
keesokan paginya, setelah dira mengantar keysa kesekolah. Dira ke rumah sakit untuk melihat keadaan michael.
saat ini suasana hatinya tdk seperti dulu, ia sedih melihat kondisi michael.
saat tiba diruangan michael dan melihat dokter abdi sedang memeriksanya.
"gimana kondisinya dok? tanya dira dengan mata sendu
" yah, semoga dia bisa secepatnya sadar. melewati masa kritisnya. lukanya cukup dalam, tapi tenanglah dianya pria yang kuat.kata dokter Abdi
" Terima Kasih banyak dok, tolong lakukan yg terbaik untuknya. aku mohon.. kata Dira tanpa sadar ia menitikkan air matanya
" baiklah, akan aku lakukan. kalau begitu. saya permisi dulu.. kata dokter Abdi dan pergi meninggalkan Dira.
Dira sangat sedih melihat kondisi michael akibat dirinya yang bodoh..
"Michael bangunlah, aku membutuhkanmu.. bangunlah jangan tinggalkan kami. aku mencintaimu... maafkan sifatku. biarkan aku jadi istri yg baik dulu.. kata Dira sambil menangis
Tak ada jawaban dari michael hanya ada suara detak jantung michael dari mesin..
Dira memandang wajah michael yg sekarang adalah suaminya, mengingat awal pertama kali mereka jumpa sampai harus menikah karna keterpaksaan.. hingga akhirnya Dira tertidur,
Sebelum ia tertidur ia meminta pak parto untuk menjemput Keysa dan membawa ia bermain dulu. agar putri kecilnya tak sedih.
jam menunjukkan jam 21.40 tapi Michael blm juga sadar, Dira merasa semakin sedih, melihat michael tak sadar juga.
Tuhan, tolong jangan ambil dia dariku dulu aku blm siap. aku mohon Tuhan, aku menyayanginya tak tau kapan aku mulai menyanyanginya...
Dira memutuskan untuk menemani Michael dirumah sakit, dan menitipkan Kesya kepada bik Mirna atau bik Inah...
* * *
"Dira.. bangunlah !!,mengapa engkau disini? jangan menungguku. aku takkan kembali lagi. pergilah, engkau sudah bebas aku taakan melarangmu, engkau bebas menikmati kebahagiaan mu... kata Michael
" Aku gak mau pisah denganmu, aku mencintaimu Michael Bransco Wijaya pulanglah bersamaku. jangan tinggalkan aku. apakah kau tak mencintaiku?... kata Dira
"Pulanglah,..kata Michael dan berlalu..
" Kau jahat! aku benci.. benci!! kata Dira menangiss sejadi-jadinya..
Tiba-tiba Dira terbangun karena mimpi buruk nya,.
"apa maksud mimpi itu? aku gak mau itu terjadi.. kata Dira dan ponselnya berdering (" papa")
"hallo pa? kata Dira..
" Gimana keadaan Michael? tanya papanya
"Michael blm sadar pa, papa tau dari mana kalau Michael masuk rumah sakit? tanya Dira.
" Apakah kamu tidak mengetahui siapa suamimu itu, dianya seorang pengusaha yg sukses bagaimana mungkin kabarnya tidak tersebar dimana -mana... kata papa sedikit menaikkan nada bicaranya...
"Maafkan Dira pa.. kata Dira
" Sudahlah, jangan ulangi kesalahanmu lagi. Bagaimana kamu bisa melakukan itu semuanya padanya. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya papa tidak akan memaafkan mu.. kata pak Irwan dan mematikan telfonnya.
"tapi pa... blm siap Dira bicara sambungan telepon sudah dimatikan oleh pak Irwan
" Bangunlah, aku mohon. kau tidak mau kan aku dibenci papaku sendiri, aku juga merindukan mu. kita selalu berdebat, tapi saling memperhatikan satu dengan yang lain.. kumohon...
* * *
Seminggu lebih telah berlalu tapi Michael belum sadar juga. Dira sangat terpukul dengan semua ini, terlihat dari penampilannya, badannya yang semakin kurus.
"Dimana ini?.. tanya Michael dengan suara sangat pelan dan melihat Dira tidur di sampingnya dengan posisi menunduk krna ia tidur di kursi.
" bangunlah, istirahat lah.. kata Michael menepuk bahu Dira
Dira yang merasakan bahunya ditepuk segera bangun. Saat melihat Michael sudah sadar seakan dunianya kembali datang, kabahagiannya kembali sampai ia menangis Sesenggukan
"Aku tak menyuruhmu untuk menangis, sudahlah aku lelah melihatmu menangis.. kata Michael
Dira segera keluar memanggil dokter Abdi, tak lama Dira kembali bersama dokter Abdi dan suster
" Gimana tidurnya bos? lama sekali engkau tidurnya. hampir aku pusing menjawab pertanyaan istri yang selalu bertanya kapan engkau sadar.. kata dokter Abdi sambil melihat wajah Michael dan Dira
Dira hanya terdiam dan senyum, perkataannya memang benar adanya.
"apakah dianya bercanda, apakah ia selalu menemani aku selama aku dirumah sakit? atau hanya menangis atau bahkan ia bahagia karna ia akan bebas... gumam Michael dalam batin..
" Berapa lama aku Koma? tanya Michael
"seminggu lebih bos, bahkan istrimu tak pernah absen datang kesini, dan selalu bertanya kapan bos sadar,.. kata Dokter Abdi
" Pergilah kalau sudah selesai.. kata Michael
" jagalah suamimu itu buatlah ia nyaman bersamamu sambil mengedipkan matanya
Lalu Dira duduk di bangkunya tadi, dan melihat Wajah Michael.
"ia sangat tampan, kenapa aku baru menyadarinya, jangan sampai banyak orang yang merebutnya.. batin Dira
" kenapa menatapku seperti itu? tanya Michael
"Tidak apa - apa, aku hanya baru menyadari sesuatu.. kata Dira.
" Menyadari apa? tanya Michael
Michael mengingat sesuatu, ada beberapa hal yang belum dia beritahu kepada Dira.
" apa ada sesuatu? tanya Michael
" tidak ada, ayo makan akan aku suapin.. kata Dira mengambil semangkuk bubur dan meniupinnya
"Sudah, aku udah kenyang. kata Michael
" apa kenyang? bahkan setengah saja belum habis.. kata Dira dengan memasang wajah masamnya.
"sudahlah aku sudah kenyang, makan saja kalau mau.. kata Michael
Dianya hanya bercanda saat menyuruh Dira makan bubur sisanya, dianya ingin tau apakah dianya mau makan sisanya.
Ternyata Dira memakannya dan menghabiskannya, sampai tidak ada yang tersisa.
" lapar atau rakus? tanya Michael
"Dua-duanya aku borong.. heheh kata Dira sambil tertawa menunjukkan barisan giginya yang rapi
Michael hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkat Dira, tidak seperti biasanya.
" mau lagi biar aku suruh orang buat bawa ? tanya Michael
"mau, asal sisa kamu.. kata Dira tersenyum manis
" aku serius Dira.. kata Michael
"aku serius suamiku... menunjukkan senyum terbaiknya..
" sejak kapan kamu memanggil ku seperti itu? tanya Michael
"sejak saat ini, saat aku menyadari sesuatu... kata Dira
" Menyadari apa? tanya Michael lagi.
"sudahlah, kamu banyak tanyak. sekarang istirahat lah, kamu juga baru sadar. istirahat lah yang banyak. biar suamiku cepat sembuh,.. kata Dira
" aku juga baru sadar sudah kamu suruh tidur kembali, apa kamu gak senang melihat aku sudah sadar? pastinya kamu senangkan selama aku tidak sadar.. kata Michael dengan tatapan sinis nya
Dira hanya memandang wajah suaminya lalu menundukkan wajahnya, ia tak menyangka Michael akan berkata seperti itu..
"maafkan aku sudah membuatmu seperti ini,. kata Dira menitikkan air matanya
" sudahlah, menangis juga tak ada artinya semuanya sudah terjadi.. sambung Michael
"maaf aku cuman jadi bebanmu, membuat kondisimu seperti ini. aku wanita yang tak tau diri, yang hanya bisa nyusahin. andai saja waktu itu kau tidak menolong ku maka ini semua tidak akan terjadi... kata Dira dan tangisnya semakin menjadi
" aku kesana menolong keysa, dan kau sudah jadi tanggung jawab ku sebagai istriku.. kata Michael menaikkan sedikit suaranya
"seharusnya kau tak perlu melakukan ini semuanya,ini semua salahku. kenapa gak aku aja yang jadi diposisi mu... tangis Dira pecah dan menatap mata Michael dan kembali menundukkan wajahnya
"Maafkan aku.. kata Michael
Dira hendak pergi, namun tangannya ditahan oleh Michael
" Jangan pergi temani aku disini.. kata Michael menatap mata Dira yang sembab karena menangis terus-terusan.
Dira langsung memeluk Michael sangat erat, Michael pun heran melihat tingkah istrinya ini.
"maafkan aku, aku janji akan jadi istri yang baik.. kata Dira sambil melepaskan pelukannya pada Michael
Hai readers...
gimana menurut kalian ceritanya?
Tolong beri tanggapannya di kolom komentar yah, ini karya pertama autor. Terima kasih🙏
selamat membaca😇