
Terdengar suara goresan pena di atas kertas. Efy tengah mencatat materi-materi penting untuk olimpiade. Tepat nya, Efy sedang belajar untuk mengikuti olimpiade itu.
Setelah mendaftar siang tadi, Efy langsung meluncur ke perpustakaan kota untuk mencari bahan pelajaran serta referensi untuk di pelajari.
Sebelum mengikuti olimpiade yang di adakan oleh sebuah perusahaan swasta itu para peserta yang mendaftar akan di seleksi.
Setelah mendaftar, peserta akan mengikuti tes awal. Dan setelah itu, 20 orang yang lolos akan mengikuti tahap selanjutnya. Bayangkan saja jika ada 1.000 orang yang mendaftar, namun yang di terima hanya 20 orang saja.
Maka untuk itu, Efy bertekad untuk mengikuti olimpiade itu agar dapat bersekolah di Jerman. Meskipun tujuan Efy adalah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, namun Efy memiliki tujuan yang lain.
Ya.. Efy ingin bisa bertemu lagi dengan Dave. Jika Efy nanti bisa bersekolah di Jerman bahkan menjadi lulusan terbaik, ia pasti bisa bertemu dengan Dave.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Suara riuh terdengar dari koridor sekolah. Saat ini jam istirahat, para murid berlalu lalang di koridor sekolah dan di lapangan.
Chika, Alexa, dan Anastasya berjalan beriringan menuju kantin.
"Eh.. Efy mana?" tanya Alexa.
"Tadi sih, aku lihat dia pergi ke perpustakaan," jawab Chika.
"Oo.."
Sementara itu..
Efy melihat-lihat buku-buku yang terpajang di rak. Di tangan nya ada beberapa buku kumpulan soal-soal Olimpiade dan buku pembelajaran lainnya.
"Em.. mana yah? Kok gak ada?" Efy bergumam.
"Ish.. kata Andreano tadi buku nya ada di perpus sekolah.. ah.. apa jangan-jangan dia bohong ya?" Efy lanjut bergumam.
Setelah beberapa menit berkeliling mencari buku itu Efy tak kunjung menemukan buku yang di maksud oleh sahabat laki-laki nya, Andreano.
Karena ia mengira Andreano mempermainkan nya, ia kembali ke tempat duduk di perpustakaan dan memulai belajar.
Tekad nya sudah bulat, benar-benar bulat.
Ia akan belajar keras dan bekerja keras, untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, eh-- mohon maap, jadi isi janji siswa.
Ekhem.. skip
Efy akan berusaha agar dapat menenangkan olimpiade tersebut. Ia akan mengejar sang pujaan hati, yaitu Dave.
*
*
*
Tok..tok.. tok..
"Efy..,"
"Iya.."
"Hello everybody..," kepala Tasya nongol.
Efy hanya menatap datar Anastasya.
"Halo kakak.. ini buku nya ya kakak," ujar Chika sembari menyerahkan buku berisi kumpulan soal-soal matematika dan sains.
"Makacih ayang aku," ucap Efy tersenyum.
"Emang kakak mau ngapain sih? Dari tadi di sekolah serius amat belajar nya?" tanya Chika.
Efy memberikan selebaran kepada Chika. Chika menatap selebaran itu.
"Oh.. kakak mau ikut olimpiade yah?" tanya Chika setelah membaca selebaran itu.
Efy mengangguk.
"Huft.. aku harus bisa menang olimpiade itu!" ujar Efy.
"Kenapa? Slurpp..," tanya Anastasya lalu meminum susu kotak UHT.
"Ih.. harus dong! Soalnya kan hadiah nya ada beasiswa sekolah di luar negri," ucap Efy lalu kembali fokus pada buku nya.
Anastasya meminta selebaran yang diberikan Efy kepada Chika.
Kemudian membaca nya. Tak lama ia tersenyum menyeringai.
"Hm.. sekolah di.. Jerman ya..," Anastasya menatap Efy.
Efy memalingkan wajahnya.
"Aaa.. aku tau.. kamu pasti mau jumpain..--emm..," Efy langsung memasukkan biskuit ke dalam mulut Anastasya.
Anastasya menyeringai sambil mengunyah biskuit.
To be continued..
...:D...
Like & komen nya kakak^^
Kasih vote dan gift nya juga boleh,~
Arigatou~~
Boleh mampir ke karya ku yg lain yah kak, terimakasih^^
Gomawo^^