
"Perkenalkan semuanya, saya Dave Flynn, pindahan dari Hamburg Senior High School," ucap lelaki itu dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih.
"Wow.. ganteng banget!"
"Iya, tadi apa katanya? Hamburg Senior High School? Wah.. dia dari Jerman ya?"
"Aduh, babang bule ganteng, sini duduk di samping adek.." bisik-bisik tetangga.
Suasana kelas menjadi rusuh. Emang dasarnya kelas 10 IPA 2 rusuh! Udah dari Sono nya.
"Ssst.. tenang murid-murid sekalian, oke, jadi ini adalah murid baru di kelas ini, murid pindahan, jadi tolong semua berteman dengan baik ya," ucap wali kelas.
"Baiklah, Dave, silahkan duduk di sana ya," ucap wali kelas seraya menunjuk tempat duduk yang berada di dekat jendela.
Dave mengangguk.
Ia segera menduduk kan dirinya di sana. "Baik semuanya, buka buku nya halaman..., Bla bla bla bla bla.. ,"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam istirahat.
"Chaca.. tunggu aku," ucap Chika.
"Cepat!"
Alexa menunggui Chika di depan pintu kelas. Sedangkan Efy dan Tasya sudah pergi ke kamar mandi. Mumpung lagi istirahat.
Habis guru nya aneh, masa pas jam pelajaran gak boleh izin ke kamar mandi?
Kalau murid nya kencing celana di kelas kan gak lucu.
Chika pun berlari menuju Alexa. Ia segera mengaitkan tangan nya ke tangan Alexa.
"Ayo!"
Mereka pun berjalan menuju kantin.
Anne?
Ia memilih menikmati bekal nya di kelas, sendirian.
"Fy.. udah?" teriak Tasya dari luar.
Efy pun membalas dari dalam kamar mandi.
"Iya.. bentar lagi!" ucap nya juga dengan berteriak.
"Fiuh.. udah, yuk!"
Efy dan Tasya berjalan beriringan melewati kelas-kelas lain. Mereka juga melihat-lihat para siswa yang sedang bermain bola di lapangan.
Saat sedang jalan-jalan, Efy melihat Dave yang duduk sendirian di bawah pohon Cherry.
Angin berhembus, meniup dedaunan.
Efy seperti terhipnotis.
Tasya yang melihat Efy terdiam pun mengguncangkan lengan Efy.
"Hoy.. Woy!! Lu kenapa? Kesambet setan?" tanya Tasya.
Efy pun segera tersadar.
"Eh?"
Tasya menghela nafas.
Kring..
Bel masuk berbunyi.
"Dahlah, yuk ke kelas," Tasya menarik tangan Efy.
"Hah? Dah masuk? Hiks.. padahal belum jajan :')" ucap Efy.
Efy kembali melihat ke arah pohon Cherry. Kosong!
"Hm.. mungkin dia sudah kembali ke kelas," gumam Efy.
Pulang sekolah..
"Hah.. akhirnya pulang sekolah," ucap Alexa.
"Huh.. pr banyak banget," keluh Efy.
"Iya.. guru nya kejam," tukas Tasya.
"Aku duluan ya, bye," Anne berlari menuruni tangga.
"Dadah!"
*
*
*
"Eh, kak, kayak nya enak tuh minum boba," ucap Alexa menunjuk kakak-kakak yang jualan Boba.
"Yuk beli," ajak Chika.
"Saya tak punya duit," lirih Tasya.
"Gapapa, aku traktir kok," ucap Chika sambil tersenyum.
Mereka pun membeli Boba. Lalu meminumnya. Ya iyalah! Di minum. Masa di buang?!
"Eh.. Fy, itu kayak nya Dave deh," ujar Alexa.
"Mana..mana," tanya Efy antusias.
"Itu.. yang lagi jajan bakso lho," tunjuk Alexa ke tempat di mana banyak siswa-siswi yang sedang jajan.
"Iya..,"
"Aku duluan ya guys, udah tunggu soalnya, bye!" ucap Efy lalu pergi.
"Aku juga, udah di jemput, duluan ya!" Chika melambaikan tangan nya.
Tinggal lah Alexa dan Anastasya.
"Pulang yuk kak, panas,"
Mereka berdua pun bergegas pulang.
Keesokan harinya, di sekolah..
"Dave..,"
Dave menoleh.
"Ya?"
Efy duduk di sebelah Dave.
"Kamu kok aku perhatiin sendirian terus," kata Efy.
"I..iya, karena aku belum punya teman," ucap Dave.
"Oh.. kalau gitu, mari berteman," Efy menyodorkan tangan nya.
Dave ragu-ragu menerima jabatan tangan Efy.
"Iya.. teman,"
😏😏😏😏
To be continued..
Don't forget for like and komen this novel, thankyou~
My "D"
By : Gracia_Art