
Keesokan paginya Keysa datang kerumah sakit diantar oleh bik Mirna
" Mama, papa keysa datang... kata keysa dan berlari menemui papa dan mamanya
"ehh putri mama udah datang, cantik banget sih.. kata dira mencium pipi dan kening keysa
" Iyah dong ma, keysa gitu.. kata keysa sambil tersenyum manis dan mengedipkan matanya
Mereka tertawa bersama melihat putri mereka sangat bahagia, seperti keluarga yang sempurna.
"papa sudah sehat? papa harus cepat sembuh biar cepat pulang bersama kami. keysa rindu digendong papa, makan bersama, keysa mau liburan juga kayak waktu itu... kata keysa dengan mimik wajah serius
" Iyah putri papa yang cantik, papa akan segera pulang kerumah.. kata Michael sambil mengelus rambut Keysa.
"Gimana sekolahnya sayang? tanya Dira
" yah gitu deh ma, keysa harus semangat biar jadi anak yang pintar... kata kesya dengan semangat
"bagus putri mama pintar.. kata dira memeluk Keysa.
" Ma, pa? panggil Keysa
"Iyah sayang.. jawab Dira sedangkan Michael hanya menatap keysa
" Keysa pengen punya adik deh, biar keysa ada temen main. gak sendiri terus, mungkin keysa bisa jadi kakak yang baik. mama sama papa gak usaha takut keysa akan jagain adek Keysa. Tuhan kapan kabulin doa Keysa yah ma pa? kata Kesya sedang menuangkan isi hatinya
"Gimana mau kasih adek, papamu aja dingin banget sayang, melihat mama saja mungkin ada rasa - rasa lain.tapi rasa apa yah.. hehehehe pikir Dira dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Michael melihat Dira yang senyum senyum sendiri, langsung memukul dahi Dira. membuat Dira tersadar kembali. pipinya sudah memerah karena ulahnya sendiri
" mama sama papa kok cuman diam sih,ayo jawab kapan Keysa punya adik ma pa,? tanya Keysa kembali.
"Tanya papa saja yah sayang, mama gak tau harus jawab apa. papa kan tau semuanya mungkin saja tau? kata Dira menghasut Keysa
Michael hanya menatap mata Dira dengan tajam.
" mengapa harus aku yang menjawabnya, aku harus jawab apa sekarang. Dasar wanita.. batin Michael
"Nanti yah putri papa, kalau Tuhan mengijinkan nya pasti dikasih kok. Keysa jangan sedih yah, nanti putri papa gak cantik lagi dong. kata Michael mengusap pipi Keysa.
" Kenapa sama Tuhan mas, aku ijinin kok,Tuhan kan cuman... kata Dira dengan malu malu tidak melanjutkan kata katanya membuat pipinya merona kembali
Michael hanya menatap matanya dengan lebih tajam lagi, agar dia berhenti berkata, kalau tidak putrinya akan bertanya lebih jauh lagi. Dan membuat Michael ataupun Dira susah untuk menjawabnya.
"Ooh gitu yah pa, Tuhan Keysa mohon banget berikan Keysa adik, agar Keysa ada temen main Tuhan. Keysa janji jadi kakak yang baik,amin. kata Keysa berdoa
Dira dan Michael melihat permintaan putri kecil mereka, mereka sangat sedih. Entah kapan doa itu akan terkabul. sampai Dira menitikkan air matanya.
" ma, pa Dira mau belik es cream dulu yah sama bik Mirna. mama sama papa mau es cream juga? tanya Keysa
"mama mau rasa cokelat dong sayang, boleh kan? tanya Dira.
" papa tidak mau? tanya Keysa menatap papanya.
"tidak sayang, kata Michael mengelus rambut putrinya
" oke lah kalau gitu Keysa pamit dulu yah ma, pa.. dadahh.. kata Keysa sambil melambaikan tangannya dan akhirnya menghilang di balik pintu.
Kini menyisakan mereka berdua, suasana di ruangan Michael sangat lah sunyi seperti di kuburan. Tak tau apa yang harus dibicarakan
"dimana ponselku? tanya Michael pada Dira
" Dira memberikan ponsel Michael
Michael akhirnya sibuk dengan ponselnya, dan mengabaikan Dira disana, seakan tak ada orang. Tak lama ponsel Michael berdering dan yang menelepon adalah papanya Dira.
"hallo paman? kata Michael
" hallo nak, gimana kabar kamu? apakah sudah baik. maafkan putri paman yah. gara gara dia kamu jadi begini nanti paman akan memarahinya
"Tidak perlu paman, sekarang dia sudah jadi istri Michael sambil melihat Dira, jadi biar Michael nanti yang akan memberi tahunya.. kata Michael
" baiklah nak, cepat lah sembuh lain kali hati hati.. kata pak irwan
"baiklah paman, gimana kondisi paman selama disana? tanya Michael.
pak irwan pergi keluar negri untuk berobat tapi ijinnya perjalanan bisnis keluar Negri.. yah namanya juga biar jangan ketahuan..
" kondisi paman disini baik baik saja, Terima Kasih yah nak.. kata pak irwan
" kalau begitu panggillah paman seperti Dira memanggil paman.. kata pak irwan
"baiklah pa, kalau begitu istirahat lah yang cukup. jaga kesehatan papa... kata Michael menutup telepon
" huhh bahkan papa lebih kawatir dengan Michael dari pada aku, apa tadi barusan Michael memanggil papa sama papa aku? kenapa jadi begini?... huaa papa gak sayang aku lagi.. kata Dira dalam hatinya.
"papa nelfon sama kamu yah? tanya Dira
" hemm..
"jawab yang bagus dong, masa jawabnya cuman hemm doang... kata Dira menunjukkan raut wajah kesalnya
" iya.. kata Michael
Apa dianya masih marah samaku yah? apa aku harus mengatakan semuanya bahwa aku mencintainya dan minta maaf atas semuanya. kan semuanya bukan salahku juga sih, tapi gengsinya kan lebih besar mana mau minta maaf duluan.. hehehhe.. bati Dira
"kenapa ketawa? gak ada yang lucu. kata Michael membuat Dira berhenti ketawa..
" suamiku? panggil Dira, sebenarnya Dira agak risih manggil begini tapi kalau bukan dianya yang mulai minta maaf dan berkata sejujurnya hanya nunggu keajaiban Michael yang akan berbicara seperti yang akan dia lakukan saat ini.
Michael hanya menatap Dira dengan bingung melihat Dira seperti ini.
"jangan melihatku seperti itu. aku tau apa yang sedang kau pikirkan.. kata Dira menundukkan wajahnya.
" Terus? kata Michael masih tetap menatap wajah Dira
"huuuhh.. Dira membuang napasnya membuang kegugupan nya,sebenarnya aku ingin bicara serius denganmu.. kata Dira
" katakan saja.. kata Michael masih dengan ponselnya
"Michael Bransco Wijaya, tolong hargain saya.. kata Michael menekan namanya
" baiklah katakan, saya tidak suka basa -basi.. kata Michael
"Baiklah, sebenarnya aku ingin minta maaf karna aku kamu jadi seperti ini. mungkin aku cuman jadi bebanmu, mungkin selama aku jadi istrimu tak ada hal yang membuatmu bahagia kan. lebih banyak hal yat menyedihkan, Iyah kan? pastinya iyalah.. kata Dira.
"Aneh dianya yang bertanya dianya yang jawab sendiri, dasar bocah. kata Michael menggelengkan kepalanya.. batin Michael
" Tidak juga,selain kata kata itu tidak adakah yang lain. hampir tiap hari kau berbicara seperti itu.. kata Michael
"Ada, tapi aku yakin kamu akan kaget atau bahkan marah kepada ku.. sambil menundukkan kepalanya
" katakan? kata Michael menatap wajah Dira yang menunduk
"Apa dianya sudah tau kalau pak irwan sakit.. tanya Michael dalam hati
" Sebenarnya aku ingin bicara, kalau aku menyukai mu, aku menyayangimu, aku mencintaimu, aku mohon maaf kan aku. aku janji akan jadi istri yang baik yang nurut sama suami. aku mohon maafkan aku... kata Dira menangis tapi masih tetap menundukkan kepalanya
"apakah kamu yakin dengan perkataanmu? tanya Michael. Michael dibuat heran dengan pernyataan cinta Dira kepadanya.
" Iyah aku yakin, aku sangat mencintaimu aku takut kehilanganmu. aku belum siap menjanda.. kata Dira semakin menangis
"bukannya kemarin kamu terus meminta agar aku menceraikanmu? tanya Michael
" itu dulu sebelum aku mencintaimu,aku mohon jangan ceraikan aku.. kata Dira mengatup kan tangannya
"Tapi aku sudah mengurus surat cerai kita, dan aku sudah menandatanganinya.. kata Michael
Dira kembali menangis, kini tangisannya pecah..
Michael memeluk Dira, berusaha menenangkannya didalam pelukannya. mengelus lembut kepalanya dan mencium pucuk kepalanya..
" apakah itu artinya kita sudah resmi bercerai?.. tanya Dira dengan polosnya
"sepertinya.. kata Michael mengerjai Dira
Dira menangis kembali sampai ia sesenggukan
" sudahlah jangan menangis. mana Dira yang dulu aku kenal... kata Michael mengelus kepalanya..
Tapi Dira tetap diam dan memeluk Michael dengan sangat erat, dan kembali menangis lagi di pelukan Michael
Michael hanya diam dan menggelengkan kepalanya melihat istrinya menangis seperti ini
jangan lupa vote yah, semoga sehat selalu..
selamat membaca😇