
Efy tengah di dandani oleh Lovely. Yap, keluarga Lovely membuka salon di Hamburg, dan salon tersebut di pegang oleh ibu Lovely. Ibu dari Lovely memang sangat pandai dalam hal rias merias dan fashion, dan keahlian itu menurun pada Lovely juga adiknya, Princess.
"Princess, ambilkan dress code putih dari kamar kakak ya!" perintah Lovely pada adik nya itu.
"Oke kak," segera Princess melaksanakan yang telah di perintahkan oleh kakak nya kepada nya.
Lovely telah selesai menata rambut Efy. Kini ia hendak merias wajah sahabat nya itu.
Di ambil nya peralatan rias merias nya lalu mengaplikasikan nya pada wajah Efy.
"Sudah kak," ucap Lovely mengelap peluh di dahi nya.
Efy berdiri menatap penampilan nya di cermin. Sempurna!
"Ekhem.. yang mau dinner nie," goda Lovely.
"Ish..," Efy menyentil lengan Lovely.
"Auch.. sakit tau!"
Efy memeletkan lidah nya 😝
"Em.. udah mau jam tujuh nih, kita berangkat yuk," ajak Efy.
Lovely langsung menenteng tas nya."Princess, kakak pergi dulu yah,"
"Ya kak, hati-hati ya,"
...* * * * * * *...
Dave melirik jam tangan nya. Sontak Dave mengalihkan perhatian nya dari jam tangan saat mendengar suara mobil berhenti.
Ia melihat ke arah mobil taksi tersebut. Tak lama Efy dan Lovely turun dari taksi tersebut.
Setelah membayar, Efy dan Lovely berjalan masuk ke dalam restoran.
Dave melambaikan tangan memberikan signal agar Efy melihat nya. Dan benar saja, Efy langsung menemukan keberadaan Dave.
Efy menarik tangan Lovely. Lovely hanya mengikuti saja kemana Efy membawa nya.
"Udah lama nunggu Dave?" tanya nya.
Dave menggeleng.
"Belum lama sih, aku baru aja sampai sekitar 15 menit lalu," ucap Dave.
Efy mengangguk.
"Eh, kenalin, ini besti ku, Lovely, Lovely, ini teman ku sewaktu di Indonesia nama nya Dave, dia asli orang sini," Efy memperkenalkan Lovely kepada TTM nya, Dave.
"Halo," ucap Dave ramah.
Lovely tersenyum membalas sapaan dari Dave.
Efy ingin mencubit lengan Lovely lagi, namun kali ini Lovely tak akan membiarkan lengan di cubit di depan seorang lelaki tampan.
Mau taruh di mana nanti muka nya?
Setelah drama perkenalan, mereka pun mulai memesan makanan. Lalu setelah nya menyantap makanan yang telah mereka pesan.
...\= \= \= \= \= \=...
"Efy," panggil Dave.
"Ya?" Efy menoleh.
Dave melirik Lovely. Lovely yang peka terhadap lingkungan pun segera mengambil ancang-ancang untuk pergi meninggalkan kedua insan itu.
"Eh, Lovely mau kemana?" Efy mencekal lengan Lovely.
"Em.. anu, mau ke toilet, udah ya, aku dah gak tahan lagi, bye!" Lovely berlari meninggalkan Efy yang dilanda kebingungan.
"Dia kenapa sih?" gumam Efy heran.
"Efy," panggil Dave sekali lagi. Seketika Efy menjadi gugup.
"Eh.. iya?"
"Huft'.. begini, aku.. ingin mengatakan sesuatu," ucap Dave lirih.
Efy menatap Dave.
"Em.. aku rasa, kita tidak akan bisa bertemu lagi setelah ini," ucap Dave.
"Kenapa?" Efy bingung.
"Em.. itu, aku, akan segera direpotkan dengan urusan urusan bisnis keluarga ku, dan seperti nya aku akan sering pergi keluar negri, tidak tau kemana pasti nya, yang pasti, kita akan jarang bertemu," ucap Dave.
Efy menatap dalam mata Dave.
"Oh.. begitu, tapi kita masih bisa saling berkomunikasi kan? Saling memberi kabar?" tanya Efy.
"Ya.. aku tidak bisa menjamin, aku pasti akan sangat sibuk setelah ini, jadi hampir tidak ada waktu untuk beristirahat, tapi akan ku usahakan mengabari mu jika ada waktu luang," ujar Dave.
To be continued..
Annyeong.. aing comeback, maaf lama up yah.. aing ada nulis di akun yang satu nya soalnya.. jadi aing punya dua akun.. boleh lah, mampir ke novel aing yang ini 👇
l
Terimakasih