My Aunt

My Aunt
Pola Hidup Baru



Hari pertamaku disini cukup menyenangkan, setelah mandi aku lanjut ke dapur untuk membuat sarapan dan sekalian saja aku buatkan untuk Sasha.


"Sha , sarapan dulu nih"


ucapku sambil memberikan sepiring nasi goreng buatanku untuk Sasha yang sedang duduk di teras memandangi laptopnya.


Rupanya ia sedang menonton beberapa film sambil mencari imajinasi untuk menulis novel nanti.


"loh kamu bisa masak juga, pinter banget bocil kakak"


ucap Sasha.


"kakak? Tante kali Sha"


jawabku dengan nada sedikit meledek Sasha.


Pagi itu cukup cerah dan aku sangat suka suasana disini yang sangat menenangkan tidak terlalu berisik dengan kendaraan yang lewat karena disini cuma ada jalan biasa jauh dari jalan raya tidak seperti rumahku sebelumnya.


Sarapan kami telah usai, aku pergi ke dapur untuk mencuci piring sedangkan Sasha segera mandi karena dari pagi ia sibuk menyirami bunga-bunga nya.


"Ryan tolongin ada cicakkk...!! "


teriak tanteku itu terdengar sangat jelas sampai-sampai hampir pecah rasanya gendang telingaku.


Sasha berlari dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk yang dililitkan diantara dadanya. Kemudian menabrakku yang saat itu berlari ke arah kamar mandi setelah mendengar teriakan Sasha.


"BRUKKK!! "


kami saling menabrak dan aku terjatuh kehilangan keseimbangan dengan posisi Saya berada di atasku.


Aku sedikit terpukau dengan lekuk tubuh Sasha yang ternyata sangat indah, apalagi ini pertama kalinya untuk seorang jomblo elit sepertiku berada dalam situasi seperti ini.


Jatuh terlentang dengan posisi diatasku ada seorang wanita cantik dengan kulit putih lembut yang cuma berbalut handuk membuat mataku tak berhenti menatap belahan dadanya.


"eh maaf Yan aku ga sengaja tadi lari sampai nabrak kamu"


ucap Sasha seraya bangkit dari atas badanku.


Baru saja ia bangun tiba-tiba handuk yang membalut tubuh rampingnya itu terlepas. Seketika itu pikiranku kemana-mana, Sasha langsung mengambil handuknya dan memakainya lagi.


"di-dimana tadi cicaknya Sha? "


ucapku saat itu kami sama-sama memalingkan wajah karena canggung, sambil menahan hasratku saat melihat aset milik Sasha yang ternyata lebih besar dari bayanganku.


Aku berjalan masuk ke kamar mandi, dan setelah aku cari ternyata cicak itu sudah tidak ada.


Sasha melanjutkan mandinya dan aku masuk ke kamar untuk menonton tv. Selalu terbayang di pikiranku setelah melihat tubuh Sasha tanpa selembar kain pun, tapi aku sadar untuk tidak berbuat terlalu jauh kepada tanteku sendiri.


Setelah mandi tiba-tiba Sasha datang ke kamarku, ia bertanya apakah aku melihat badannya tadi.


jawabku setengah reflek salah tingkah karena ini pertama kalinya bagiku melihat tubuh wanita tanpa busana apapun.


Wajah Sasha nampak memerah tersipu malu menambah nilai keimutan yang terpancar dari wanita 19 tahun itu.


"ih awas kalau masih tegang kakak patahin tuh batang"


ucap Sasha dengan nada ngambek sambil meninggalkan kamarku, tapi sepertinya ia tidak marah soal kejadian tadi.


Waktu pun berjalan, saat matahari terik terasa tepat di atas kepala ku Sasha mengajakku untuk pergi menemaninya ke toko buku.


Sesampainya di sana Sasha pergi ke dalam toko buku sedangkan aku menunggu di mobil sambil mendengarkan musik.


"BRUKK "


suara Sasha menutup pintu mobil membangunkanku yang terlalu lelap saat mendengarkan musik sampai tertidur.


"mau beli eskrim dulu? panas nih"


ucap Sasha sambil membuka kancing atas bajunya karena kepanasan.


"boleh deh sekalian beli bahan buat makan malam nanti aku masakin yang top buat kamu "


jawabku sambil menyombongkan diri dengan skill memasakku.


Sasha menyetir mobilnya menuju swalayan terdekat...


Aku berniat untuk memasak sarapan,makan siang,dan makan malam nantinya sebagai balas budiku karena diperbolehkan tinggal. Sepertinya juga Sasha jarang memasak terlihat dari kulkas yang hanya berisi minuman kaleng dan makanan beku.


Sasha sepertinya terlalu sibuk membuat novel sampai lebih sering makan makanan instan daripada masakan sendiri.


"kayaknya kamu jarang masak? kok di kulkas cuma ada soda sama makanan beku "


ucapku.


"hehe iya soalnya sibuk jadi paling bikin mi, kadang-kadang juga masak kalau lagi pengen "


jawab Sasha.


"bego jangan makan yang instan terus gabaik buat kesehatan kamu, kalau sakit gimana? sekarang biar aku aja yang masak "


ucapku dengan nada sedikit marah oleh cara hidup Sasha.


"hm iyadeh maaf... jangan galak-galak dong, kayanya yang tua disini aku deh "


jawab Sasha dengan nada lembut sedikit membujuk.