
Efy termenung menatap bintang-bintang yang bertaburan menghiasi langit luas.
Sesekali ia menghela nafasnya.
Ia teringat ucapan Dave yang mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia akan sibuk dengan urusan bisnis keluarga nya.
Perasaan nya gelisah tak karuan. Ia takut, tak akan lagi bisa bertemu dengan teman tapi mesra nya itu.
Ting..
Sebuah notifikasi menyala menandakan sebuah pesan masuk ke ponsel Efy.
Lovely
Efy, kamu baik-baik aja kan'?
Sebuah pesan dari besti nya ternyata. Ngomong-ngomong soal besti.. Efy teringat sudah lama ia tak berbalas pesan dengan sahabat-sahabat laknat nya di Indonesia.
Segera ia mengambil ponsel nya, membalas pesan Lovely dengan singkat, lalu mencari kontak sahabat nya di Aplikasi WhatsApp.
Setelah mendapat kan nya, jari-jari nya dengan lincah menari di atas papan keyboard mengetik pesan yang di tujukan kepada sohib sohib nya.
Pesan pesan seperti, 'hai, apa kabar?, ping,' dan banyak kata-kata sapaan gaul lain nya ia kirimkan kepada teman-teman nya yang sekarang berada di negara yang berbeda dengan nya. Setau nya ya.
Cukup lama Efy termenung menanti balasan dari teman teman nya. Namun, setelah 15 menit berlalu, balasan yang ia harapkan tak kunjung datang.
Ia mulai greget sendiri. Padahal ia sangat ingin ngobrol dengan besti-besti nya, menanyakan kabar di sana? Sekarang mereka nasib nya sudah bagaimana? Dan tentu nya curhat tentang Mr. 'D'.
Satu jam pun berlalu. Kesabaran Efy benar-benar sudah mulai habis. Maklum, ia memiliki kesabaran yang cukup sedikit di banding kan dengan orang lain. "Arghh.. kemana sih ni orang, kenapa gak di balas sih? Ah.. fiuh, mungkin lagi sibuk kali ya, tapi kalau sibuk kenapa bisa barengan sibuk nya? Kan gak mungkin," gerutu Efy kesal.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Efy..
ucap Author.
Akhirnya, saking emosi nya Efy, ia pun beranjak lalu membuka pintu kulkas. Di ambilnya es balok yang memang sengaja di taruh di freezer lalu di letak kan nya es itu di jidat nya.
Hati boleh panas, tetapi kepala tetap dingin, seperti itu lah yang Efy coba terap kan.
Ah.. akhir nya Efy merasa lega sedikit karena telah mendinginkan pikiran nya. Eh ralat, kepala nya maksud nya. Kan es nya gak di masukin ke dalam otak.
Tok..tok.. tok..
"Em.. ada apa yah Bu?" tanya Efy.
"Itu, ada tamu di depan, kata nya sih teman-teman mu semasa SMA," jelas Ibu Nayra.
Mata Efy langsung membulat dengan sempurna ketika mendengar kata 'SMA'.
Ia langsung berlari menuju lantai bawah.
Efy terkejut melihat para bestai nya telah berada di sini. Ya, di Jerman.
Alexa, Chika, Anastasya, dan juga Anne sedang duduk cantik di sofa sembari memasang ekspresi santai. Seakan tidak terjadi sesuatu.
Efy menarik nafas dalam-dalam.
Setelah itu,
"Aaaaaaaaaaaaaa....!!!"
To be continued..
NB :
Hai semuanya.. biasakan untuk like setelah membaca ya^^
Bukan mau ngemis like, tetapi setidaknya untuk menghargai author..
Tau kah kalian, jika satu jempol 👍 bisa membuat author bahagia? Untuk menulis sebuah novel itu tidak lah gampang say,
Butuh imajinasi, dan pengetahuan juga kesabaran dalam menulis novel. Jadi, author gak asal bikin novel. Author juga berusaha mencari ide bagaimana membuat pembaca puas dengan karya author, meski author jarang up. Itu karena ada kesibukan di real life.
Jadi, mohon pengertiannya ya bestie.. Author menulis itu ada tujuan, bukan sekedar nulis doang.. author bercita-cita menjadi seorang penulis yang nanti nya bisa mencetak sebuah karya yang bisa membuat orang-orang terhibur.
Author juga sehabis membaca karya penulis lain di platform ini, selalu biasakan untuk like, komen, bahkan memberi vote dan gift untuk menyemangati para author.
So, sekali lagi mohon pengertiannya ya, bestie..
Salam sehat dan salam hangat penuh cinta,
...G r a c i a...