengar senandung-senandung merdu yang seirama dengan gemercik air ada di luar jendela.


Saat membuka jendela yang kujumpai ternyata Sasha yang sedang menyiram bunga di depan rumah sambil bernyanyi.


"pagi-pagi udah nyiramin tanaman aja, tuh muka disiram sekalian mana belum mandi juga"


Ucapku sambil sedikit mengejek Sasha yang masih menggunakan baju tidur semalam serta rambutnya yang masih acak-acakan.


"sini turun kakak siram sekalian biar melek"


jawab Sasha dengan nada menantang menyuruhku turun.


"gamau wlee..."


ucapku dengan sedikit meledek, sambil meninggalkan Sasha kemudian masuk ke kamar mandi untuk segera menyegarkan badan.