
Matahari mulai menyinari jendela kamarku,aku harus segera bangun lebih dulu daripada Sasha.Itulah yang aku pikirkan tetapi saat baru keluar kamar aku disuguhkan dengan pemandangan wanita secantik Sasha yang hanya berbalut handuk putih.
Sepertinya ia baru selesai mandi,aku pikir ia masih tidur karena biasanya Sasha bangun siang.Mungkin karena hari ini hari spesial jadi ia terlalu sibuk mempersiapkan diri.
Dengan menutupi dadanya ia berlari menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras,kelakuannya benar-benar susah untuk di perkirakan terkadang bisa sangat terasa perhatian kadang juga bisa sangat cuek.Daripada memikirkan itu aku lebih baik segera mandi.
...
Usai mandi dan berganti pakaian aku memasak untuk sarapan kami berdua.Sasha keluar dari kamarnya dengan rambutnya yang masih di tutupi handuk, ternyata ia ingin membantu memasak sarapan pagi ini.
"kamu nanti tugasnya paling penting,bantuin aku icipin ya".Ucapku.
Aku khawatir kalau akan terjadi sesuatu lagi kalau ia berada di dapur.Sasha memasang wajah cemberut,ngambek karena aku larang berada di dapur.
Akhirnya sarapan jadi,kami memutuskan untuk sarapan di rumah sebelum pergi keluar.Saat memakan masakanku Sasha selalu terlihat menikmatinya ia sampai lupa kalau tadi sedang ngambek.
Seusai makan kami bersiap pergi,em sebenarnya aku masih bingung akan pergi kemana karena niatku hari ini aku hanya ingin meluangkan waktu untuk Sasha.Museum dan bioskop mungkin bagus tetapi tempat itu terlalu biasa,aku ingin sekalian mengajak Sasha ke tempat yang mungkin akan ia ingat selamanya.
"Sha,ada tempat yang pengen kamu datengin ngga?".Tanyaku sembari mengenakan jaket bersiap untuk berangkat.
"em ada sih tapi jauh".Jawab Sasha.
"dimana tuh?".Tanyaku
"bentar aku bukain maps,nih disini".Jawab Sasha sambil menunjukkan lokasi yang ingin dikunjunginya itu.
"udah semua kan?yuk berangkat".Ucap Sasha sambil menutup pintu mobilnya.
Aku penasaran dengan tempat yang akan kami datangi karena Sasha hanya menunjukkan lokasinya di maps dan tidak memberitahuku tentang tempat itu,Sasha sibuk menyetir sedangkan aku hanya ngemil snack yang kami bawa dari rumah karena tidak ada yang bisa aku lakukan selama perjalanan.
Satu jam perjalanan telah berlalu,rasa bosan mulai menggangguku.Aku mengajak Sahsa untuk berhenti di sebuah swalayan,aku ingin memberi beberapa snack dan air mineral karena persediaan yang aku bawa telah habis.
Tidak banyak yang kami beli,hanya delapan jenis snack berbeda dua botol air mineral dan dua botol minuman bersoda karena rasanya tidak lengkap kalau memakan camilan tanpa soda.
Usai sedikit jajan kami langsung melanjutkan perjalanan,sepanjang perjalanan aku hanya ngemil dan mendengarkan musik karena aku belum memiliki SIM untuk mengendarai mobil.
Setelah melewati dua jam perjalanan kami sampai ke tempat yang Sasha ingin datangi.Sekali tatap aku terpesona dengan keindahan tempat ini,pasir putih yang bersih tidak ada sampah satupun serta tebing-tebing tinggi di sisi-sisi pantai ini yang membuat angin berhembus kencang di daerah bibir pantai.
Tempat ini begitu sepi dan menenangkan, menurut cerita Sasha ternyata ia menemukan tempat ini saat sedang memancing dengan almarhum kakeknya atau kakek buyutku juga.
Tiba-tiba air mata Sahsa terjatuh, sepertinya ia ingat dengan kenangannya di sini bersama kakek.Angin yang berhembus dengan halus meluluhkan suasana serta tangisan Sasha di iringi suara ombak yang memecah karang.
"udah jangan nangis lagi,kakek udah tenang disana jangan di ganggu nanti balik ke sini lagi buat jewer kamu loh".Ucapku sambil mendekati Sasha lalu aku memakaikan sebuah kalung emas di lehernya.
"eh,apa ini".Tanya Sasha
"ini kalung yang aku pake dulu maaf kalau cuma bisa ngasih barang rongsokan".Jawabku.
Sambil menggelengkan kepala ia bilang tidak apa ia sama sekali tidak mempermasalahkan barang pemberianku,justru ia sangat senang karena katanya baru kali ini ada laki-laki yang memberinya hadiah.