
Sangat nyaman rasanya terbangun diantara pelukan dua wanita cantik.Terlalu indah hari ini berawal sampai aku tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini.
Saat datang ke tempat kerja aku terkejut lantaran menjumpai loker ku yang telah di kotori menggunakan sisa kecap dan saus.Sungguh awal yang buruk untuk pekerja baru sepertiku.
Anggi mendekatiku membantu membersihkan noda yang ada di lokerku.Sementara itu bos sedang ada di luar kota untuk mengurus cabang restoran di sana.Jadi ia tidak tahu masalah ini dan aku juga tidak ingin membesar-besarkan hal sepele seperti ini.
"sabar ya,dia emang kayak gini." Bisik Anggi.
Anggi sepertinya mencoba untuk menenangkan ku agar tidak terbawa emosi.Tidak terlalu kupikirkan masalah seperti ini.Meskipun sudah tau siapa pelakunya tetapi akan buruk untuk reputasi ku sebagai pegawai baru kalau terlibat masalah.
Pegawai disini hanya ada empat orang , Aku Anggi , Leo , dan mas Roy.Dari awal aku sudah tau kalau Leo adalah pelaku dari kejadian ini karena dari awal aku bekerja ia seperti tidak suka dengan kehadiranku
Selain itu ada mas Roy , dia adalah pegawai yang paling lama berada di sini sekaligus paling tua di antara kami.Mas Roy melihat semuanya tapi ia memilih bersikap netral,aku tidak menyalahkannya karena tidak membantuku saat ini karena sepertinya ia tidak ingin memihak hanya salah satu temannya.
Setelah menggunakan seragam kerja aku melanjutkan tugas bersih-bersih sebelum restoran dibuka.Anggi lebih sering melamun dan sepertinya masih memikirkan masalah tadi pagi,aku mendekatinya dan bilang untuk jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting.
"Leo dulu pernah suka sama aku,pas dia nyatain perasaannya aku tolak karena aku ngga nyaman sama sikapnya yang terlalu mengekang. " Ucap Anggi.
Aku sedikit terkejut mendengar Leo pernah ditolak oleh Anggi.Tapi memang sudah tidak diragukan lagi kalau kecantikan Anggi dapat membuat semua pria luluh termasuk Leo dan Aku.
Selama bekerja perilaku Leo semakin menggangguku namun tetap kubiarkan seolah ia tidak ada.Sampai waktu bekerja selesai aku hanya menahan emosiku dan memilih untuk bersikap profesional dalam bekerja.
Jam kerja telah usai hari ini kami pulang tidak terlalu larut,seperti biasa Anggi sedang menunggu taksi di depan restoran.
Aku pulang agak lama karena masih mengelap meja dan dari dalam restoran terlihat Anggi sedang menunggu di luar dengan seorang pria,pria itu adalah Leo.Sangat jelas ia terlihat tidak nyaman dengan sikap Leo yang terus mengejar-ngejar nya meskipun sudah pernah ia tolak.
Anggi menampar Leo,aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan tapi Leo tiba-tiba menggenggam pergelangan tangan Anggi dengan sangat kencang.
Terlihat Anggi sangat kesakitan,aku langsung berlari keluar dan segera mendaratkan pukulan ku tepat di wajah Leo sampai ia terpental ke jalan.
Leo terlihat sedikit kesakitan dan pergi meninggalkan kami berdua.Jelas aku tidak terbiasa dengan hal seperti ini,tapi meskipun dulu hanya seorang kutu buku aku juga pernah menjuarai berbagai olimpiade silat tingkat nasional.
Aku kembali masuk ke dalam untuk mengambil barangku di loker lalu menggandeng tangan Anggi mengajaknya menginap di rumah Sasha daripada nanti saat perjalanan pulang ia diganggu oleh Leo.
Sesampainya di rumah,Anggi langsung menangis dan berlari memeluk Sahsa.
"heh kamu apain nih kok sampai nangis gini?"Ucap Sasha melihatku dengan tatapan sinis.
"eh jangan mikir aneh-aneh,bukan aku yang bikin dia nangis ya." Jawabku.
"ngga kok bukan dia,tadi aku digangguin cowo brengsek dan Ryan yang nyelametin aku."
Sahut Anggi mencoba meyakinkan Sasha.
Sasha sepertinya mulai percaya dengan ucapan Anggi,aku lantas meninggalkan mereka untuk segera mandi.
Baru saja aku selesai mandi saat membuka pintu kamar mandi Anggi sudah menungguku di sana.Dengan matanya yang sedikit mengembang karena menangis tadi ia bersikap seperti ingin mengucapkan sesuatu.
"m-makasih ya udah bantuin aku tadi,maaf juga karena aku kamu jadi digangguin sama Leo."
Ucap Anggi.
"iya gapapa kok,buat kamu apasih yang ngga."Jawabku.
Pipinya yang sedikit gembul memerah tersipu malu saat aku menjawab terimakasihnya dengan sedikit rayuan.