
"Fy.. Efy..," panggil Alexa.
Namun Efy tak menggubris nya.
"Ih.. Efy..," Alexa menaikkan suara nya.
Bukannya membalas panggilan dari Alexa, Efy malah senyum-senyum tidak jelas.
"Hih.. Efy, Fy," panggil Alexa sekali lagi.
Ia melambaikan tangan nya di hadapan wajah Efy.
"Heh! Lo siapa!!" bentak Alexa.
Efy berdecak.
"Apaan sih?" tanya nya sebal.
"Lo siapa!? Siapa!?" sentak Alexa lagi.
"Apa sih? Ini aku Efy," kata Efy keheranan.
"Enggak.. enggak, kamu bukan Efy, kamu pasti setan kan? Ayo jawab! Setan dari mana kamu!!" Alexa menatap tajam pada Efy.
Efy semakin keheranan.
"Aku Efy, bestai mu," jawab Efy.
"Ah.. masa!? Kamu setan! Yang masuk ke tubuh bestai aku kan? Cepat keluar! Keluar dari tubuh Efy!" Alexa menggoncang-goncang tubuh Efy.
Plak!
Efy menepis tangan Alexa.
"Chacha, ini aku lho, Efy, bukan setan," ucap Efy.
"O..oh, aku kira kamu setan, soalnya tadi kamu senyum-senyum sendiri, gak jelas," cengir Alexa.
Efy memalingkan wajahnya.
"Chacha, ke kantin yuk!" Chika datang dari luar kelas dan langsung menarik lengan Alexa.
"Ayo!" Alexa beranjak dari kursinya lalu berjalan menyamai langkah Chika.
"Jadi ceritanya aku di tinggal nih?" ucap Efy.
"Iya," jawab Chika.
"Hiks..,"
"Ah.. ayolah Tasya, ga usah berteman sama Chika dan Alexa, hmph!" Efy berdiri dan langsung mengaitkan lengan nya ke lengan Anastasya yang baru datang dari luar kelas.
"Ga usah kau berteman sama kami!" ejek Chika.
"Ah.. ya udah lah, jangan lagi kita cakapan," ucap Efy menyeret tubuh Anastasya.
"Kenapa sih kalian?" Talita menatap keempat manusia itu bergantian.
Fyi, Talita adalah murid kelas 10 IPA 2 juga.
"Oh.. kami lagi berantem," jawab Chika santuy.
"Ooh..," ucap Talita singkat lalu pergi dari sana
"Dasar para manusia membagongkan," ucap Anne yang muncul tiba-tiba.
"Eh, Anne, dari mana?" tanya Alexa.
Efy dkk mengangguk.
"Eh, gak jadi kita berantam, ayo lah berantam, kalau perlu bertinju kita nanti di lapangan sekolah," ucap Chika.
"Iya bertinju, kalau perlu bergulat sekalian," ucap Alexa.
"Ha, enak itu, bergulat di lapangan sekolah," ucap Efy membuat Anne memutar bola matanya malas.
"Dah lah, aku mau ke kamar mandi, papay!" Anne menghilang secara tiba-tiba.
"Ck'..ck'.. sungguh mahkluk gaib," ucap Alexa sambil geleng-geleng kepala.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
"Efy..,"
panggil seseorang.
Efy yang sedang berjalan menuju kost-an nya pun menoleh.
"Eh, Dave, ada apa?" tanya nya ramah.
"Em.. itu, boleh pinjam catatan Fisika mu gak? Soalnya ada bagian yang gak ku catat, karena langsung di hapus sama guru nya," ucap Dave.
"Oh.. boleh, ntar ya," Efy menurunkan tas nya dari pundak nya.
"Nih," Efy menyerahkan buku berwarna biru itu dengan tangan kanan nya, sementara tangan yang satu nya mengancingkan tas nya kembali.
Dave menerima buku itu.
"Terimakasih ya," ucap nya.
Efy tersenyum.
"Iya, sama-sama," balas Efy.
Dave pun pergi dari sana.
"Ck'..ck'.."
Efy menoleh.
"Eh!?"
Efy mengusap dadanya yang berdetak kencang karena terkejut.
"Astaga, Tasya!" ucap Efy dengan nada tinggi.
"Hm?" Tanya Anastasya dengan wajah tak bersalah.
"Kenapa sih, tiba-tiba muncul!?" tanya Efy.
"Ya, gak papa sih, saya heran," ucap Anastasya.
"Heran kenapa?" Efy bingung.
"Kok bisa yah, si murid baru itu dengan mudah minjem catatan mu, padahal biasanya kan, Efy itu pelit banget dalam hal meminjam kan catatan," ucap Anastasya.
"Hm.. pasti ada sesuatu," Tasya mengelus-elus dagu nya, seperti om-om yang suka memegangi janggut nya.
To be continued..
Don't forget for like, komen, and favorite this novel,
Thankyou~