
Akhirnya setelah 2 Minggu persiapan Efy mempelajari berbagai materi-materi matematika dan sains, hari yang di nantikan pun tiba.
Ya.. hari dimana olimpiade di adakan. Efy telah mengikuti babak penyisihan sebelumnya dan dapat lanjut ke babak final.
"Glup..glup.. huft'," Efy meneguk minuman di dalam botol yang di berikan Alexa pada nya.
Sedari tadi ia gelisah dan gugup. Khawatir juga tentu nya, ia terus memikirkan bagaimana jika ia tidak lolos? Bagaimana jika ia gagal dan tidak dapat ke Jerman?
Arghhh..
"Tenang lah Efy.. jangan pikirkan apa pun, berpikir positif aja.. jangan pikirkan yang lain.. huft'..," Efy menenangkan diri nya.
"Perhatian para peserta olimpiade.. agar segera memasuki ruang ujian, dan tidak berkeluyuran kemana-mana, terimakasih.. sekali lagi...-"
speaker berbunyi.
"Semangat kakak Efy!" teriak Chika dan Anne.
"Mangat ayang.. muach," Anastasya memberikan flying kiss kepada Efy.
"Semangat anak mama Chaca," ujar Alexa kepada Efy.
Efy mengangguk.
Dengan pasti ia melangkah ke dalam ruang yang di peruntukan bagi peserta ujian oleh panitia olimpiade.
*
*
*
1 jam berlalu.
Efy keluar dari ruang ujian dengan wajah pucat.
Ia menatap ke empat sahabat nya.
Ke empat sahabat nya langsung menghampiri nya.
"Gimana hasil nya kak Efy?" tanya Chika.
"Iya.. kak Efy pasti lolos kan? Dapat juara kan?" tanya Alexa.
Efy terdiam menatap teman-teman nya. Diam nya Efy membuat teman-teman nya yakin, bahwa telah terjadi sesuatu yang membuat Efy terdiam.
Mereka berpikir, apakah Efy gagal? Kalau begitu, apakah usaha Efy selama ini sia-sia?
"Kak.. jawab dong kak, jangan diam aja," Chika menggenggam tangan Efy.
Alexa memeluk Efy. Kemudian menatap Efy.
"Sebenarnya..,"
Chika, Alexa, Anastasya dan Anne menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Efy.
"Sebenarnya,.. aku.. LULUS besti!!" teriak Efy sambil memegang sebuah kertas di tangannya.
Teman-teman nya langsung berteriak heboh.
"Yey! Efy lulus..," ucap Chika riang.
"Yey! Hebat anak mama Chaca," Alexa yang memang adalah anggota tertua meng klaim diri nya sebagai ibu dari para besti besti nya.
"Eh.. tapi, kalau kak Efy lulus, kak Efy bakalan dapat beasiswa sekolah di luar negri dong," ucap Anne yang langsung membuat semua nya terdiam.
"Berarti, Efy gak bakalan ketemu kita lagi dong nanti?" tanya Anastasya sedih.
"Huaaa..," Chika menangis lalu memeluk Efy.
Mereka semua berpelukan, seperti Teletubbies.
...* * *...
Efy menyeret koper nya menuju gate penerbangan pesawat.
3 tahun, 3 tahun sudah kebersamaan mereka selama ini. Mulai dari kelas 10, 11, kemudian kelas 12 SMA, sungguh, waktu berlalu begitu cepat.
Ini waktu nya, ini waktunya Efy dan keempat teman-teman nya berpisah. Seperti kata pepatah, jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Meskipun bukan perpisahan untuk selama nya, namun tetap saja ini adalah momen paling mengharukan plus menyedihkan dalam kehidupan persahabatan mereka.
"Dadah Efy..," Alexa melambaikan tangan nya kepada Efy. Begitu juga dengan sahabat yang lain nya, Chika, Anastasya, dan Anne.
Mereka mengantarkan kepergian Efy ke bandara.
"Huaa.. jangan lupain kita ya Fy, goodbye," tangis Chika.
"Annyeonghi gyeseyo," ucap Anastasya sok ke-Korea Korea an.
Lalu nimbrung lah sang Otaku yang sering di sebut-sebut wibu.
"Sayonara, Efy-Chan."
Yah, bisalah kalian tebak itu siapa. Dah, skip.
"Dadah para bestai laknat, aing akan merindukan kalian.. bye," Efy melambaikan tangan nya sesaat, lalu melangkah masuk ke dalam pesawat.
Tak lama kemudian pesawat mulai lepas landas meninggalkan daratan. Efy menatap jendela pesawat.
"Sampai jumpa friend, aku gak akan lupain kalian," batin Efy sambil berlinang air mata.
To be continued..