
3 tahun kemudian..
"Fy.. sini,"
"Iya.. aku datang..,"
Efy berjalan mendekat ke arah Lovely. Mereka berdua ber-selfie ria di hari kelulusan mereka.
"Nanti kirimin ke handphone aku ya..," ucap Efy.
Lovely membentuk tangan nya bulat mengisyaratkan 'ok' 👌.
Lovely Ovilia, sahabat Efy yang menemani Efy selama di Jerman. Ia bertemu dengan Efy di hari pertama kuliah. Yang menarik, keluarga Lovely berasal dari Indonesia, jadi Lovely bisa cepat akrab dengan Efy.
Malam hari nya..
Efy dan Lovely tengah menikmati makan malam di sebuah restoran di Hamburg. Saat makan, sepintas, Efy melihat sosok laki-laki yang familiar di ingatan nya.
"Siapa ya?" batin Efy.
Lovely yang melihat Efy melamun pun menyadarkan Efy.
"Fy.. Fy..,"
Efy mengerjap kan matanya.
"Eh?"
Lovely menghela nafas. "Itu lho kak, makanan nya di makan, entar dingin gak enak lho," ujar Lovely. Efy tersenyum kikuk, lalu segera menghabiskan makanan nya.
Selesai makan malam, Lovely mengajak Efy berjalan-jalan di sekitar taman kota. Di sana terdapat danau buatan yang cukup luas yang membuat taman tersebut terbagi dua bagian, sehingga ada jembatan yang menghubungkan dua bagian taman tersebut.
Efy dan Lovely berjalan di atas jembatan seraya berfoto-foto. Namun saat berfoto, Efy kembali lagi melihat sepintas mirip dengan seorang yang di rindukan nya.
Deg'!
"I..itu kan," Efy terdiam.
Mata nya mengikuti kemana sosok itu melangkah. Hingga akhirnya sosok itu lenyap di keramaian.
Lovely menepuk pundak Efy. "Fy..," Efy menoleh.
"Eh?"
"Kamu kenapa sih Fy? Melamun aja dari tadi," tanya Lovely kebingungan.
"Eng.. gak apa-apa kok," Efy tersenyum. Lovely merasa ada yang aneh.
"Efy kenapa yah? Hm.."
Setelah puas berjalan-jalan, Lovely pun pulang ke apartemen nya, sedangkan Efy kembali ke asrama.
Keesokan paginya..
Dan sekarang ia tengah beristirahat di bangku taman. Ia meneguk air mineral lalu membuang botol kemasan nya yang sudah kosong ke tempat sampah.
Efy kembali duduk di bangku taman. Ia terbengong menatap orang-orang di sekitarnya.
Lalu mata nya kembali menangkap sosok itu.
"Ti..tidak mungkin!"
Mata Efy membulat.
"Apa yang terjadi padaku.. mengapa aku selalu melihat nya? Apa.. apakah aku berhalusinasi? Tapi, mungkin juga kan, kalau itu beneran 'dia'? Ini kan di Hamburg, jadi tidak mustahil untuk bertemu dengan nya di sini!"
Efy membatin.
"Per..permisi, boleh aku duduk di sini?" tanya seseorang dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih membuyarkan lamunan Efy.
"Su..suara ini, suara ini!" Efy menatap ragu seorang lelaki yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"D..Dave," lirih nya.
🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂
Efy dan laki-laki itu duduk di bangku yang mengarah langsung ke kolam air mancur.
"Ka..kamu sejak kapan di sini?" tanya laki-laki itu.
"A..aku sudah hampir tiga tahun di sini," jawab Efy canggung.
"Fy..," panggil laki-laki berparas tampan itu.
"I.. iya, Dave,"
Yap.. benar, laki-laki itu adalah Dave.
"Kamu, kenapa bisa ada di sini," tanya Dave.
"Oh.. aku, dapat beasiswa kuliah di sini," jawab Efy seadanya.
Dave mengangguk.
"Kamu itu memang pintar banget ya Fy, bisa dapat beasiswa dan kuliah di sini," ucap Dave tersenyum. Memperlihatkan ketampanan nya.
To be continued..
:D
Ngiklan dulu kakak~
Jangan lupa like, favorite, and komen ya kakak.. terimakasih^^