
"Gimana paman rasanya,enak??!..tanya Doni memandang Michael
"Enak..jwb Michael datar
"Yah..enaklah,kalau aku yang masak..sambung Dira dengan ketus dan sibuk dengan ponselnya
Michael tersedak mendengar kata itu,dan berhenti untuk makan.
"Maaf paman,tante saya pamit dulu..kata chael yang membuat semuanya terkejut padahal tadi mereka sedang menikmati makanan secara bersama, kecuali pak Irwan yang sedang terbaring
"Kenapa berhenti nak,habiskan dulu makanmu baru boleh pulang..kata Tante Ratna
"Iiyah paman, makannya harus dihabiskan jangan bersisah,banyak orang yang belum makan disana pamaaan..kata Doni dengan mimik wajah sok menasehati
"Paman sudah kenyang..kata Michael mengusap kening Doni
"Yah..gitu aja dibilang merajuk,kan memang benar sih masakan aku itu enak...kata Dira dengan nada sombong dan menatap tajam mata Michael
Michael hanya meliriknya dan melangkah pergi...
"Dira kamu tuh gak pernah papa ajarin seperti itu. Hormati orang yang lebih tua dari kamu,hargai juga orang maka kamu akan dihargai juga...kata pak Irwan dengan penuh penekanan
Setelah selesai makan malam Dira dan Doni pergi pulang kerumah. Karena Doni besok akan sekolah.
* * *
Paginya setelah mengantarkan Doni kesekolah. Ia pergi ke rumah sakit untuk menjenguk papanya. Hari ini papanya sudah boleh pulang dengan catatan harus banyak istirahat dan tidak boleh stress..
"Hay pa,ma ??!!..sapa Dira
"Hay putri mama yang cantik..kata mama Ratna mengelus kepala Dira
"Gimana keadaan papa sudah sehat, sebenarnya papa sakit apa sih?tanya Dira penasaran semalam ia ingin bertanya tapi diurungkan.
"Tidak ada sayang,papa hanya kecapean saja. Jwb papanya berusaha menutupi semuanya dengan sangat baik.
Mereka akhirnya berbincang bincang,tertawa,melepas semua rasa beban yang mereka rasakan. Pak Irwan juga ikut tertawa seolah olah ia tidak sakit karena berkat keluarganya
Tidak berapa lama Michael pun datang kerena pak Irwan yang memintanya untuk datang..
"Ada apa paman?tanya Michael
Kamu !! Kenapa kesini lagi sih,bosan tau liat mukak kamu aja?udh masuk gak ketuk pintu dulu..kata Dira menatap tajam Michael
Michael mengabaikan semua pertanyaan dari Dira..ia melangkah lebih dekat lagi dengan pak Irwan
"Bagaimana aku bisa menikah dengan wanita seperti ini,mimpi apa aku..batin Michael
"Chael,kenalin ini putri paman namanya Dira dan kenalin ini anak dari Alm. Pak Bambang Wijaya teman papa dulu..kata pak Irwan yang saling mengenalkan
"Udah kenal pa,gak usah dikenalin lagi. wajahnya sudah pasaran, udah habis di borong emak²...kata Dira dengan nada yang sangat malas & memandang Michael dari ujung rambut sampai ujung kaki...
Orang tua Dira hanya menggelengkan kepalanya mendapat perilaku putrinya yang seperti itu
"Dira kamu itu harus sopan,dia itu calon suamimu..kata pak Irwan dengan suara yang tegas
"Apa suami?!! Hahahah papa bercanda kan. Canda papa gak lucu, sekarang papa istirahat lah. Dira mau keluar dulu...kata Dira yang hendak pergi namun langkahnya terhenti...
"Papa gak sedang bercanda,papa serius. Kamu akan menikah dengan Michael..kata pak Irwan dengan suara yang meninggi
"Aku gak mau menikah pa. Apalagi sama dia(menukik Michael)aku belum kenal dia,kalau papa nikahkan aku dengan dia aku akan keluar dari rumah...ancam dira dan hendak melangkah keluar lagi² langkahnya terhenti ketika...
"Pa...papa !!!bangun... teriak mamanya menepuk pipi pak Irwan dengan pelan
Michael langsung keluar dan mencari dokter ,agar pak Irwan segera ditangani
"Pa..maafin dira,Dira gak maksud buat jadi gini. Bangun pa..Dira hanya belum siap..kata Dira menangis sejadi-jadinya
Dokter dan suster pun datang,dan segera memeriksa pak Irwan.. Dira menarik tangan Michael keluar dari ruangan pak Irwan
"Apa mau kamu sebenarnya,kamu pasti mengancam papaku kan biar aku nikah sama kamu??!! Dasar laki² tak tau diri. Dimana hati nurani mu. Aku akan berikan berapapun jumlah uang yang kamu minta...cepat katakannn...kata Dira memukul dada bidang Michael sambil menangis.. (hiks..hiks..hiks..)
"Dasar gadis bodoh,kamu kirain aku mau menikah dengan bocah sepertimu,apakah kamu yakin dengan ucapanmu yang akan memberikan uang dengan nilai berapapun?bukankah sekarang perusahaan papamu sudah bangkrut..kata Michael dengan nada lembut namun menyakitkan hati Dira dan pergi meninggalkannya
"Dira tak tahan untuk menahan air matanya,ia menangis dengan hati yang sakit karena kata² Michael
"Gimna keadaannya?tanya Michael
"Maaf pak,saya sudah bilang kemarin. Jangan buat pak Irwan tambah stress nanti..."katanya terpotong saat mendapat tatapan tajam dari Michael
"Nanti apa nak,katakan pada saya?tanya Ratna dengan cemas melihat kondisi suaminya
"Hem.....maksud saya,nanti pak Irwan jadi begini terus Tante,kalau gini terus takutnya kondisi pak Irwan jadi makin buruk tante...kata dokter Abdi
"OOO.. gitu ya nak. Yaudah nanti saya bilang biar suami saya tidak perlu banyak memikirkan sesuatu. Agar kondisinya lebih baik..kata ratna.
"Baik Tante..kalau begitu saya pamit dulu..kata dokter Abdi meninggalkan mereka.
Beberapa menit kemudian pak Irwan sadar dan melihat sekelilingnya
"Ma..panggil pak Irwan dengan suara pelan
"Iyah pa...papa istirahat aja dulu. Nanti aja kita bicaranya..
Pak Irwan hanya mengangguk
* * *
Michael dan Dira pergi kesebuah Restoran dan kesekolah Doni. Sampai di restoran Dira langsung memesan makanan,tak berapa lama pesannya selesai.Michael langsung melajukan mobilnya kesekolah Doni,setibanya Dira langsung pergi masuk kedalam sekolah Doni tapi ia menabrak seorang anak kecil dan es krim yang dipegangnya juga terjatuh..
***brruuuk*** !!
"Eh..maaf..maaf. maaf yah dek,kakak tidak sengaja sambil mengusap pipi anak itu karena menangis.
"Tante jahat..!! Aku tidak bisa makan es krim lagi...hiks..hiks..hiks..sambil terus menangis
"Hey adik yang cantik jangan nangis lagi yah, sekarang kita carik es krim lagi. Tapi kakak harus nunggu adik kakak dulu yah.
Anak itu hanya mengangguk..
"Nama kamu siapa sayang?tanya Dira mengajak anak itu untuk duduk
"Nama aku Keysa Tante..katanya
"Jangan panggil tante panggil kakak saja. Kata Dira sambil mencubit pelan pipinya
"Iyah kak..kata keysa
"Kamu dijemput sama siapa??tanya Dira sambil melihat kebelakang untuk mencari siapa yang menjemputnya
"Dijemput sama supir kak...jwb Keysa sambil menunduk
"Kenapa tidak orang tuamu yang menjemput?tanya Dira penasaran
"Terus mama kamu dimana?kalau ayah sibuk pasti mama kamu seharusnya yang ngurus kamu?kata Dira mengelus rambut Keysa..
"Aku...aku tak punya mama kak.kata Keysa sambil menangis
"Aduuhh.. jangan nangis lagi dong..nanti hilang Lo cantiknya,Kakak janji deh kita belik 2 es krimnya..mau kan,tapi jangan nangis lagi...kata Dira membujuk Keysa
"Iyah kak... makasih ya kak..kata keysa
Tak lama Doni pun datang menghampiri mereka,setelah berbincang. Mereka langsung membeli es krim
Sementara Michael yang menunggu Dira kembali sibuk dengan ponselnya,ia harus memantau kantornya lewat email dan cctv yang tersambung ke ponselnya
Drrtttt...ddrrrtt... !!
Ponsel Michael berbunyi:
"Hallo boss??!sapa seseorang dari sana yang tak lain adalah asistennya (asisten Dika)
"Hemm..ada apa??tanya Michael datar
"Boss, client kita minta ketemu sama boss. Dia maunya ketemu langsung sama boss..kata asisten Dika
"Bilang saja saya sedang diluar negeri,gak ada waktu. Seharusnya kamu bisa menyakinkan mereka..kata Michael dan memutuskan panggilannya
Dasar,punya asisten tidak guna juga. Percuma aku gaji dia dengan gaji yang besar. Ini saja tidak bisa ditangani..batin Michael berkata
Karna sudah merasa lelah dan bosan untuk menunggu, Michael menelfon Dira. Setelah meminta nomornya dari pak Irwan
Ditengah perjalanan ponsel dira berdering dari no. Tidak dikenal..
Ddrttt.. ddrttt.. ddrttt..
"Hallo..kata Dira
"5 menit lagi kamu harus sampai disini. Kalau tidak cari lah kendaraan yang lain,kamu kirain kamu siapa..tuan ratu..!! Kata Michael yang kesal menunggu lalu metatikan telfonnya
"Huuh..dasar laki² tak tau di untung. Apa dia gak beruntung apa dapat cewek secantik aku..untungnya dah mau dekat,kalau tidak tak golok deh lu..heheh. kata Dira tersenyum dan mengajak Doni agar berjalan lebih cepat
"Pelan2 dong kak,Doni capek...kata Doni kerja kelelahan berjalan dengan cepat
"Nanti supir kita marah dek?hehehhe..jwb Dira cengengesan
"Supir, Kitakan gak punya supir kak??kata Doni dengan polosnya.
"Sekarang udah ada. Ayo cepat jangan banyak tanyak...kata Dira mempercepat langkahnya.
Setelah sampai,mereka Langsung masuk kedalam. Dan mendapat tatapan tajam dari Michael. Tapi Dira tak menghiraukannya. Michael melajukan mobilnya
Doni menatap keduanya,kerna mereka tidak ada yang berbicara. Padahal kakaknya ini selalu banyak tanyak. Tapi..kenapa sekarang jadi pendiam..
"Kak Dira,supir kita sekarang paman ini yah?tapi kenapa paman mau?pamankan ganteng kayak artis2 gitu...hehehhe..kata Doni cengengesan
Michael yang mendengar itu langsung menatap tajam setajam silet ke arah Dira,Dira hanya menatapnya lalu memberi senyum paling manisnya.. kerna ia senang sekali sudah mengejeknya. Dira membalas dendamnya krna kata² Michael selalu menyakitkan hatinya.
"Iyah dek. Paman ini sekarang supir kita..iyakan paman??tanya dira sambil mengedipkan matanya
"Hemm... Michael hanya mendengus kesal
Suasana kembali hening, seperti dikuburan yang sangat angker sampai tiba di rumah sakit
"Mama..papa..kata Doni menyalami kedua orang tuanya
"Hey..anak mama udah pulang. Gimana sekolahnya?tanya mama
"Doni sangat senang ma, Doni dapat nilai bagus tadi..kata Doni dengan bangganya
"Bagus...anak papa memang pintar.. sambung pak Irwan.
"Chael.. panggil pak Irwan
Michael segera bangkit dari duduknya
"Ada apa paman??tanyanya pd pamannya, sebenarnya ia ingin pulang untuk membereskan masalah dikantor
"Paman ingin pernikahanmu dengan putri paman dilaksanakan 3 hari lagi yah. Kamu bisakan mengurusnya bersama Dira?kata pak Irwan memandang sendu Michael berharap Michael memenuhinya.
Michael menatap Dira tapi Dira memberikan tatapan tajam..chael hanya tersenyum tipis..
"Bagaimana bisa aku menikahi bocah sepertinya ini,terus gimana nasib Keysa. Aku belum bilang padanya juga...hemm. kata Michael dalam hati ia bingung
"Chael..panggil pak Irwan membuyarkan lamunannya
"Iyah paman..kata Michael
"Kenapa kamu malah melamun,paman ingin segera menikahkanmu dengan putri paman, sebelum paman...dengan raut wajah sedih dan tidak melanjutkan kata2nya
"Sebelum apa pa... sebelum kami tau bahwa Michael Bransco Wijaya yang nyuruh papa buat jodohin Dira kediakan. Dasar laki² tak tau diri. Dengar yah.. walaupun kamu kaya punya segalanya,tapi kamu gak bisa belik aku dengan uangmu itu. Aku gak butuh uangmu itu. Aku tau juga kamu siapa,kamu adalah pengusaha muda yang paling kaya,banyak digemari cewek2 tapi tidak denganku..asal kamu tau aku gak pernah tertarik buat menikah denganmu. Jangankan menikah berkenalan saja aku gak Sudi...kata Dira dengan penuh penekan dan nada yang sangat emosi.
Michael hanya menatap dari atas sampai bawah dengan tatapan tajam, sambil menyunggingkan senyum sinisnya
"Kau kirain kau siapa,berani2nya kau berbicara seperti itu,aku juga gak pernah tertarik/berkenalan denganmu. Bahkan melihatmu saja aku benci. Kalau paman tidak memintaku untuk menikahimu,aku juga tidak mau. Kalau saja aku tidak membantu keluargamu dan mengikuti keinginan ayahmu. Apa yang terjadi,pikirkanlah itu..tapi sikapmu malah seperti ini..dasar bocah tak tau apa balas Budi..batin Michael.
"Dira . beraninya kamu bicara seperti itu. Apa itu pernah kami ajarin. Kamu dididik bukan jadi anak yang kurang ajar. Kalau kamu tidak mau yasudah..kamu lebih senang liat papa matikan..iya kan..sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
Michael langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi pak Irwan. Dira hanya memandangnya dengan lemas,dan bayangan yg ia liat mulai gelap.. dengan cepat Michael menangkap tubuhnya dan membawanya keruangan lain..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai..
#maaf yah kalau banyak yang kurang,tapi aku akan tetap berusaha membuat yang terbaik..😇
jangan lupa love,like,vote juga yah dan berikan komentar yah,biar rame.. hehehe 😉🙃maaciih. semoga kalian suka. selamat membaca