
Usai kejadian kecil tadi pagi berlalu kami melanjutkan kegiatan masing-masing, Sasha sibuk dengan novelnya dan aku kembali ke kamar.
Sejujurnya aku agak sedikit terlena dengan kehidupanku saat ini yang hanya malas-malasan di kamar.
Aku berniat untuk pergi mencari kerja, yah bukan pekerjaan yang nyaman dengan dasi terpasang di leherku yang aku cari, hanya pekerjaan biasa yang aku pikirkan.
Soal gaji aku tidak terlalu memikirkannya yang pasti asal gajinya cukup dan yang penting pekerjaan itu tidak terlalu kasar.
Setelah melihat-lihat di sosial media aku melihat beberapa lowongan kerja dan tidak ada yang membuatku tertarik. Satu jam lebih aku mencari dan akhirnya ada satu tempat yang membuatku tertarik untuk melamar di sana.
Tentunya aku tidak langsung melamar begitu saja, saat agak siang aku pergi ke tempat itu. Bukan tempat mewah melainkan hanya restoran keluarga yang tidak terlalu besar.
Meskipun tidak terlalu besar tapi setelah masuk ke dalam ternyata tempat ini cukup bersih.
Meja yang terbuat dari kayu jati dengan kualitas tinggi menambah kesan klasik terpancar jelas dilengkapi dengan sorot lampu kuning di setiap atas meja.
Sepertinya dekorasi tempat ini menjunjung tema klasik-modern. Meskipun beberapa furniture nya terbuat dari kayu tapi ada juga dua televisi yang terpasang di dinding restoran ini, aku kira hanya akan ada sebuah radio tua disini.
Aku langsung duduk di kursi yang kosong, dan waiters mereka langsung menghampiri dan menanyakan pesananku.
Sejujurnya aku agak gugup saat melihat waiters itu ternyata seorang wanita cantik yang umurnya sepertinya tidak terlalu jauh dariku.
"silahkan pesanannya "
ucap wanita itu sambil memberiku buku menu.
Setelah memilih menu untuk beberapa saat aku memilih pasta dan jus alpukat kesukaanku. Tentunya aku tidak bisa memesan makanan berat karena sudah sarapan tadi pagi.
Tujuanku datang kesini sebenarnya untuk mereview tempat ini karena tertarik dengan lowongan yang mereka iklankan di salah satu sosial media.
Tempat ini berkesan sangat hangat dan nyaman, pelayanan mereka juga sangat baik, menu di sini juga harganya cocok untuk mereka yang ingin merasakan cita rasa masakan rumahan.
Seusai makan aku meninggalkan uangku di meja dan pulang.
Sesampainya di rumah aku memutuskan untuk melamar di sana. Sebelum menyiapkan cv aku meminta izin kepada Sasha untuk melamar kerja.
Setelah berbicara dengan Sasha aku langsung pergi ke restoran tadi, sesampainya di sana aku bertanya kepada pelayan tentang lowongan.
Kemudian setelah diizinkan masuk aku langsung bertemu dengan bos mereka. Jujur ini sangat menegangkan karena ini adalah pertama kalinya aku wawancara.
Tak lama setelah wawancara ternyata aku langsung di pekerjakan hari ini juga, alasannya karena mereka sedang kekurangan pegawai.
Bos mengatakan kalau akhir-akhir ini tempat mereka semakin ramai karena promosi yang mereka pasang di sosial media.
Tidak heran bisa seramai ini, karena tempat ini dekat dengan area perkantoran.
"loh mas ngapain disini? "
terdengar suara lembut wanita sepertinya sedang menyapaku.
"eh iya mbak saya pegawai baru baru aja ngelamar tadi, sini saya bantu bawain "
jawabku sambil menawarkan bantuan kepada rekan kerjaku yang cantik itu sepertinya sedang kesusahan membawa banyak piring kotor.
"iya mas boleh deh, sekalian nanti tolong ya pesanan yang di meja 7 tolong di anterin, makasih... "
ucap wanita cantik itu yang bahkan belum aku tanyakan namanya, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya jadi aku tidak ingin mengganggunya.
Singkat cerita seusai kerja restoran kami pun tutup karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Setelah sedikit berbicara dengan bos aku langsung bersiap pulang. Baru saja keluar restoran setelah membuka pintu aku sedikit terkejut melihat seorang wanita dengan rambut panjangnya yang terurai karena angin dan kulit putihnya yang tampak cantik dibawah sinar bulan.go hu
"eh mbak belum pulang? "
sapaku kepadanya.
"loh mas belum pulang juga, dari tadi saya nungguin taksi tapi ngga ada yang lewat mana kayaknya bentar lagi hujan "
jawabnya yang saat itu sepertinya sedang kesulitan mencari taksi.
Tidak tega aku tinggalkan wanita itu sendiri tapi tidak enak juga sama Sasha kalau aku mengajak wanita asing menginap.
Wanita itu sepertinya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini dia bilang ingin menginap di rumah kenalanm saja.
Ternyata rumah kenalannya itu satu arah denganku, kami jalan bersama dan setelah berbincang-bincang ternyata nama wanita cantik itu adalah Anggi.
Aku sedikit terkejut karena kami berhenti di depan rumah yang sama dan dia bilang kalau ini rumah kenalannya, Sasha keluar sambil membukakan pintu...
"loh kok kalian bisa barengan? "
ucap Sasha kepada kami.
kami bertiga sama-sama terkejut setelah tau kalau kami saling terkenal.